Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
07 - Acuh


__ADS_3

Sore hari.


Alana pulang dari kantor nya, ia memarkirkan mobil nya di bagasi rumah nya, saat ia baru turun dari mobil ia lansung di hampiri Ibu nya yang sudah menunggu nya sejak tadi.


"Kita mau ke mana sih ma?." Tanya Alana.


"Mama mau mengajak kamu ke butik langganan mama sayang."Ucap Bu Susi.


"Untuk apa ma?." tanya Alana.


"Untuk beli gaun kamu, kita kan akan makan malam besok dengan keluarga Tuan Alvaro, jadi kamu harus tampil cantik dan anggun besok."tutur Bu Susi.


"Ma, Gaun aku masih ada ma, pakai yang lama saja ya, Alana capek."Jawab Alana.


"Udah, jangan banyak alasan, pakaian kamu mama lihat sudah pada kusam-kusam warna nya, ayo kita berangkat sekarang."Kata Bu Susi.


Saat baru saja akan masuk kembali ke dalam mobil, Mereka melihat Luna memasuki halaman rumah di antar Tom.


"Mama mau kemana?." tanya Luna yang baru saja turun dari mobil milik tom.


Tom tampak melihat Alana dengan tatapan sendu, Alana membuang wajah nya.


"Mama mau ajak kakak mu beli gaun untuk acara besok." Tutur Bu Susi memberitahu Luna putri nya.


Mendengar hal itu, Luna pun sedikit tidak suka karena merasa ibu nya mulai memberikan perhatian lebih pada Alana yang akan menikah dengan pemilik perusahaan besar. Luna lalu terpikirkan jntuk ikut agar ia bisa memanas-manasi Alana yang melihat kedekatan dengan Tom.


"Ma, aku ikut ya, aku juga mau cari gaun yanh bagus untuk pertunangan aku dengan Tom."Kata Luna.


"Yabsudah, ayo jalan."balas Bu Susi.


"kita naik mobil Tom aja ya ma."Kata Luna lagi.


"Naik mobil msing-masing aja ma, aku naik mobil aku."Saut Alana dengan cepat saat mendapatkan tawaran untuk satu mobil dengan Tom.


"Mobil Tom aja kak, mobil kakak udah lama gak pakai, karena kakak keseringan naik motor, nanti kalau mogok kan repot lagi."Ucap Luna.


"Iya Alana, ayo kita pakai mobil Tom saja." Kata Bu Susi.


Alana tak bergeming, ia tak brgerak, namun Bu Susi menarik tangan putri tiri nya itu untuk masuk ke mobil Tom, Alana pun mengikuti dengan wajah yang malas.

__ADS_1


Perjalanan kebutik tidak ada percakapan di antara mereka, Bu Susi tampak memainkan ponsel berchattingan dengan teman-teman arisan nya. Tom sesekali melihat Alana dari balik kaca spion sembari menyetir, sementara Alana hanya membuang wajah nya dan melihat ke luar jendela.


"Kak Tom, coba kakak makan ini, ini sangat enak." Kata Luna mencoba megalihkan pandangan Tom saat tahu Tom melirik Alana dari kca spion nya.


"Tidak Luna, kau makan saja."Balas Tom tersenyum melihat Luna.


"Kak Tom coba sedikit, ini enak, sini aku suapin kakak." Kata Luna sembari menyuapi ke mulut Tom.


Tom yang di paksa Luna pun mengangguk dan memakan kue dari suapan tangan Luna. Luna pun tersenyum senang sembari melihat Alana yanh duduk di belakang nya.


"Kakak mau?." tanya Luna.


"Tidak, makasih."Balas Alana singkat. 


Saat di butik. Bu Susi memilihkan pakaian untuk Alana, sementara Alana hanya diam dan menyetujui gaun apa saja yang di pilihkan ibu nya. 


"Ma, ini kartu untuk membayar." Alana memberikan kartu milik nya saat ibu nya akan membayar. Bu Susi tersenyum dan mengambil kartu itu 


"Aku tunggu di luar ya ma."Kata Alana dan Bu Susi mengiyakan.


Saat Alana duduk di lobby menunggu ibu nya datang, seseorang datang menghampiri nya dan menyapa nya.


"Tuan Kenzo, anda disini?." ucap Alana lekas berdiri.


"Iya." Balas Kenzo tersenyum.


"Alana apa boleh aku jadi teman mu?." Tanya Kenzo membuat Alana sedikit bingung dengan pertanyaan itu. Mereka memang tidak begitu dekat karena baru saling mengenal, tapi Alana sudah menganggap Kenzo seperti teman karena dia baik.


"Yah." Jawab Alana ragu.


"Kalau begitu, apa boleh kau memanggilku Kenzo saja?." Tanya Kenzo lagi dan akhirnya membuat Alana mengerti lalu tertawa kecil.


"Baiklah, kau sedang apa disini?." tanya Alana.


Sedang mengambil gaun pesanan ibu ku, lalu aku melihat sebuah syal yang warna nya bagus, ini untuk mu!." Kenzo memberikan sebuah paper bag kecil pada Alana.


"Untuk ku?."tanya Alana bingung.


"Iya, untuk mu, ambil lah, bukan kah kita teman" Kata Kenzo, Alana pun tersenyum lalu mengambil paper bag itu, ia mengeluarkan syal berwarna cream coklat.

__ADS_1


"Makasih syal nya, ini sangat indah." Kata Alana. Kenzo tersenyum dan mengangguk.


Tom dan Luna keluar setelah membayar bersama ibu nya dan melihat Alana sedang berbicara dengan laki-laki, Luna pun sedikit tidak suka, ia iri karena Alana bisa dekat dengan banyak laki-laki, terlebih ia melihat Kenzo yang seperti bukan orang biasa.


Sementara Tom merasa cemvurut karena Alana dekat dengan laki-laki lain, Luna mengandeng tangan tangan Tom dan membuat Tom mengalihkan pandangan nya ke Luna.


"Alana, ini kartu mu, ayo kita pulang " Ajak Susi.


Alana melihat Tom dan luna berjalan menghampiri mereka. "Ma, aku pulang dengan teman ku saja ya, kami ada urusan mau ke tempat Fika."kaya alana pada ibu nya.


Bu Susi melihat Kenzo sebelum ia menganggukan kepala nya menyetujuinya. 


"Jangan pulang larut malam ya." Kata Bu Susi. Alana tersenyum dan mengangguk.


Kenzo yang mendengar hanya diam saja, meski ia bingung untuk apa Alana berbohong. Karena mereka tidak memiliki janji apa pun, ia juga tak kenal nama yang di sebut oleh Alana.


"Yuk, kenzo kita jalan sekarang." Ajak Alana, Kenzo tersenyum dan mengangguk, mereka berjalan keluar dari masuk ke dalam mobil milik Kenzo.


"Kenzo, aku minta maaf tadi, aku hanya tak ingin pulang dengan mereka, nanti kau turun kan saja aku di depan."Kata Alana.


"tidak apa-apa, memang nya mereka siapa?." Tanya Kenzo.


"Ibu tiri ku dan dik tiri ku, laki-laki itu calon suami nya, mantan ku." Kata Alana.


Mendengar kata mantan, Kenzo lun mengerti alasan Alana tak ingin pulang dengan mereka.


"Jadi kau mau kemana?, Aku akan mengantar mu, aku tak akan menurunkan mu di pinggir jalan." Kata Kenzo.


Alana sejenak terdiam." Kerumah teman ku saja, rumah nya tidak jauj dari sini." balas Alana.


Kenzo tersenyum lalu menjalan kan mobil nya menuju ketempat yang Alana mau.


Tok Tok Tok.


Alana mengetuk pintu kost an Fika. "Siapa?." Teriak Fika dari dalam kost nya.


"Aku Alana." Balas Alana.


Mndengar suara Alana, Fika pun bergegas keluar untuk membukakan pintu untuk Alana.

__ADS_1


"Kebetulan kau datang Al, aku belum makan, ayo kita keluar cari ma....." ucap Fika sembari membuka pintu, namun perkataan terhenti saat ternyata Alana tidak datang sendiri tapi dengan laki-laki tampan.


__ADS_2