
Saat Siang hari.
Sekertaris Frans datang menghampiri Kenzo yang sedang sibuk di ruangan nya.
"Ada Apa Frans?." Tanya Kenzo sembari membolak-balik kan dokumen di tangan nya.
"Tuan, Ada Tuan Alvaro datang untuk mencari anda." Ucap Frans.
Tangan Kenzo lalu berhenti bergerak saat mendengar nama itu, ia lalu mengangkat kepala nya dan menatap Frans.
"Biar kan dia masuk." Ucap Kenzo.
"Baik Tuan." Balas Sekertaris Frans.
Setelah Sekertaris Frans pergi, beberapa saat kemudian, ia kembali masuk di ikuti Alvaro dan Sekertaris Kim.
"Selamat Siang tuan Alvaro, senang melihat anda datang mengunjungi kantor saya." Ucap Kenzo.
Alvaro menatap Kenzo dengan sorotan mata dingin, lalu duduk di kursi.
"Ada yang bisa saya bantu?." Tanya Kenzo lagi.
__ADS_1
"Aku datang ingin menanyakan mu, untuk apa terus mencari Istri ku." Ucap Alvaro.
"Istri mu? (Tersenyum nakal), Saya tak menyangka Anda akan mengakui dia sebagai istri. bahkan pasti banyak dari rekan bisnis anda yang tidak tahu kalau Anda sudah menikah." ucap Kenzo.
Ucapan itu membuat Alvaro sedikit tersindir.
"Tidak usah basa-basi lagi, ku peringatkan untuk menjauhi Alana, dia adalah istri ku dan saya percaya anda sudah tahu itu." Kata Alvaro.
"Jika saya tidak mau?." Tanya Kenzo, kini tatapan nya juga berubah dingin.
"Maka kau akan rasakan akibat nya nanti." Kata Alvaro, lalu kembali berdiri dari duduk nya. sembari memperbaiki jas yang ia kena kan, tanpa melepaskan tatapan dingin pada Kenzo.
Setelah Alvaro pergi, Kenzo menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi. "Aku tak mengerti, kalau ia menikah Alana dengan terpaksa, kenapa dia tidak suka Alana dekat dengan ku?." Tanya Kenzo.
"Iya, betul juga, mungkin saja." Balas Kenzo.
•••
Di tempat lain.
Alana yang sedang makan siang bersama Fika mendapatkan telefon dari ayah nya. Alana tersenyum karena sudah lama sejak ia menikah dengan Alvaro Ayah nya belum pernah menghubungi nya.
__ADS_1
"Iya Pa." Alana menjawab dengan penuh semangat.
"Apa kabar sayang?."
"Baik Pa, Papa sendiri apa z
kabar, Alana Rindu Rumah." Ucap Alana.
"Syukur lah kalau kamu masih mengingat kami nak, Kalau begitu pulang lah ke rumah, Papa dan Mama Susi akan merayakan hari ulang tahun pernikahan kami di gedung SB Minggu depan, Kamu pulang lah kesini, bawa suami mu juga untuk menginap di rumah. Papa sangat tidak sabar ingin memperkenalkan menantu Papa pada kerabat dan teman papa." Ucap Pak Herman.
Mendengar hal Itu, Alana mengerti kenapa Ayah nya menghubungi nya saat ini, semua karena ia ingin Alvaro ikut datang ke acara ulang tahun pernikahan mereka, Agar ia bisa dengan percaya diri memperkenalkan menantu yang adalah seorang yang kaya raya dan terpandang.
"Alana." panggil Pak Herman pada Alana yang terdiam.
"Em, Iya Pa, Nanti aku akan coba bawa Alvaro ke rumah." jawab Alana dengan wajah yang mulai menahan tangis. Fika yang melihat pun merasa sedih, ingin tahu apa yang sedang di bicarakan ayah Alana sampai sahabat nya tampak sedih.
"Bawa dia ke rumah nak, lakukan Demi Papa." Ucap Pak Herman.
"Iya Pa."
"Baik lah, sudah dulu Alana, nanti Papa akan telefon lagi ya." Ucap Pak Herman. Alana tanpa menjawab lansung mematikan sambungan telefon nya.
__ADS_1
Fika memegangi tangan Alana. "Kau Ok kan Al?." Tanya Fika dengan lembut.
"Tidak apa-apa, ayo makan lagi." Kata Alana mencoba menyembunyikan kesedihan nya, karena ayah nya yang tak perduli pada diri nya. bahkan menelepon hanya agar Alana membawa Alvaro datang ke acara ulang tahun pernikahan Minggu depan.