
Sore Hari nya.
alana yang akan pulang menunggu Taxi lewat di atas trotoar dekat kantor nya di hampiri sebuah mobil yang berhenti tepat di hadapan nya.
Saat jendela pintu mobil itu di turunkan, tampak Luna yang sedang bersama dengan Tom.
"Kak Alana, kakak kok disini?." Tanya Luna saat Turun dari mobil, mata nya melihat sekitaran.
"Kak Alvaro dimana?." Tanya Luna lagi sembari tersenyum soal ingin menyindir Alana yang sendiri.
Alana membuang nafas pelan dan tersenyum tipis. "Sedang menunggu Taxi." Ucap Alana.
"Aku pikir kakak setelah menikah akan mendapatkan mobil mewah, dan tak akan lagi bekerja, ternyata sama saja." Ucap Luna.
Tom lalu menyekat pembicaraan Fika.
"Alana, Ayo pulang bersama, kami akan mengantar mu." Ucap Tom.
Alana menatap Tom dengan tatapan Tajam, masih menyimpan rasa tidak suka dengan laki-laki di depan nya. Sementara Luna tampak kesal saat Tom ingin mengajak Alana untuk satu mobil dengan mereka dan mengantar nya pulang.
"Tidak perlu, terima kasih tawaran nya." Jawab Alana.
"Oia kak, Ulang tahun pernikahan Mama papa Minggu depan, Kak Alana datang kan dengan Kak Alvaro?."Tanya Luna lagi.
"Iya." Ucap Alana.
Alana lalu melihat sebuah Taxi lewat, ia melambaikan tangan nya untuk menghentikan Taxi, sudah tidak sabar untuk segera pergi dari mereka yang sangat menganggu bagi nya.
__ADS_1
"Sudah ada Taxi, Aku pergi dulu." Ucap Alana tanpa menunggu kedua nya membalas ucapan mereka.
Saat sudah berada di dalam mobil, Alana pun bernafas lega, mereka seperti parasit bagi nya, sangat menyesakkan.
•••
Saat sampai di rumah.
Alana masih harus di sibukkan dengan menyiapkan makan malam untuk diri nya dengan Alvaro.
Namun saat selesai memasak, ia menunggu hingga Jam menunjukkan pukul 7 malam, Alvaro belum juga pulang.
"Kemana sih dia, aku akan menghubungi nya." Batin Alana.
Alana pun berjalan ke kamar mengambil ponsel nya dan menghubungi Alvaro.
"Iya."
"Aku pulang agak Malam, jangan menunggu ku." Ucap Alvaro. suara nya terdengar datar saja.
"Ta....." Belum sempat Alana kembali berkata, Rehan sudah lebih dulu mematikan sambungan telefon nya.
Alana dengan heran melihat ponsel di layar nya.
"Ada apa dengan nya?, seperti nya serius sekali."Batin Alana.
Alana melihat sayuran-sayuran di depan nya, lalu memilih untuk meminta pelayan menyimpan nya, karena ia sedang tidak memiliki selera makan, ia masih menunggu Alvaro untuk memberi tahu apa yang ayah nya ingin kan.
__ADS_1
Alana duduk dan bersandar di kamar dan menatap foto ibu nya.
"Ma, Aku sangat merindukan Mama, Alana kangen banget sama Mama, kangen masakan Mama, kangen Omelan Mama, Kalau masih ada Mama, tidak akan ada Mama Susi dalam hidup kita, tidak akan ada Fika, aku pasti sangat bahagia. dan pasti tidak akan ada pernikahan semacam ini." Batin Alana. Mengingat Minggu depan adalah ulang tahun pernikahan ayah dan ibu tiri nya, Alana merasa sedih, seharus nya ibu nya yang berada di samping ayah nya bukan wanita lain.
Alana lalu tertidur sembari memeluk foto ibu nya di kursi panjang.
Saat Alvaro pulang,Pelayan menghampiri Tuan nya.
"Dimana dia?." Tanya Alvaro.
"Nona Alan di kamar Tuan, sejak habis memasak lansung masuk ke kamar." Jawab Pelayan.
"Apa dia sudah makan?." Tanya Alvaro lagi.
"Belum Tuan." Jawab Pelayan.
Mendengar hal Itu, Alvaro pun masuk ke kamar dan mendapati Alana tertidur di kursi panjang, ia mengambil bingkai foto dari tangan Alana dan melihat foto wanita paru baya yang ia tahu adalah ibu kandung Alana.
Kehadiran Alvaro menyadarkan Alana yang reflek duduk.
"Tuan."
"Ayo Makan." Ucap Alvaro.
Alana melihat jam dinding. "Tapi ini sudah malam Tuan, Aku tidak biasa makan semalam ini " Jawab Alana.
"Aku belum makan dan kau harus menemani ku makan." Kata Alvaro.
__ADS_1
Memegangi tangan Alana lalu membawa nya keluar. Alana dan Alvaro pun duduk berhadapan di meja makan.
Alana menatap laki-laki itu sesekali, ingin menyampaikan niat nya soal ayah nya yang ingin ia hadir. Tapi Alana Ragu karena takut Alvaro akan menolak, sejenak berfikir dan akhirnya menunda pertanyaan nya.