
"Hai Boleh Aku bergabung?."
Kedatangan Kenzo di hadapan Alana dan Fika pun benar saja seketika menarik perhatian dari Alvaro. Alvaro menatap dengan Geram dan akan menghampiri Mereka.
Namun Tiba-tiba, Alvaro di kagetkan dengan kedatangan Luna yang berdiri menghadang jalan nya.
"Ada apa?." Tanya Alvaro.
"Kakak ipar, aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu."Ucap Luna.
Alvaro tak memghiraukaj ucapan Luna, Ia melihat Alana, namun tiba-tiba Luna menarik tangan Alvaro untuk mengikuti nya. Alvaro pun terpaksa mengikuti sejenak Luna yang tampak memaksa nya.
"Apa yang kau lakukan?." Tanya Alvaro saat Luna mengajak nya ke sebuah kamar dan tampak di kamar itu ada sebuah gelas anggur, membuat Alvaro menatap Luna heran.
"Kak, aku ingin mengajak kakak minum."Ucap Luna mendekati Wajah nya ke arah Alvaro.
Alvaro pun mencium aroma alkohol pada Luna, nyakin wanita itu sedang mabuk.
Alvaro mendorong Luna menjauh dari diri nya, Namun bagaikan Magnet Luna kembali menempel pada tubuh gagah laki-laki itu.
"Kakak ipar, hanya minum sedikit tidak akan mabuk."Ucap Luna. Luna bahkan membuka Baju nya untuk memperlihatkan belahan dada nya.
tak suka dengan sikap Luna, Alvaro mendorong Luna dengan Keras, hingga wanita itu menjauh dari tubuh nya, membuat Luna pun terjatuh di lantai.
"Auw... (Merintih), Ha ha ha ha." Luna tiba-tiba tertawa seperti orang gila.
__ADS_1
"Laki-laki bodoh, kalian semua munafik, begitu banyak wanita cantik dan lebih baik seperti diri ku, tapi kalian malah memilih Alana sialan itu, Aku bahkan tak Sudi menganggap nya sebagai kakak ku." Mabuk nya Luna membuat bicara pun mulai ngelantur.
"Sampah." satu kalimat Dari mulut Alvaro sebelum ia berbalik untuk pergi.
Saat baru saja sampai keluar dari pintu kamar Luna, Luna kembali memeluk nya dari belakang. "Kakak ipar, Alana tak pantas mendapatkan semua milik mu."Ucap Luna.
Mendengar Alana di remehkan, Alvaro memegangi tangan Luna dengan keras, lalu mendorong nya masuk ke kamar dengan kasar. Ia lalu menutup pintu dan menguncinya dari luar. Alvaro tak ingin meladeni Luna, karena ia rasa percuma saja meladeni orang yang sedang mabuk.
•••
Di aula acara.
Alana yang sedang berbicara dengan Kenzo yang datang mengajak nya bicara pun mencari sosok Alvaro dengan lirikan mata nya, Karena Alvaro mendadak hilang.
"Alana, Kau sedang memikirkan apa??" Tanya Kenzo.
Fika yang tahu Alana tampak gelisah pun sudah bisa menebak kalau Alana sedang mencari Alvaro yang mendadak menghilang.
"Tuan Kenzo." Sapa Pak Herman yang menghampiri rekan bisnis baru nya.
"Iya."
"Tuan, Apa anda berkenan kita mengobrol bersama?." Tanya Pak Herman.
Kenzo melihat Alana, sebelum ia tersenyum dingin dan mengangguk.
__ADS_1
"Alana, Fika, saya tinggal dulu." Ucap Kenzo. Alana dengan senyuman tipis pub mengangguk.
"dekat-dekat di protes, giliran ilang aja, lansung dech nyari-nyari." Ucap Fika tersenyum mengejek.
"Apaan sih Fik."
"Udah lah, jujur aja kali, nyariin Alvaro kan?." ucap Fika.
"Siapa yang mencari ku?." kedatangan Alvaro membuat Fika dan Alana terkejut.
"Kau mencari ku?." tanya Alvaro dengan tatapan nakal.
"Ti tidak."Alana begitu gugup.
Fika yang melihat Alvaro bisa membuat sahabat nya begitu salah tingkah pun tersenyum menahan tawa.
•••
Setelah acara selesai, Alvaro pun membawa Alana untuk kembali pulang ke rumah.
Di dalam mobil, Alana menatap keluar jendela dengan senyuman manis nya, menunggu mobil itu di jalan kan oleh Alvaro yang sedang ingin menyetir sendiri.
"Terima kasih untuk hari ini."Ucap Alana memecah ke sunyian di dalam mobil.
"Semua tidak gratis."Ucap Alvaro.
__ADS_1
begitu sunyi dan sendu penuh haru, Seketika perasaan Alana pun agak kesal karena Alvaro mengatakan kalimat yang tak ingin ia dengar. seketika mood Alana berubah, ia pun cemberut.
Melihat Alana cemberut Alvaro pun tersenyum. di sisi lain tanpa kedua nya Sadari Kenzo sedang menatap kedua nya dengan datar, melihat kedua nya saling tersenyum, hingga akhir nya ia menyudahi pandangan itu dan masuk ke dalam mobil.