
Zeta mengerjapkan matanya ketika merasa tenggorokannya kering. Ia menatap sekitar, lalu mengernyit ketika melihat keadaan sekitar masih gelap. Namun tiba- tiba Zeta menyadari sesuatu yang ganjil, lehernya merasakan semilir angin yang entah datang darimana. Mata Zeta sukses membulat ketika mengetahui siapa yang kini berada disampingnya.
“Aduh.” Rintih Zeta ketika dirinya terjatuh dari sofa.
Cepat- cepat Zeta menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar oleh seseorang didepannya kini. Zeta memeriksa nafas Galaksi yang ternyata masih teratur, berarti memang Galaksi tengah tertidur pulas.
“Kenapa aku bisa ada disini?” gumam Zeta.
Zeta mencoba mengingat kejadian semalam, dimana ketika dirinya mengobati luka Galaksi. Namun setelah itu entah apa yang terjadi selanjutnya, karena rasa kantuk mulai menyerang Zeta. Lalu kini dirinya terbangun dengan Galaksi tidur disampingnya seraya memeluk pinggangnya.
Zeta masih pusing dengan pemikiran yang menyerang kepalanya, dirinya berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air. Zeta duduk di kursi dan meminum air dingin itu. Matanya masih sangat mengantuk, karena ternyata sekarang masih pukul 4 pagi. Artinya dirinya hanya tidur kurang lebih dua jam. Pantas saja suasana di villa juga masih sunyi, sepertinya semalam para penghuni disini berpesta sampai larut tanpa dirinya.
“Kok udah bangun?” tanya suara didepan Zeta dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“Uhuk…”
Zeta menepuk- nepuk dadanya, dirinya benar- benar terkejut dengan kedatangan Galaksi. Galaksi membantu menepuk- nepuk punggung Zeta pelan. Sedangkan Zeta masih menetralkan batuk serta detak jantungnya. Zeta meletakkan gelasnya yang kini tersisa sedikit air didalamnya. Galaksi duduk didepan Zeta yang kini menundukkan kepalanya. Galaksi meneguk habis air didalam gelas Zeta. Gadis itu menunduk salah tingkah, sementara Galaksi terkekeh melihat ekspresi Zeta.
“Sepertinya gue mulai jatuh cinta sama lo.” Bisik Galaksi membuat Zeta menegakkan punggungnya, Galaksi kembali terkekeh dan menepuk pelan puncak kepala Zeta sebelum berlalu meninggalkan gadis itu yang sedang merona.
🪐🪐🪐🪐🪐
Semua anggota baru sedang mendengarkan pengarahan dari senior mereka. Para senior menyuruh semua anggota ekskul fotografi untuk memotret keindahan sekitar atau memotret apa saja, termasuk aktivitas yang sedang dilakukan di tempat ini. Nantinya hasil foto mereka akan dipamerkan ketika sekolah mengadakan hari jadinya. Mereka serempak membubarkan diri mencari spot terbaik untuk fotonya. Termasuk Zeta, dirinya memilih untuk menghampiri perkebunan dan matanya langsung dimanjakan oleh warna hijau. Teman- temannya yang lain bergerombol, sedangkan Zeta tanpa sadar memisahkan diri karena terus berjalan kearah perkebunan teh.
“Lo mau kemana?” tahan seseorang mengejutkan Zeta.
“Oh? Kak Galaksi? Aku mau cari spot foto.”
__ADS_1
“Jangan mencar jauh- jauh.”
“Iya, Kak. Kak Galaksi mau aku fotoin?”
“Nggak, makasih.”
“Ayo dong, aku belum punya foto kakak.”
“Wallpaper HP lo foto siapa?” tembak Galaksi tersenyum miring.
“Eh? Itu…”
“Ayo, foto!” ucap Galaksi mengeluarkan ponselnya dan menarik Zeta untuk mendekat.
🪐🪐🪐🪐🪐
“Halo, Yah.” Sapa Zeta ceria, kini mereka tengah melakukan video call.
“Hai, gimana kabar kamu? Sekarang ada dimana?”
“Baik, ini… uhm, aku lupa nama tempatnya. Seru deh, ada banyak permainan disini.”
“Terus, kenapa kamu nggak coba naik?”
“Mau kangen- kangenan sama ayah dulu.” Jawab Zeta memamerkan deretan giginya.
Terlihat diseberang sana Pak Wijoyo terbahak, tapi tawanya tiba- tiba berhenti. Matanya memicing untuk memastikan sesuatu, membuat Zeta mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
“Ze, Galaksi ikut fotografi juga?” tanya Pak Wijoyo sambil menunjuk layar ponsel.
“Eh?” spontan Zeta menoleh ke belakang dan mendapati Galaksi tengah tertawa bersama seorang temannya. “Nggak, Kak Galaksi cuma mau…”
“Wah, bagus dong. Jadi Galaksi bener- bener serius ya? Dia nggak ikut ekskul, tapi bela- belain ikut karena mau temenin kamu.”
Video call itu berakhir dan Zeta segera menghampiri Galaksi yang tadi melambaikan tangan padanya. Namun berikutnya wajah Zeta memucat ketika Galaksi mengajaknya naik wahana flying fox.
🪐🪐🪐🪐🪐
Rombongan ekskul fotografi sampai di sekolah dengan selamat pada pukul 11 malam, tadi mereka sedikit terjebak macet. Suasana sekolah yang seharusnya sepi, mendadak ramai dengan para orang tua yang akan menjemput anak- anak mereka. Zeta mengeluarkan ponselnya hendak memberitahu Pak Wijoyo untuk menjemputnya.
“Ayo, aku anter kamu pulang.” Ajak Galaksi merebut ponsel Zeta. Ya, sejak mereka diperkebunan teh, Galaksi mengubah panggilan untuk mereka.
Tentu Zeta merasa senang, karena kini Galaksi juga menyukainya. Senyum tak pernah pudar dari wajahnya.
“Motor Kak Galaksi ada di sekolah?”
“Hmm, nggak. Ayo!” ajak Galaksi menggenggam tangan Zeta. Sedangkan Zeta hanya mengikuti langkah Galaksi.
Mereka berdua berhenti disamping sebuah mobil yang terparkir didepan sekolah. Seseorang turun dari mobil dan memberikan kunci pada Galaksi.
“Ayo.” Ajak Galaksi tersenyum.
Untuk Wawasan:
Arcturus atau bintang Biduk adalah bintang paling terang di rasi Boötes, dan bintang paling terang ketiga di langit malam, dengan magnitudo tampak −0.05, setelah Sirius dan Canopus. Tetapi jika sistem bintang Alpha Centauri dianggap sebagai satu objek, maka predikat tersebut harus diberikan kepada Alpha Centauri.
__ADS_1
By. Wikipedia