
Saat Alana kembali masuk ke dalam rumah itu, Alvaro pun berbicara pada semua orang kalau pernikahan dirinya dengan Alana hanya akan di lakukan di kantor Agama saja, tidak akan ada acara yang di gelar.
Tentu saja hal itu membuat semua orang terkejut dan melihat satu sama lain.
"Apa yang membuat mu tidak ingin membuat acara Al?." tanya pak Ben heran.
"Pa, yang penting kami menikah sah di mata agama dan hukum."Kata Alvaro.
Sikap Alvaro yang keras kepala membuat pak Ben serta yang lain nya menyetujui keinginan Alvaro. Sementara Alana tampak diam saja tak mengatakan satu kata pun.
•••
Dirumah.
Pak Herman dan keluarga baru saja sampai di rumah setelah kembali dari makan malam mereka dengan keluarga Alvaro.
"Padahal orang kaya dan banyak uang, tapi nikah malah tidak ada buat acara apa-apa."Ucap Luna menyindir.
Bu Susi terkejut mendengar keluhan putri nya itu dan lekas meminta nya untuk diam.
"Tidak apa-apa yang penting pernikahan berjalan dengan lancar dan baik-baik saja, ia kan Alana." Kata Bu Susi.
Alana menganggukan kepala nya.
"Ma, Pa, aku ke kamar dulu ya, mau istirahat." kata Alana.
"iya sayang." Balas Bu Susi.
Pak Herman melihat Alana berlalu pergi menuju ke kamar nya, ia merasa kasihan pada putri nya, melakukan semua ini demi diri nya, dan berfikir juga pasti Alana kecewa atas keputusan Alvaro yang tidak mengundang siapa pun dan tidak ada acara apa pun untuk pernikahan putri nya.
Alana masuk ke kamar dan membaringkan tubuh nya di tempat tidur, menatap ke langit-langit kamar.
"Tentu saja dia tidak ingin ada acara apa pun karena tidak gak ingin ada yang tahu kalau ia sudah menikah, dia hanya memanfaatkan ku untuk melahirkan anak untuk nya."Hati Alana menjerit nyeri, belum menikah Alvaro sudah melukai hati nya. Wanita mana yang tidak sedih ketika mengetahui ia di nikahi hanya untuk di jadi mesin melahirkan seorang bayi. Ia mencekam selimut dan meremas nya dengan kuat.
"Laki-laki tak punya hati, brengsek." Batin Alana, air mata pun membasahi pipi nya.
•••
Pagi hari nya.
Alana bersiap untuk ke kantor, saat baru saja keluar dari rumah, Alana melihat sebuah mobil yang tidak asing terparkir di luar rumah nya.
Saat seseorang itu turun dari mobil, Alana pun terkejut karena ternyata Kenzo datang untuk menjemput nya.
"Kenzo."
__ADS_1
Alana lekas Menghampiri laki-laki itu untuk bertanya sedang apa dia sini sepagi ini.
"Selamat pagi Alana!." Sapa Kenzo.
"Kenzo, kau sedang apa disini?." tanya Alana.
"Aku ingin mengantar mu ke kantor, kebetulan aku lewat jalan ini." kata Kenzo.
"oh, terima kasih tawaran nya Ken, tapi aku naik mobil sendiri." ucap Alana.
"Aku tak menyangka ternyata kau hisa naik mobil juga?." ucap Kenzo.
"Iya, aku memang senang naik motor dari pada mobil, lebih cepat sampai nya." Jawab Alana.
"aku harus jalan dulu kenz, nanti aku telat, tidak apa-apa kan??" ucap Alana.
"Tidak apa-apa, silakan Alana. Kalau ada waktu boleh kan kita ngopi bersama?." Balas Kenzo.
"Tentu." Kata Alana sembri berjalan ke arah mobil nya.
Kenzo pun tersnyum melihat Alana, sebelum ia masuk ke dalam rumah. Luna yang baru keluar bersama Tom melihat Alana lagi-lagi mengobrol dengan laki-laki yang mereka temui di butik.
Tom yang melihat mengepalkan tangan nya menahan rasa cemburu nya.
•••
Alvaro sedang menatap kerjaan di ruangan kerja nya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk!." Saut Alvaro dari dalam.
"Tuan, Nona Luna, adik tiri Nona Alana ingin bertemu dengan anda."kata Sekertaris Kim.
Alvaro mendengar Luna datang ke kantor nya pun bertanya-tanya untuk apa wanita itu datang menemui nya.
"Biar kan dia masuk." Kata Alvaro.
"Baik Bos." Balas Sekertaris Kim.
Sekertaris Kim pun kembali kluar dan beberapa saat Luna masuk ke dalam dengan senyuman nya.
"Silakan duduk." Kata Alvaro.
"Tuan Alvaro maaf jika saya menganggu waktu anda dengan datang kesini." Kata Luna.
"Lansung saja ke inti nya, untuk apa kamu datang kesini?." Ucap Alvaro dengan suara agak lantang membuat Luna menelan Saliva nya.
__ADS_1
"Begini Tuan, Anda kan meminta Kakak ku Alana untuk menikah dengan Anda sebagai jaminan membebaskan ayah ku, saya ingin memperlihat kan sesuatu pada mu Tuan." Kata Luna.
"Tunjukan!." Seru Alvaro.
Luna lalu mengeluarkan ponsel nya dan memperlihatkan foto Alana dan Kenzo sedang berdiri di pagar menonton.
"Kakak saya itu terpaksa menikah karena keadaan ini Tuan, di belakang anda di sering bertemu dengan laki-laki lain. Saya rasa anda harus mempertimbangkan untuk menikah debgan nya." ucap Luna.
Alvaro yang melihat foto Alana dengan Kenzo pun menghela nafas lalu melihat Luna.
"Terima kasih informasi nya, kau membuat ku semakin ingin lebih cepat menikahi kakak mu." Kata Alvaro.
"Apa?." Luna terkejut mendengar jawaban Alvaro, ia tak menyangka balasan seperti ini yang akan ia terima.
Ia tak ingin Alana mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari diri nya, ia pun berusaha agar tuan Alvaro tidak jadi menikahi Alana dengan cara memanasi nya foto itu, tapi suguhan itu seperti nya tidak berlaku apa-apa bagi Alvaro.
"Jika anda sudah selesai, silakan keluar, saya masih banyak kerjaan." kata Alvaro.
Luna merasa kesal, ia pun berdiri dari duduk nya.
"Permisi." Kata Luna agak ketus.
Alvaro menyungging kan senyuman nya melihat Luna yang berlalu pergi.
•••
Malam hari nya saat semua keluarga berkumpul di meja makan menikmti makan malam nya. Pak Herman menyampai sesuatu yang membuat semua terkejut.
"Alana, tuan Alvaro memajukan hari pernikahan nya 2 hari lagi, kamu harus bersiap nak." Kata pak Herman.
"apa?." Alana terkejut, begitu juga dengan Luna, tak menyangka perkataan Alvaro akan ia lakukan secepat itu.
"Tapi kenapa cepat sekali pa?, Bukan kah kata nya masih 2 Minggu lagi." Kata Alana.
"Papa juga tidak tahu Alana."kata pak Herman.
"sudah lah sayang, kapan pun kalian menikah, tetap saja akan menikah, besok mama akan bantu kamu bersiap nak." Kata Bu Susi. Alana hanya diam saja. Ia masih tak percaya hal ini.
Setelah semua selesai makan, Luna yang muak melihat ibu nya yang tiba-Tiba begitu perhatian pada Alana pun menghampiri ibu nya yang sedang berada di kamar.
"Ma, mama kenapa sih, perhatian sekali sama Alana, anak mama kan aku." Ucap Luna.
"Dasar anak bodoh, mama lakukan semua ini juga demi kamu."kata Bu Susi, Luna pun terheran.
"Dengar, kalau Alana menikah dengan Alvaro, Papa tidak akan di penjara, kita bisa hidup tenang, dan juga otomatis Kamu akan megantikan papa memimpin perusahan, Alana biarkan saja dia hidup dengan laki-laki yang terkenal kejam itu, sekarang fokus saja pada kantor, jangan bicara yang membuat kakak mu itu jadi ragu untuk menikah, kau sudah memiliki laki-laki yang kamu mu yaitu Tom, jadi jangan lagi iri apa-apa." Kata Bu Susi. Luna yang mendengar tentu saja seketika tersenyum.
__ADS_1
"Mama memang yang terbaik." Kata Luna mencium ibu nya.