Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
20 - Kembali Ke rumah


__ADS_3

Di tengah obrolan mereka, Alvaro masuk ke dalam ruangan itu.


"Apa yang sedang di bicarakan, seperti nya Asik sekali?." Tanya Alvaro.


"Tidak, Hanya mengobrol yang ringan saja." Kata Pak Ben.


Alvaro mengangguk. "Kalau begitu ayo kita pulang." Ajak Alvaro.


"Apa kita tidak jadi makan disini?." Tanya Alana heran.


"Makan di rumah saja." Jawab Alvaro.


Alana melihat Pak Ben, Pak Ben tersenyum dan mengangguk, seolah setuju mereka untuk pulang, karena Pak Ben tidak suka Istri nya yang mengajak makan malam bersama karena Ada Angel di sini.


"Pa, Maaf, kami harus pulang sekarang." Kata Alvaro.


"Iya, tidak apa-apa, hati-hati di jalan nak." Balas Pak Ben.


Alana dan Alvaro berjalan keluar dari ruangan itu di ikuti Pak Ben.


"Ma, Kami pulang dulu." Ucap Alvaro pada Bu Adel.


"Tapi kita kan belum makan." Kata Bu Adel terkejut.


"Aku sudah makan Ma, Lain kali saja." Kata Alvaro sembari mata nya melihat Angel yang terdiam.


"Alana, apa kau sudah makan juga?." Tanya Angel dengan lembut.

__ADS_1


Alana mengangkat kepala nya dan melihat Alvaro, sorotan mata laki-laki itu lekas membuat Alana menjawab. "Iya Nona, saya sudah makan."Jawab Alana. Angel pun tersenyum mengangguk.


Alvaro lalu memegangi tangan Alana, lalu membawa nya keluar dari rumah orang tua nya. Alana hanya bisa menganggukan kepala nya pada Bu Adel karena tidak di beri kesempatan untuk mengucapkan kata Pamit.


Setelah melihat mobil Alvaro melaju pergi, Angel pun ikut pamit untuk pulang.


"Maaf ya Tan, seperti Angel juga harus pulang, lain kali Angel akan datang lagi." Kata Angel.


Bu Adel merasa sangat bersalah pada Angel, ia pun hanya bisa mengiyakan, lalu melihat wanita yang ingin ia jadikan mantu pergi.


"Alvaro tidak sopan sekali, padahal Angel kan teman kecil nya."Kata Bu Adel.


"Tujuan Mama sejak awal sudah salah, jadi nya ya begitu, sudah tahu anak kita sudah beristri, masih saja ingin dia dekat sama Angel."Ucap Pak Ben sembari kembali berjalan masuk.


Bu Adel hanya cemberut mendengar ucapan sindiran dari suami nya.


•••


Alana melihat Alvaro yang tampak diam.


"Ada apa dengan nya?, Suasana hati nya tampak buruk saat bertemu dengan Wanita itu, padahal wanita itu sangat cantik." Batin Alana.


Hingga mobil sampai Dirumah pun tak ada yang di bicarakan di dalam mobil, suasana begitu hening dan mencekam.


•••


Saat Alana duduk di sofa saat ia masuk ke dalam kamar, mengeluarkan Gelang yang di berikan oleh ayah mertua nya. "Ini sangat indah." Kata yang sesuai melukis kan Gelang yang menarik perhatian Hati Alana saat ini.

__ADS_1


Alvaro masuk ke dalam kamar dan melihat Gelang di tangan Aluna. ia sangat mengenal Gelang itu.


"Kau dapat dari mana gelang itu?." tanya Alvaro dengan tegas.


"Dari Papa." Balas Alana.


Mendengar hal Itu, Alvaro pun berlalu pergi ke kamar mandi, sementara Alana kembali tersenyum melihat gelang itu dan mengenakan.


Saat malam hari tiba.


Alana yang takut akan di cengkram Lagi Oleh Alvaro pun membaringkan tubuh nya lebih awal, menutupi tubuh nya dengan selimut tebal dari ujung kepala hingga kaki.


Namun saat menunggu Hingga larut malam, Alana tak mendengar Alvaro masuk ke dalam kamar, ia pun membuka selimut nya dan turun dari tempat tidur.


Alangkah terkejut nya Alana saat melihat laki-laki itu tertidur di sofa di ruang keluarga. Melihat nya sejenak dalam-dalam, Wajah tampan tapi tidak sebaik Hati nya, itu lah yang dipikirkan Alana saat ini.


"Kalau kau baik, aku mungkin akan lebih Ikhlas saat kau menjadikan ku seorang istri."Gumam Alana.


Wanita itu lalu berlalu pergi, namun beberapa saat kemudian ia kembali lagi dengan membawa selimut di tangan nya, menutupi tubuh laki-laki itu.


Saat ia akan pergi, Alvaro menarik tangan nya dan membuat Alana terkejut dan terjatuh ke pelukan laki-laki itu.


"Tuan." Alana mencoba untuk bangun, namun Alvaro yang masih menutup mata nya memeluk nya dengan erat.


"Tuan, Anda pura-pura tidur." Ucap Alana lagi. Alana pun dengan sekuat tenaga nya melepaskan diri dan berhasil, Ia membuang nafas gugup sebelum ia kembali ke dalam kamar.


Alvaro membuka mata tersenyum tipis lalu melihat selimut yang di berikan Alana, lalu kembali menyelimuti diri sampai leher dan kembali memejamkan mata nya.

__ADS_1


Alana masuk ke kamar dan merasa gugup karena kejahilan Alvaro pada nya tadi.


"Aku kira dia benar-benar sudah tidur, ternyata hanya pura-pura, dia memang pandai berpura-pura, bahkan untuk pernikahan ini."Gerutu Alana di dalam kamar.


__ADS_2