Gembok Takdir

Gembok Takdir
Keputusan


__ADS_3

Tubuh Kyuhyun dengan cepat dikremasi. Keluarganya yang datang mengurus pemakaman hanya mengetahui bahwa Ia meninggal tertembak peluru nyasar saat bersama Hyora. Setidaknya mereka tidak berbohong mengenai penyebab kematiannya.


Ayah Kyuhyun yang marah putranya terbunuh dengan alasan tidak logis itu menghubungi pihak pemerintahan agar dilakukan investigasi. Akan tetapi, pihak NIS menghentikannya dan berjanji bahwa pihak mereka tengah mengejar ******* yang menembakkan peluru itu.


Cho Ahra, Kakak Kyuhyun ingin menampar Hyora saat gadis itu mengatakan bahwa Kyuhyun menyelamatkannya. Ia menjelaskan bahwa target mereka adalah dirinya. Tapi saat Ahra melihat wajah Hyora yang tidak lebih baik dari ibunya, Ia langsung pergi begitu saja.


Hyora menatap makam didepannya dengan nanar. Keluarga Kyuhyun membiarkannya menyimpan abu jenazah pria itu. Hyora tidak sanggup menyebarkan abunya, akhirnya Ia memutuskan untuk memakamkannya dan menanam pahon hijau diatasnya.


“Oppa, kau pergilah lebih dulu… aku akan menyusulmu nanti” Ucapnya pada pohon kecil diatas makam Kyuhyun. Ia tidak bisa merelakannya, dalam hatinya Hyora berpikir bahwa pohon itu adalah sosok kekasihnya yang masih hidup.


“Setelah membunuh bajingan yang melukaimu, aku akan datang menyusulmu”


Hyora menjauh dengan langkah kaki yang terasa berat. Ia melihat Eunhyuk yang juga berpakaian serba hitam diatas motor yang terpakir disamping mobilnya.


Eunhyuk melepas helm yang dikenakannya dan berkata pada Hyora, “Jangan bertindak gegabah, kau hanya akan kehilangan nyawamu tanpa berhasil membalas dendam Kyuhyun.”


“Oppa, tahukah kau mengapa mereka menargetkan kami?” Tanya Hyora, matanya menatap langit yang sedikit mendung.


“Untuk membalas dendam chip virus yang berhasil kita curi.” Tebak Eunhyuk.


“Hahaha, chip palsu itu hanyalah alasan yang mereka gunakan.” Mendengar jawaban itu, Hyora tertawa. Suaranya yang kontras dengan suasana kompleks pemakaman terdengar menakutkan.


“Apa maksudmu?”


Hyora melihat lingkungan sekitar mereka yang sepi. Keduanya masih berada diarea perkir pemakaman publik dipinggir kota. Ia menatap ke arah pohon Kyuhyun hidup dan mengatakan kebenaran yang Ia simpan dengan suara rendah.


Eunhyuk yang mendengarnya melebarkan kedua matanya.


“Bagaimana kau tahu?” Tanya Eunhyuk. Ia terkejut mendengar rahasia yang bahkan almahum sahabatnya tidak ketahui.


“Aku sudah curiga sejak dulu, tapi baru yakin setelah mendapatkan misi terakhir.” Jawab Hyora.

__ADS_1


Gadis itu kembali menatap lurus Eunhyuk, binar lemah dimatanya membuat pria itu merasa simpati. Jika saja Kyuhyun tahu, Ia mungkin sudah keluar dari organisasi dan menghilang berasama Hyora.


“Jangan katakan hal ini pada siapapun.” Ucap Hyora.


“Tentu saja aku tidak akan mengatakan sepatah katapun tentang hal ini!”


“Aku serius Oppa, mungkin aku harus menghilang untuk beberapa waktu. Bagaimana denganmu?”


Hyora merasa bersalah melibatkan Eunhyuk, tapi Ia tidak ingin hal sama yang terjadi pada Kyuhyun terulang. Namja itu meninggal tanpa tahu apa-apa.


Sekarang Eunhyuk memahami bahwa mungkin Ia berada dalam bahaya juga. Ia tidak bisa mempercayai NIS, Tapi jika Ia meninggalkan organisasi itu… Ia akan kesulitan memastikan keselamatannya.


“Aku akan tetap di NIS, jika ada kesempatan aku akan keluar dan berpindah tugas menjadi petugas polisi biasa.” Eunhyuk memutuskan.


“Dengan kemampuanmu akan sulit meninggalkan NIS.” Ucap Hyora dengan ragu.


Pria ini termasuk dalam sepuluh agen terbaik yang dimiliki NIS. Mereka tidak akan melepaskannya begitu saja, terlebih Ia memilikk hubungan dekat dengan agen-agen lainnya.


“Aku tidak bisa bangkit setelah kematian sahabatku, performaku menurun, lihat apakah mereka akan tetap menahanku. Jika tidak berhasil, aku bisa berpura-pura depresi karna tekanan misi.” Jawab Eunhyuk dengan ringan.


Hyora menatap Eunhyuk terkejut. Ia bahkan akan berpura-pura gila untuk keluar dari NIS.


“Adik tersayangku baru saja meninggal. Mereka seharusnya bersyukur aku tidak mengungkapkan korupsi mereka pada publik.” Ungkapnya menaikkan bahu tidak peduli.


Hyora mengangguk mengerti. Ia mengucapkan selamat tinggal dan pergi dengan mobilnya.


Eunhyuk menatap kepergian Hyora hingga mobil itu menghilang di tikungan. Ia berjalan menuju kuburan Kyuhyun. Tidak ada seorangpun yang tersisa disana. Hanya ada suara gemerisik angin yang mengusik pepohonan menemaninya.


Eunhyuk mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya dan menyalakannya. Ia menghirup benda itu dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan.


“Kau memiliki tunangan yang sangat menakutkan.” Ucapnya pada batu nisan didepannya.

__ADS_1


Ia mungkin terlihat tenang di mata Hyora, tapi hanya dia yang tahu punggungnya basah oleh keringat dingin.


Putri simpanan pemimpin mafia Castiello memang identitas yang menakutkan. Kartel narkoba dan penjual senjata api ilegal yang terbesar di Asia-Eropa. Kelompok mereka sudah ada selama hampir dua ratus tahun. Bahkan dengan gabungan seluruh kekuatan NIS se-Asia Pasifik, mereka tidak akan berani menyentuhnya.


Takdir macam apa yang membuat keturunan Castiello menjadi seorang agen NIS? Dari perkataannya, Hyora tidak mengetahui identitasnya sejak awal. Ia mungkin baru menyadarinya saat bergabung dalam NIS.


“Lalu apakah mereka yang betada dibelakang penembakanmu?” Gumam Eunhyuk.


Ia berpikir bahwa ada perpecahan internal yang membuat mereka membunuh putri satu-satunya pemilik grup legenda itu.


Tapi pemikiran tersebut langsung Ia hilangkan. Ikatan internal Castiello terkenal sangat erat. Hanya ada 1% kemungkinan perpecahan internal terjadi.


Satu-satunya hal yang masuk akal adalah grup mafia yang bersaing di pasar Asia. Bukankah mereka baru saja mendapatkan misi untuk mengambil chip dari mereka? Kelompok mafia Robain adalah pelaku utama yang patut mereka curigai.


Terlebih Hyora mengatakan bahwa chip yang diambilnya palsu.


Suara langkah kaki menginjak dedaunan dari belakangnya membuat Eunhyuk berbalik dengan waspada. Tangannya sudah meraih pistol dibelakang punggungnya. Ia hampir saja mengacungkan senjata api itu kepada seorang warga sipil.


“Permisi…” Seorang remaja yang memakai seragam SMA berjalan melewatinya.


Ia membawa seikat bunga mawar menuju makam disampingnya. Meletakkan bunga itu dan berdoa selama dua menit sebelum berdiri untuk pergi.


“Tunggu!” Eunhyuk yang memperhatikannya tiba-tiba menyuruhnya untuk berhenti. “Apa kau tidak berziarah lebih lama?”


“Ahjussi pasti bercanda, hari ini adalah peringatan kematian ibuku. Tapi dua jam lagi aku memiliki tes yang sangat penting. Jadi aku hanya akan membelikannya bunga dan menyapanya sebentar.” Ucap pemuda itu dengan tersenyum sedih.


Ahjussi? Bibir Eunhyuk berkedut saat mendengar panggilan itu.


“Oh… mengapa Ibumu meninggal?”


“Ia mengalami kecelakaan saat berpergian lima tahun yang lalu.”

__ADS_1


“Aku tahu… sahabatku baru saja meninggal, aku dalam mood yang sangat buruk.” Ucap Eunhyuk menanggapinya dan membiarkan pemuda itu pergi.


Pemuda itu melanjutkan berjalan pergi. Namun saat Ia berjalan tiga langkah dari Eunhyuk, Ia berbalik mengacungkan sebuah Pistol dan menembakkannya.


__ADS_2