
Beberapa hari ini Meli berhasil menghindar dari Leo dengan lancar berkat bantuan dari Zeta. Namun Meli juga tidak tenang mendengar cerita Zeta yang katanya Leo sering uring- uringan tidak jelas membuat kedua sahabatnya kebingungan. Meli mengenyahkan pikiran- pikiran yang mengganggunya dan lebih fokus untuk menghindar. Beruntung juga anak kelas tiga sudah dilarang ikut ekstrakulikuler agar fokus pada ujian mereka.
“Mel, mau sampai kapan menghindar?” tanya Zeta.
“Sampe gue capek sendiri.”
“Kamu nggak capek- capek. Kasihan Kak Galaksi sama Kak Virgo sering kena amukan Kak Leo.”
Meli mengalihkan pandangannya dari layar ponsel, kini mereka sedang berada di kelas dan guru tidak masuk.
“Gue nggak tau,” ucap Meli menunduk.
Jujur saja, Meli juga tidak suka terus- menerus menghindar seperti ini. Ia hanya ingin memastikan saja bagaimana perasaannya jika tidak ada Leo disekitarnya. Namun nyatanya Meli tidak bisa, diam- diam Meli juga memperhatikan cowok itu tanpa sepengetahuan siapa pun.
Malam ini Meli izin Maminya untuk ke minimarket, beruntung Bu Zahra mengizinkan dirinya keluar. Sudah lama dirinya tidak datang ke minimarket. Meli sudah sangat rindu dengan Mbak Rosa dan Hasan. Namun senyum Meli pudar ketika tidak mendapati Hasan di posisinya, entah kemana cowok itu.
“Bang Hasan mana, Mbak?” tanya Meli.
“Astagfirullah, kapan lo datang?”
“Barusan. Bang Hasan kemana?”
“Nggak masuk dia, ada ujian katanya. Tumben lo baru nongol?”
“Iya, kemarin ada tur konser jadi sibuk banget,” jawab Meli membuka freezer tempat es krim di simpan.
“Gaya lo sibuk.”
“Itu yang gantiin Bang Hasan siapa?”
“Oh, dia Jeni. Biasa shift pagi.”
“Judes banget mukanya.”
“Ssst, sembarangan lo ngomong. Baik dia anaknya,” jawab Mbak Rosa masih sibuk menata barang di rak, sementara Meli terus mengekor Mbak Rosa sambil menikmati es krim yang belum dibayarnya.
“Ini bocah kenapa dari tadi ngintilin gue deh.”
__ADS_1
Meli masih betah berada di minimarket dengan berbungkus- bungkus es krim yang belum dibayar. Meli memang sengaja membayar belakangan, ia ingin menikmati es krim- es krimnya terlebih dulu dan bercerita dengan Mbak Rosa. Sementara Jeni masih stand by didepan kasir. Hampir saja Meli tersedak es krim ketika seseorang memanggilnya.
“Meli?! Ngapain lo disini?” tanya Virgo.
“Eh, Kak Virgo? Kesini sama si… oh Kak Leo.”
Meli benar- benar mati kutu melihat Leo juga berdiri di sana, apalagi tatapan tajam Leo membuat nyalinya ciut. Sementara Virgo sepertinya tidak tahu situasi sedang memanas.
“Lo bawa apa tuh? Bungkus es krim. Lo kumpulin semua?” tanya Virgo melihat kantong plastik yang penuh dengan bungkus es krim.
“Iya, es krimnya belum dibayar jadi dikumpulin dulu.”
“Hah? Hahaha, unik ya lo. Terus nanti ini di total?”
Meli hanya mengangguk, rasanya ia ingin cepat kabur darisana.
“Kenapa chat sama telponku nggak kamu jawab?” tanya Leo, membuat Meli kesusahan menelan ludah.
“Dia lagi sibuk tur konsernya,” jawab Mbak Rosa tanpa dosa, “Eh, lo cowok yang suka berdiri di deket pohon depan, kan?” lanjut Mbak Rosa.
“Hah? Siapa? Lo, Le? Terus kenapa lo nge- chat Meli?” tanya Virgo kepo.
“Kamu sengaja menghindar ya?” tanya Leo.
“Nggak, Kak! Kenapa harus menghindar? Mungkin emang kebetulan Kak Leo lagi sibuk persiapan ujian.”
Leo menggeleng, “Nggak. Aku samperin di kelas, kantin, bahkan UKS nggak ketemu kamu.”
“Heh?! Sebenernya lo berdua ini ngapain sih? Jangan- jangan diam- diam kalian pacaran ya?!” tanya Virgo memicing.
“Nggak!”
“Belum!”
Jawaban bersamaan antara Meli dan Leo membuat Virgo makin curiga. Sementara Meli mengernyit bingung dengan jawaban Leo.
“Ya, kan emang belum. Aku belum nembak kamu,”
__ADS_1
jawaban dari Leo yang blak- blakan itu membuat Virgo dan Meli kompak membulatkan mata.
Meli tidak menyangka jika kalimat itu yang akan terlontar dari mulut Leo yang biasanya hanya bisa berucap kata- kata pedas menusuk hati.
“Serius lo, Le?” tanya Virgo tak percaya.
...🍨🍨🍨...
Meli masih belum bisa memejamkan matanya. Ia sangat beruntung tadi karena Bu Zahra menjemputnya, walau dirinya sempat kena omel. Meli masih terngiang dengan ucapan Leo tadi, kata- kata blak- blakan yang meluncur dari mulut Leo.
Tiba- tiba Meli merasa malu sendiri, ia kembali menyentuh kedua pipinya yang terasa memanas. Meli mengambil ponselnya yang sedartadi tergeletak di atas kasur. Ia mulai membuka semua chat dari Leo sejak beberapa hari yang lalu. Tanpa sadar Meli menyunggingkan senyumnya membaca chat dari Leo.
“Besok tunggu aku di rooftop gedung C, ya? Aku mau ngomong sesuatu.”
Sebuah pesan baru saja masuk dan seketika dirinya menepuk dahi. Meli masih berada di roomchat Leo, otomatis chat tadi tanpa sengaja terbaca oleh Meli. Meli menggigit bibirnya, dilema apakah dirinya akan membalas chat dari Leo barusan atau tidak. Namun Meli juga penasaran apa yang akan dibicarakan Leo besok.
“Kenapa gue deg- degan gini sih?” tanya Meli menyentuh dadanya.
...🍨🍨🍨...
Pagi di menjelang siang ini suasana sekolah gempar oleh kabar tawuran yang berlokasi di dekat SMA 20, tempat Meli menimba ilmu. Tentu kabar itu bukan hoax, nyatanya begitu kabar itu terdengar pihak sekolah langsung memulangkan para siswanya dan segera menelpon polisi untuk membubarkan aksi tawuran itu. Mengapa sekolah sampai repot- repot menelpon polisi? Karena aksi tawuran itu diketuai oleh salah satu siswanya, siapa lagi kalau bukan Galaksi.
Anak- anak kelas Meli bersorak gembira mendengar kabar jika mereka akan dipulangkan lebih awal. Mereka bergegas keluar dari kelas. Berbeda dengan Zeta dan Meli, kedua gadis itu terlihat panik mendengar kabar itu.
“Aduh, Kak Galaksi nggak jawab telpon aku. Gimana dong, Mel?” tanya Zeta yang sedaritadi tidak berhenti menghubungi Galaksi.
“Tenang, Ze…”
“Gimana bisa tenang?! Kalo mereka kenapa- kenapa gimana?!” ucap Zeta dengan nada tinggi, air mata sudah mengumpul di pelupuk mata.
Meli juga bingung, apa yang harus ia perbuat. Sebenarnya apa yang dipikirkan para seniornya itu? Bukannya belajar karena sebentar lagi ujian, apa mereka semua tidak mau lulus? Meli menggelengkan kepalanya, ia mengusap punggung Zeta untuk menenangkan gadis itu.
Suasana kelas, bahkan sekolah sudah sangat sepi. Hanya ada beberapa guru yang masih berjaga sekolah, kalau- kalau tawuran sampai masuk area sekolah.
...🍨🍨🍨...
Don't lupa tinggalkan jejak 😗😗😗
__ADS_1