Halaktyka

Halaktyka
Proxima Centauri


__ADS_3

Bel pulang berbunyi, dengan cepat Zeta membereskan semua buku dimejanya. Meli mengernyitkan dahi melihat sahabatnya itu begitu bersemangat hari ini. Meli segera menyusul Zeta yang sudah berjalan keluar kelas.


“Semangat bener dah.” Ucap Meli setelah berhasil menyusul Zeta.


“Iya, aku mau ke suatu tempat.”


Meli hanya mengangguk paham, kedua gadis itu berjalan beriringan menuju pintu gerbang. Disana mobil jemputan Meli sudah tiba.


“Bebeb Zeze!” panggil seseorang membuat spontan semua yang ada di dekat gerbang menoleh. Sementara yang dipanggil namanya menunduk malu.


“Apa- apaan itu panggilan lo, Ga?” tanya Virgo tak percaya.


“Najis.” Ledek Leo.


Galaksi tidak menghiraukan dua cowok itu, ia segera menghampiri Zeta yang tengah menunduk dengan wajah merona. Sementara Meli menganga tak percaya, begitu juga dengan anak- anak yang lain.


“Ayo pulang! Kenapa nggak tunggu aku dulu?” tanya Galaksi cemberut.


“Kak, ih. Zeta malu.” Bisik Zeta.


“Kenapa? Udah ayo pulang!”


“Hari ini aku mau ke suatu tempat…”


“Ayo aku antar.”


Zeta segera menggeleng. “Nggak! Hari ini aku mau sendiri, kapan- kapan aku ajak Kak Galaksi. Bye, Kak!”


Zeta segera pergi darisana, meninggalkan Galaksi yang masih terdiam ditempatnya seperti membeku dengan tatapan menatap kepergian Zeta nanar.


“Kak Galaksi beneran jadian sama Zeta?” tanya Meli.


“Bukan urusan lo!” jawab Galaksi berlalu pergi.


Meli memejamkan matanya berusaha untuk tidak mengumpat, dirinya segera menuju mobil saat melihat dua orang sahabat Galaksi hendak menghampirinya.


 


🪐🪐🪐🪐🪐


 

__ADS_1


Semilir angin menerpa anak rambut Zeta yang tidak terikat, gadis itu berjalan menyusuri jalan setapak. Suasana sangat sepi, benar- benar tidak ada orang. Namun Zeta tidak merasa takut sedikit pun. Langkahnya terhenti ketika melihat seseorang sedang berdiri didepan sebuah makam. Perlahan Zeta menghampiri orang itu. Seorang wanita dengan pakaian formal dan sepatu hak tinggi.


“Permisi. Tante mamanya Kak Galaksi, kan?” tanya Zeta.


Wanita itu segera menyeka air matanya dan menoleh, wajahnya sedikit terkejut. “Kamu?”


“Ah, saya Zeta…”


“Pacarnya Galaksi?” potong Bu Nisa.


Zeta hanya menunduk malu, lalu ia memperhatikan makam didepan mereka. “Tante kenal Bunda?”


“Ka… kamu ke… nal Anin?” tanya Bu Nisa dengan suara bergetar.


“Anin Bunda aku, Tan.”


Mendengar jawaban Zeta, Bu Nisa membulatkan matanya. Beliau benar- benar terkejut mendengat fakta baru ini. Bu Nisa segera pamit darisana meninggalkan berbagai pertanyaan di kepala Zeta.


Zeta bersimpuh disamping makam bundanya. Dibersihkannya makam itu dari rumput liar yang tumbuh subur disekitarnya, lalu Zeta memanjatkan doa untuk bundanya. Zeta tersenyum, dirinya sudah berjanji untuk tidak menampilkan kesedihannya didepan bunda.


“Bun, apa kabar? Zeze kangen bunda.” Gumam Zeta.


“Zeze mau curhat sama bunda.” Zeta terkikik geli. “Bun, sekarang Zeze udah besar lho. Zeze punya pacar sekarang.”


Kurang lebih satu jam Zeta berada di tempat ini. Hari sudah mulai gelap dan langit berwarna jingga.


Semilir angin mulai kembali berhembus, menerbangkan daun- daun yang berjatuhan. Zeta memutuskan untuk pulang. Di pintu makam dirinya bertemu dengan pria paruh baya yang biasanya menjaga makam ini.


“Sore, Pak.” Sapa Zeta ramah.


“Sore, Neng. Tumben kesini sendiri?”


“Iya, Pak. Sudah sangat rindu bunda saya.”


“Oh, begitu. Saya permisi dulu, Neng.”


“Iya, mari Pak.”


Zeta kembali melanjutkan langkahnya untuk pulang ke rumah. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya. Ternyata Bu Nisa masih berada di tempat ini, beliau tengah bersandar di mobilnya. Dan begitu melihat Zeta, Bu Nisa segera menghampiri gadis itu.


“Tante belum pulang?”

__ADS_1


“Ah belum. Uhm, boleh saya antar kamu pulang?” pinta Bu Nisa.


“Nggak ngerepotin, Tan?”


Bu Nisa menggeleng dan tersenyum samar. “Tentu nggak, ayo masuk.”


Akhirnya Zeta pulang diantar Bu Nisa dan selama perjalanan mereka banyak bercerita. Ternyata Bu Nisa adalah sahabat karib bunda Zeta. Zeta juga terkejut setelah mendengar pernyataan itu. Bu Nisa dan Bu Anin bersahabat sejak mereka duduk dibangku sekolah. Namun karena perbedaan pendapat, persahabatan mereka sedikit renggang. Bu Nisa tidak pernah tahu jika ternyata Bu Anin mengidap sebuah penyakit. Itulah penyesalan terbesar Bu Nisa, dia tidak berada disamping sahabatnya untuk memberi semangat ketika sang sahabat membutuhkannya. Bu Nisa kembali menitikkan air matanya.


“Bunda pasti maafin Tante Nisa.” Hibur Zeta mengusap lengan Bu Nisa pelan untuk memberi semangat.


Ponsel Zeta berdering membuat lamunan gadis itu buyar. Dirinya baru menyelesaikan semua tugas sekolahnya dan kini Zeta berada di genteng seorang diri. Zeta tersenyum melihat siapa yang menelponnya.


“Halo?” sapa Zeta mengulum bibirnya.


“Kok baru dijawab? Chat aku juga daritadi nggak dibaca.”


“Maaf, Kak. Oh ya, Tante Nisa udah sampe rumah?”


“Hmm? Iya, tumben juga Mama ikut makan malam bareng tadi. Anehnya lagi, Mama mau berhenti kerja. Halo? Ze, kamu masih disana?”


Zeta tersenyum senang mendengarnya, sepertinya hubungan Galaksi dan Bu Nisa juga membaik. “Iya, Kak. Bagus dong, berarti Tante Nisa mau habisin waktu sama anak- anaknya.”


“Iya sih, tapi aneh aja. Ini terlalu tiba- tiba. Oh ya, besok Mama mau ketemu kamu katanya…” ada jeda sebentar. “Kalian nyembunyiin sesuatu ya?”


“Hah? Nggak Kak. Memang ada apa Tante Nisa mau ketemu? Atau jangan- jangan Kak Galaksi nih yang modus.”


“Hehehe, itu juga termasuk sih. Kamu lagi apa?”


“Lihat bintang.”


“Hmm?”


“Coba keluar deh, Kak. Bintangnya banyak banget.”


“Iya, tau kok. Aku lihat satu bintang yang paling bersinar dari sini. Coba kamu lihat ke bawah.”


Zeta mengernyitkan dahi, tapi tetap menuruti permintaan Galaksi. Betapa terkejutnya Zeta melihat Galaksi berdiri disana dengan senyum manisnya.


Untuk Wawasan:


Proxima Centauri adalah bintang katai merah yang terletak sejauh 4,2 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini terletak di rasi bintang Centaurus. Proxima Centauri ditemukan pada tahun 1915 oleh Robert Innes, Direktur Observatorium Union di Afrika Selatan.

__ADS_1


By. Wikipedia


__ADS_2