
Luna yang tak tahan melihat pemandangan semacam itu pun masuk ke toilet dan bercermin di depan wastafel.
"apa sih cantik nya Alana itu, Sampai Tuan Alvaro dan Tuan Kenzo memperebutkan nya, bahkan Tom juga, sudah di jauhi Alana berkali-laki tetap saja tak menyerah, dasar kau Alana, wanita gatal, semua laki-laki kau ingin kan menjadi milik mu, aku tidak akan pernah ingin melihat kau bahagia." Luna berbicara sendiri dengan kesal. Tidak suka Alana di kelilingi oleh laki-laki yang tampan dan Kaya.
Bu Susi yang menunggu Luna tak kunjung keluar dari toilet pun masuk ke dalam juga.
"Luna, kenapa kamu disini?." Tanya Bu Susi.
"Aku tak tahan ma, aku benci lihat mereka semua ingin dekat dengan Alana Ma, apa sih bagus nya wanita itu." ketus Luna sembari menyandarkan diri nya di wastafel.
"Iya, Mama juga muak lihat Alana itu, Tapi kita harus sabar sayang, suatu saat Papa pensiun juga kamu yang akan gantiin Alana yang kini sudah menikah. biar saja, tidak usah di pikirkan."Ucap Bu Susi.
Luna yang masih kesal pun hanya bisa membuang nafas dan mengangguk.
"Ayo, acara akan segera di mulai."Ajak Bu Susi.
•••
Acara pun di mulai dengan kata penyambutan dari mc, Tampak di depan Bu Susi dan Pak Herman berdiri di depan Semua kue besar, sementara tampak Alana dan Luna berada di samping mereka di dampingi Tom dan Alvaro.
"Dia sangat cantik."Ucap Kenzo melihat Alana yang tampak begitu Anggun pada Sekertaris nya.
__ADS_1
"Iya Tuan, Nona Alana tampak sangat cantik."Balas sang sekertaris.
Tatapan Kenzo yang sejak tadi di awasi oleh Alvaro pun membuat Alvaro tidak suka, ia lalu merangkul Alana dan membuat kedua nya berdiri sangat dekat, hal itu ia lakukan untuk mempertegas pada Alvaro kalau Alana adalah milik nya.
Alana yang tiba-tiba di dekap Alvaro begitu refleks dan Kuat pun terheran dan agak tidak nyaman.
"Tuan, ada apa?." Tanya Alana pelan.
"Diam saja."balas Alvaro.
Luna yang melihat Alana di perlakukan begitu romantis oleh Alvaro pun merasa sangat iri dan tidak suka, begitu juga dengan Tom, tak senang melihat mantan nya itu dekat dengan pria lain. Luna lalu merangkul tangan Tom dengan senyuman saat ia sadar Tom juga tengah melihat mereka.
•••
Alvaro pun tampak harus mengikuti pak Herman saat pak Herman mengajak nya berkenalan dengan kerabat lain nya. namun mata nya tak melepaskan Alana yang tampak mengobrol dengan sahabat nya Fika.
"Al, Tuan Alvaro aku rasa sudah jatuh hati pada mu."Ucap Fika tersenyum.
"Hah?, memang nya kenapa?, aku rasa tidak." Tanya Alana.
"Kau tidak sadar kalau Suami mu sejak tadi melihat mu terus, dia mengawasi mu."Ucap Fika.
__ADS_1
"Apa dia tipe suami yang posesif?." Tanya Fika dengan wajah penasaran.
"Aku tak nyakin soal dia menyukai ku, tapi soal ke posesif an nya, aku mengakui nya, dia sangat tidak suka aku dengan Kenzo, atau pun Kenzo mendekati ku, Dia juga membatasi gerak ku" Ucap Alana.
"Mungkin karena dia mencintai mu Al."Ucap Fika.
"Entah lah Fik, selama aku belum mendengar nya, aku tidak percaya, aku hanya ingin dia bersikap baik pada ku saja saat ini, itu yang terpenting."Balas Alana.
"Jadi kau ingin mendengar nya, aku taruhan dia akan mengatakan dalam waktu dekat."Ucap Fika.
"Itu tidak mungkin, kau tahu kan kalau tujuan nya hanya satu saat menikah ku." Alana menepis yang di katakan Fika.
"Tidak ada yang tak mungkin, mungkin dia menginginkan anak saja dari mu, tapi bisa saja, bahkan tak akan pernah mau kehilangan mu."Balas Fika.
Alana hanya membalas dengan senyuman dan mengelengkan kepala nya pelan, seorang Alvaro yang pemarah dan agresif, yang ia sudah tahu tujuan menikahi nya, Alana bahkan tak nyakin dengan ucapan sahabat nya.
Alana tak ingin memikirkan apa pun saat ini, Ia hanya tahu kalau Ia bisa melihat senyum ayah nya karena kedatangan Alvaro. ada rasa terima kasih di hati Alana untuk pria menyebalkan yang kini adalah suami nya itu.
"Hai Boleh aku bergabung?."Sapa Kenzo.
Alana dan Fika saling melihat satu sama lain, kedua nya nyakin Alvaro pasti tidak akan suka dan akan segera kesini setelah melihat Kenzo datang menghampiri mereka.
__ADS_1