
Hyora dengan kecepatan yang tidak terlihat mata menarik pistol dipinggang Andrew dan menembakkannya ke perut Maura. Maura menatap Hyora tidak percaya, Ia segera menekan luka tembak diperutnya mencegah darah keluar lebih banyak. Ia berusaha menyembunyikan kebencian didalam matanya.
Meskipun berusaha ditekan, Hyora bisa melihat melalui matanya dengan mudah.
“Jangan menatapku seperti itu, ini tidak akan membunuhmu. Anggap saja kemarahanku berkurang sepuluh persen.”
Dengan santai Hyora menyerahkan pistol itu kepada Andrew disampingnya. Pria itu tersenyum akan kelakuan adiknya, rupanya gadis kecil ini tidak kehilangan arah. Ia semakin puas dengan penilaian dan sikapnya. Saat ia mengatakan bahwa ia akan menjadikannya pasangan jika bukan karna ikatan darah, Andrew cukup serius. Tidak ada yang lebih cocok sebagai Lady Boss Castiello selain Hyora.
“Ini akan menyelesaikan masalah. Kau bisa memberi penjelasan karna kembali hidup-hidup. Ian Robaine tidak akan curiga.” Andrew merasa terhibur.
Maura sangat marah, Ia memuntahkan seteguk darah yang menodai gaun tidurnya. Matanya menatap tajam pada dua kakak beradik Castiello yang keluar dengan langkah ringan. Ia tahu bahwa kali ini Ia tidak akan mundur dengan mulus. Tapi Ia tidak menyangka bahwa Hyora sendiri yang menarik pelatuknya. Gadis itu tidak tahu hutang budi!
Kelompok anggota mafia pergi dengan membawa dua tetua Robaine yang pingsan. Penginapan yang mereka sewa kini terlihat sepi dengan bau darah menggantung di udara.
Anak buah Robaine yang jatuh pingsang terkejut menemui temannya yang mati tertembak. Mereka segera mencari ketiga panatua hanya untuk melihat Maura yang menggertakkan giginya dengan luka tembak dan darah di bajunya.
“Panggil bantuan!”
...-o0o-
...
Hyora duduk di kursi belakang bersama Andrew. Ia menatap jalanan dengan tidak puas. Kakaknya yang melihat moodnya memburuk hanya bisa menghela nafas.
“Apa aku perlu kembali dan membunuh mereka semua? Sepertinya kau menyesal melepaskannya.”
“Tidak perlu, dia masih berguna.” Jawab Hyora.
“Ucapannya…”
“Ucapannya penuh kebohongan. Dia memandang rendah diriku karna aku menyembunyikan kemampuanku selama ini.”
Andrew tertawa ringan, bahkan Ia yang mengawasi Hyora selama bertahun-tahun tidak mengetahuinya. Ia terkejut dengan gerakan ganas adiknya. Darah mafia Castiello nyatanya juga mengalir didalam tubuh Hyora.
__ADS_1
“Jangan sampai kedua tetua itu mati… aku ingin menanyakan beberapa hal pada mereka.” Hyora mengalihkan pandangannya pada Andrew.
“Ini akan sulit, aku tidak bisa menghentikannya jika mereka ingin mati.”
Dalam hati Andrew berpikir: dia hanya memintaku untuk membiarkan mereka hidup. Aku bisa memotong jari mereka satu persatu atau mengulitinya asalkan mereka masih bernafas.
“Sebenarnya, apa yang terjadi saat kau menjalankan misi terakhirmu di NIS?” Andrew mengalihkan pembicaraan mereka.
Pikiran Hyora buram saat mencoba mengingat misi itu. Seolah kejadian itu sudah lama sekali. Memorinya akan pertengkarannya dengan Kyuhyun seperti potongan mimpi di otaknya. Ia yakin bahwa mereka bertengkar setelah misi, tapi kenangan itu tidak lengkap. Entah bagaimana Ia terbangun disamping Kyuhyun. Sikap pria itu juga sedikit aneh. Seharusnya mereka bisa menghindari pengejaran dan pergi dengan selamat. Namun wajah Kyuhyun saat itu terlihat penuh kekalutan.
FLASHBACK
Hyora mengemasi kopernya dengan berat hati. Kyuhyun sudah memberinya ultimatum untuk meninggalkan misi ini, tapi Ia masih ingin berpartisipasi bersamanya.
Hyora adalah agen yang pertama kali mengetahui keberadaan chip virus itu. Ia melaporkannya kepada atasannya dan mendapat izin untuk melakukan misi gabungan.
Tapi Kyuhyun yang mengetahuinya menolak dengan tegas. Ia tidak tahu mengapa pria itu bersikeras memintanya keluar dari NIS. Tapi sebagai kekasihnya, Hyora tetap mengikuti kemauannya.
Saat Ia akan berangkat ke bandara untuk pergi berlibur sesuai dengan permintaan Kyuhyun, tiba-tiba atasannya memanggilnya. Seorang agen tidak memiliki hak untuk menolak panggilan pemimpin. Ia menunda penerbangannya dan mendatangi kantor pusat NIS.
“Tapi…”
“Agen Shin Hyora, jika kau hanya ingin berlibur, aku akan menggandakan waktu cutimu bersama agen Kyuhyun selama kau menjalankan misi ini.”
Atasannya memberi alasan, tapi Hyora dapat melihat bahwa ini adalah perintah dan Ia tidak memiliki pilihan.
“Saya mengerti.”
Dengan dua kata itu, Hyora telah mengunci takdirnya. Ia harus menyamar agar Kyuhyun tidak mengenalinya. Pria itu akan marah bahkan nekat protes pada atasannya jika mengetahuinya. Ia tidak ingin keduanya mendapat sanksi berat karna melanggar perintah atasan.
Dalam hati, Ia berpikir bahwa pria itu tidak akan terlalu marah saat mengetahui cuti mereka yang hanya satu bulan menjadi dua bulan.
Membayangkan dua bulan di Miami hanya bersama Kyuhyun tanpa desakan misi atau ancaman bahaya membuat Hyora senang.
__ADS_1
Ia memasang rambut palsu panjang dan merias wajahnya. Ia pandai mengubah kontur wajah dengan permainan warna. Setelah selesai, bahkan Kyuhyun sekalipun tidak akan mengenalinya.
Dengan gaun seksi, Ia berjalan menuju ruang hotel. Jantungnya berdebar saat mengingat panggilan Kyuhyun sebelumnya. Ia terpaksa harus mengatakan kebohongan.
Memberi kode ke kamera CCTV, Hyora mengetuk pintu kamar. Seorang pengawal melihatnya dengan waspada. Tangannya meraih senjata dipunggungnya saat melihat seorang gadis cantik.
“Red Wyne?” Tanya pengawal itu. Ia mengira bahwa rekan bosnya memesan anggur bersama wanita bayaran sebagai penghibur.
Hyora hanya tersenyum mengangguk. Pengawal itu menggeledah pakaian Hyora, memastikan tidak ada senjata tersembunyi sebelum mengijinkannya masuk.
Hanya ada sepuluh orang didalam ruangan dengan dua orang berpangkat tinggi.
Pembicaraan kedua belah pihak antara mafia Robaine dan pembeli telah usai. Keduanya mencapai kesepakatan, Hyora melihat koper hitam kecil yang berada diatas meja.
Pihak dari Robaine adalah Maura, sementara pembelinya adalah anggota kelompok anarkis yang ingin kembali menggabungkan Korea Utara dan Korea Selatan.
“Siapa?” Tanya sang pembeli yang melihat pengawalnya membawa masuk wanita asing.
“Red wyne?” Tanya Hyora dengan suara manis sebelum melempar botol wyne kearah mereka.
CAR!!
Botol itu pecah dan mengeluarkan asap merah yang akan melumpuhkan saraf motorik mereka. Hyora mengambil senjata sang pengawal dan menembak beberapa orang.
Pembeli yang seorang anggota anarkis dengan hanya kemampuan politik terbunuh ditempat. Pada akhirnya, hanya Hyora dan Maura yang masih bisa bergerak.
Wanita ini kebal terhadap racun!
Maura mengacungkan pistolnya, sementara peluru di senjata yang Hyora curi telah habis. Ia merasa bahwa hari ini benar-benar sial. Saat tangannya bergerak sedikit, Maura melepaskan tembakannya. Peluru itu meninggalkan lubang yang berasap disamping kaki Hyora.
“Jangan bergerak agen Shin Hyora… kau tidak ingin kehilangan salah satu mata cantikmu kan?”
Hyora terkejut, identitas agen rahasia yang bergabung sangat tersembunyi. Hanya atasannya yang mengetahuinya. Bagaimana hal ini bisa bocor?
__ADS_1
“Aku akan membiarkanmu membawa koper itu, kau bisa keluar melarikan diri atau mati tertembak menemani pengawalku.”
Hyora memandangnya dengan ragu. “Apa yang kau inginkan?”