Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
13 - Dia Tidak Kejam


__ADS_3

Malam hari nya.


Alana masuk ke kamar dan tampak Alvaro sedang bersandar pada tempat tidur dengan laptop di atas kaki nya. Alana memperhatikan Wajah Alvaro yang datar saja tak ada ekpresi.


Alana gugup, takut, dan juga malu kalau-kalau Alvaro akan meminta nya untuk melayani nya. Karena ia belum pernah melakukan nya.


Alana memilih baju tidur untuk ia kenakan, ia lalu masuk ke kamar mandi untuk Menganti nya.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengalihkan pandangan Alvaro, ia pun menaruh laptop nya di tempat tidur, lalu beranjak berdiri dari duduk nya.


Alvaro membuka pintu kamar dan melihat ibu nya yang datang.


"Ada apa Ma?." Tanya Alvaro.


"Ini, mama buatkan kamu jamu, di minum ya." Kata Bu Adel sembari matanya melihat-lihat kedalam mencari Alana.


"Dimana istri mu?." Tanya Bu Adel.


"Ada di kamar mandi." Jawab Alvaro.


"Oh ya sudah, minum ini ya, jangan lupa." Kata Bu adel.


"Makasih Ma." Balas Alvaro.


Setelah Bu Adel pergi, Alvaro pun menutup kembali pintu kamar nya dan menaruh jamu yang di berikan ibu nya di atas meja. Alana keluar dari kaar mandi, namun tiba-tiba lampu mati membuat Alana ketakutan dan lansung memeluk Alvaro yang berada di depan nya.


"Aku takut." Ucap Alana.


Alvaro mendorong Alana yang mendekap nya begitu kuat, tapi rasa takut Alana lebih besar dari pada kegelapan dari pada Alvaro, hingga ia terus memegangi Alvaro dan tak mau melepaskan nya.


"Kau mencari kesempatan untuk memeluk ku ya?." Ucap Alvaro.


"Aku takut gelap tuan, tolong nyalakan senter nya." Ucap Alana.


Alvaro lalu mengambil ponsel nya dengan meraba-raba lalu menyala senter pada ponsel Android nya itu.


Alvaro dan Alana pun saling melihat saat ad sebuah penerangan menerangi mereka, Alana dengan cepat melepaskan pelukan itu dengan salah tingkah, Sementara Alvaro menyeritkan senyuman nya. Alana menundukkan kepala lalu bermaksud untuk ke tempat tidur dan beristirahat.


Namun tangan Alvaro menarik nya lalu mencium bibir Alana. Alana tentu saja sangat terkejut, ia terdiam, tubuh nya seolah membatu begitu saja, tak bisa bereaksi.


Ketika Ingat kalau ia harus melayani suami nya, Alana memejamkan mata nya membiarkan Alvaro mempermainkan nya. Alvaro yang melihat Alana pasrah pun menuntun nya ke tempat tidur. 


Entah dorongan itu terjadi sejak kapan, Alana membalas ciuman dari Alvaro. 


"Tuan, saya belum pernah melakukan nya." Ucap Alana agak takut. Suara nya terasa berat.

__ADS_1


Ia memberitahu Alvaro kalau ini adalah pertama kali nya ia melakukan nya, ia berharap ucapan nya itu membuat Alvaro mengerti untuk perlahan dan hati-hati.


Saat baru saja akan memulai, Alvaro melihat air mata Alana menetes, mengalir dari tepi mata nya. Melihat hal itu, Alvaro pun bangkit berdiri dan memperbaiki pakaian nya, Alana melihat Alvaro dan bertanya-tanya kenapa Alvaro tidak jadi mrlakukan nya.


"Tidur lah." Ucap Alvaro. Ia lalu brjalan keluar dengan penerangan ponsel lain nya.


Alana melihat laki-laki itu pergi keluar dari ruangan nya. Alana pun membaringkan tubuh nya lalu menutupi diri nya dengan selimut, sementara Alvaro mengecek sekrin listrik.


Saat Alvaro kembali ke kamar tidur, Alana sudah tertidur pulas, sejenak ia melihat wanita itu sebelum ia juga membaringkan tubuh nya di samping Alana.


•••


Keesokan pagi nya.


Alana merasa kalau perut nya teras berat, ia membuka mata dari tidur ny dan terkejut saat melihat tangan Alvaro sedang berada di atas perutnya. refleks Alana menjauhkan tangan Alvaro dari diri nya, tentu saja membuat Alvaro seketika terbangun.


"Ini masih pagi, apa kau bisa tenng sendikit." Bentak Alvaro.


"maaf." Balas Alana.


Alvaro membuang nafas berat lalu kembali memejamkan mata nya untuk tidur. 


Alana lalu perlahan turun dari tempat tidur dan ke kamar mandi. Alana melihat diri ny dari balik kaca wastafel kamar mandi.


"Kenapa aku begitu takut pada nya, padahal aku merasa di bersikap baik pada ku sejak kemarin, meski teekadang ia membentak ku."Batin Alana.


"Pagi Ma." Sapa Alana pada Ibu mertua nya.


"Pagi, kamu kenapa sudah bangun sepagi ini?." Tanya Bu adel.


"Aku pikir mau buat kan sarapan untuk kita." Balas Alana.


"Tidak usah, kamu kembali saja ke kamar mu, temani suami mu, bantu dia bersiap ke kantor, pembantu kita sudah datang, mereka akan mengurus semaunya." Ucap Bu Adel.


Alana pun tersenyum kecil mengangguk.


"Ia lalu kembali ke kamar dan melihat Alvaro sudah tidak ada di tempat tidur. Terdengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi, menandakan kalau laki-laki itu sudah bersiap.


Alana pun mencarikan pakaian untuk di kenakan oleh Alvaro, saat Alvaro keluar, seperti biasa Alvaro Tidak memakai baju dan hanya memakai celana, Alana menundukkan kepala nya menghindari pemandangan itu.


Semakin Alana menghindar, semakin alvaro ingin mengusik Alana.


"Ini pakaian nya." Kata Alana.


"Pakaikan!." Seru Alvaro.

__ADS_1


"Ha?."


"Bukan kah seperti itu seorang istri melayani suami nya." Ucap Alvaro.


"Alana pun dengan ragu membuka 1 persatu kancing kemeja itu dan memakaikan pada Alvaro, Alana bahkan bisa mencium aroma tubuh Alvaro, Alvaro menatap nya dengan senyuman kemenangan pada Alana.


"Sudah." Ucap Alana.


"Dasi nya?." 


Alana pun kembali memakai kan dasi pada Alvaro, namun kali ini ia mencoba mengangkat wajah nya untuk melihat Alvaro, Alvaro tampak sedang melihat diri nya, membuat Alana jadi salah tingkah.


"Apa boleh aku bekerja hari ini?." Tanya Alana.


"Apa aku pernah melarang mu?." Tanya alvaro, Alana mengelengkan kepala nya.


"Jadi boleh?." Tanya Alana lagi memastikan.


Alvaro tak menjawab nya dan memakai jam tangan di pergelangan tangan nya. Alana pun menganggap itu sebagai ia kan. Namun saat Alvaro akan keluar dari kamar, ia mengatakan sesuatu pada Alana.


"Kalau kau ingin bekerja, tunggu sampai mama dan Papa pulang kalau kau tak ingin di marah." Kata alvaro.


Mendengar hal itu Alana pun tersenyum, karena ia merasa Alvaro menunjukkan perhatian kecil padanya. 


Alana lalu mengikuti langkah Alvaro keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.


"Alana, mama dan Papa akan pulang nanti, kamu harus ingat, jangan terlalu capek, urus suami mu dengan baik." Kata Bu Adel.


"Iya Ma." Balas Alana.


Setelah selesai sarapan, Alana pun mmgantar Alvaro sampai di teras rumah.


"Lihat menantu kita ma, perhatian sekali sama anak kita." Ucap pak Ben.


"Yah sekarang sih iya, engak tahu nanti lama kelamaan." Balas Bu Adel ketus. 


Sementara di luar Alana melihat alvaro masuk ke dalam mobil nya, tanpa mengatakan suatu kata apa pun. Hingga akhir nya mobil itu berlalu pergi dari hadapan nya.


 


Bersambung


•••


Hai Teman-teman, terima kasih sudah mau mampir untuk membaca sampai di episode ini, semoga jalan cerita nya kalian suka ya dan gak membosan kan.

__ADS_1


Follow Ig shanti_san18 untuk info seputaran Update ya.


__ADS_2