
Meli melangkah ringan menuju sebuah kedai es krim yang baru buka kemarin. Dirinya baru sempat ke tempat ini sekarang, karena kemarin dirinya harus sekolah. Didepan kedai itu masih banyak karangan bunga berjejer untuk ucapan selamat. Ketika masuk, mata Meli dibuat berbinar. Aroma vanilla menyeruak memenuhi ruangan. Suasana kedai juga cukup ramai. Sayang sekali Zeta tidak bisa ikut bersamanya, ia kelelahan setelah perjalanan kemarin.
“Silahkan.” Ucap seorang pegawai disana.
Meli terlihat kebingungan memilih rasa apa yang ingin dicobanya, ingin rasanya mencoba semua rasa. Akhirnya ia memilih delapan varian rasa, yaitu: vanilla, coklat, strawberry, kopi, bubble gum, taro, anggur, pisang.
Ia mengedarkan pandangannya untuk memperhatikan suasana kedai ini. Sepertinya ia akan sering datang ke tempat ini, karena suasananya sangat nyaman.
Pesanan Meli sudah tiba, didepannya sudah ada empat cup dan empat cone berisi es krim yang sangat menggiurkan. Meli mencoba satu persatu es krim itu, tapi sebelum itu dirinya sempat memotret semua es krim itu dan memposting di akun social medianya.
“Kapan- kapan gue harus ajak Zeta, Bang Hasan, sama Mbak Rosa.” Gumam Meli.
Ponsel yang diletakkan diatas meja bergetar dan tak lama berdering dengan lantunan salah satu lagu dari boygrup kesukaan Meli.
“Halo?” sapa Meli sembari terus memakan es krimnya.
“Lo ke kedai es krim yang baru buka itu?” tanya seseorang diseberang sana.
“Iyups.”
“Kok nggak ajak gue?!”
“Kan, Bang Hasan kerja. Mana tau gue kalo lo juga pengen kesini.”
“Tapikan…”
__ADS_1
“Udah ah, sana lo harus kerja kan? Nanti Mbak Rosa marah lagi.”
Meli memutuskan sambungan secara sepihak. Ia kembali melanjutkan makannya dengan masih memainkan ponselnya. Namun tak lama alarm ponselnya muncul, membuat raut wajahnya berubah.
“Ah iya…” gumam Meli murung.
Tanpa gadis itu sadari, sedaritadi ada dua orang yang terus memperhatikan gerak- gerik Meli. Dari pertama gadis itu masuk ke kedai hingga kini keluar dari kedai dan meninggalkan kedai itu.
“Tumben lo kusyu’ ngeliatin cewek. Udah normal lo?” tanya salah satu cowok itu. “Lagian kenapa sih gue nggak boleh nyamper dia? Sayang tau cewek manis gitu dianggurin.”
Selagi cowok itu terus mengoceh tidak penting, yang satunya bangkit dari duduk dan hendak keluar dari kedai. Namun suara merdu yang mampu membuat semua orang menoleh menghentikan langkahnya.
“Leo! Mau kemana kamu?!”
Seketika Virgo menghentikan ocehannya dan Leo dengan malas berbalik. Dilihatnya seorang wanita yang terlihat masih cantik itu berkacak pinggang dengan masih memakai apron.
“Kerja kelompok kan bisa disini! Jangan bohong ya!”
“Disini terlalu ramai, mana bisa konsen.”
Wanita itu mengangguk membenarkan, sementara Virgo hanya menonton perdebatan ibu dan anak didepannya ini.
“Ya udah sana, awas kalau kalian bohong ya.”
Leo segera pergi dari kedai milik mamanya yang baru buka kemarin, entah apa yang dipikirkan beliau hingga membuka kedai ini. Apakah di rumah kurang sibuk? Sementara Virgo dibelakangnya hanya mengikuti. Ia juga bingung mendengar percakapan kedua orang itu.
__ADS_1
“Emang kita ada tugas kelompok?” tanya Virgo berdiri disamping Leo yang hendak memakai helm.
“Sejak kapan gue buat tugas? Buang- buang waktu.”
“Lo bohong sama nyokap lo?”
Leo tak menggubris celotehan Virgo yang sama sekali tak penting untuknya. Ia segera menstarter motornya dan menggas meninggalkan kedai itu.
“Eh Le, lo mau kemana?!”
Namun percuma, Leo sudah terlanjur jauh. Akhirnya Virgo kembali mengikuti kemana sahabatnya itu pergi. Virgo menampilkan wajah datarnya ketika mengetahui kemana Leo pergi.
“Anjir, kenapa ke rumah gue?!”
“Numpang tidur.”
“Kenapa nggak ke…”
“Galaksi lagi dalam mode nggak boleh diganggu.”
“Hah?” tanya Virgo mengernyit. “Oh ya, baru dari Puncak dia.”
Leo langsung masuk dan menuju kamar Virgo, meninggalkan sang tuan rumah. Virgo sudah tak heran dengan kelakuan para sahabatnya yang menganggap rumahnya seperti rumah sendiri.
Untuk Wawasan:
__ADS_1
Canopus adalah bintang paling terang di rasi Carina, dan merupakan bintang paling terang kedua di langit malam, setelah Sirius, dengan magnitudo tampak −0.72.
By. Wikipedia