Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
19 - Ayah Mertua Baik


__ADS_3

Saat Sore hari Tiba.


Alana yang akan berjalan keluar dari kantor bersama dengan Fika sahabat nya menghentikan langkah mereka saat Kenzo datang menyapa nya.


Kedua wanita itu saling berlirikan, untuk apa laki-laki itu datang lagi, Kini Pikiran Alana kembali mengingat perkataan sahabat nya tentang kemungkinan Kenzo menyukai nya pun muncul.


"Hai Alana." Sapa Kenzo.


"Hai." Balas Alana ragu-ragu di barengi senyuman ragu.


"Aku mengirimi mu pesan tapi kau tidak balas, aku datang untuk memastikan keadaan mu." Ucap Kenzo.


"Oh, maaf ya, aku sibuk tadi, jadi lupa membalas nya." Ucap Alana.


"Tidak Apa-apa, Oia Alana, apa kau lelah, aku ingin mengajak mu ngobrol di cafe." Balas Kenzo.


Alana melihat Fika dengan bingung.


"Em, bagaimana ya, aku sangat sibuk akhir-akhir ini." Kata Alana, di ikuti anggukan cepat Fika.


Sebuah mobil mewah memasuki halaman kantor dan menarik perhatian semua orang begitu juga dengan Alana dan Kenzo. melihat mobil itu, Sudah sangat tidak asing bagi Alana, itu adalah mobil Alvaro.


Melihat Alvaro datang, Alana menelan Saliva nya, bagaimana nanti kalau Alvaro marah lagi seperti kemarin dan mengira diri nya tak bisa menjaga sikap nya.


"Maaf Kenzo, aku harus pergi." Kata Alana dan lekas melambaikan tangan pada sahabat nya.


Alvaro yang sudah di luar mobil dan berdiri tepat di samping mobil tersenyum tipis saat Alana lekas meninggalkan Kenzo saat ia datang.


"Tuan untuk apa datang?." Tanya Alana.


"Apa kau terganggu dengan kedatangan ku." Jawab Alvaro sembari mata nya menatap tajam Alana.


"Bukan, bukan seperti itu. aku sudah biasa pulang sendiri." Kata Alana.


Tak Ingin menjawab pertanyaan Alana, Alvaro kembali masuk ke dalam mobil. "Silakan Nona." Ucap Sekertaris Kim.


Alana menatap sekertaris Kim dengan sinis dan kesal lalu masuk ke dalam mobil, Sekertaris Kim heran dengan tatapan Alana yang seperti nya kesal dengan diri nya juga.


Saat masuk ke mobil, dari dalam mobil Alvaro melihat Kenzo yang masih berdiri bersama Fika menunggu mereka berlalu pergi.


"Tidak ada aku, kau terus bertemu dengan nya?." ucap Alvaro.


"Aku bukan orang seperti itu, dia yang datang dan mencari ku." jawab Alana dengan cepat.

__ADS_1


"Ou, begitu kah, kalau begitu seperti nya dia sangat menyukai mu, bahkan sehari 2 kali ia datang untuk mencari mu." Kata Alvaro.


Mendengar sindiran itu pada nya, Alana hanya memilih untuk diam.


"Seperti nya takdir ku ini salah, karena berada di tengah-tengah dua orang yang bersaingan." Batin Alana.


Alana melihat keluar jendela dan menyadari kalau ini jalan menuju rumah utama. ingin bertanya pada Alvaro apa dia akan kembali, namun ia tak memiliki semangat untuk menanyakan nya, ia masih kesal pada Alvaro untuk setiap sikap yang ia lakukan pada nya.


Setelah sampai di rumah utama, Alvaro masuk ke dalam rumah di ikuti Alana.


Bu Adel yang sedang duduk mengobrol dengan seorang wanita yang adalah Angel menoleh dan terkejut saat melihat Alana juga ikut datang.


"Ada apa ma?." Tanya Alvaro.


"Ma." Sapa Alana dengan sopan, namun tak mendapatkan balasan.


Bu Adel masih melihat Alana dengan tatapan kesal nya, sebelum ia menjawab Alvaro.


"Kenapa kamu juga membawa istri mu?." Tanya Bu Adel.


"Begitu kah?, jadi aku tak boleh datang kesini?." Batin Alana.


"Untuk apa Mama menyuruh ku datang?." Tanya Alvaro.


"Hai Al, Hai Alana." Sapa Angel dengan ramah. Alana membalas dengan anggukan kecil.


"Angel, kau disini?." Tanya Alvaro.


"Iya, Mama yang mengajak nya untuk makan malam disini, kita kan sudah lama tidak bertemu dengan nya." Ucap Bu Adel.


Alana pun mengerti kenapa ibu mertua nya itu meminta Alvaro datang dan mempertanyakan keberadaan diri nya disini saat ini.


"Alana." Sapa Pak Ben, Alana pun tersenyum dan mengangguk.


"Pa."


"Papa senang kamu datang, ayo sini, Papa ingin menunjukkan sesuatu pada mu." Ucap Pak Ben lalu mengajak Alana ke ruangan kerja nya. Alana pun mengangguk dan mengikuti.


Alvaro bermaksud akan mengikuti Istri nya, namun tiba-tiba Angel memegangi lengan nya.


"Al, aku bikinkan kue kesukaan mu, ayo sini." Ucap Angel. Bu Adel tersenyum.


"Iya Al, kasihan loh Angel sudah capek buat kan kamu kue, pergi lah duduk dan cicipi." Ucap Bu Adel.

__ADS_1


Alvaro pun dengan sangat terpaksa duduk dan memakan kue yang di berikan Angel pada nya.


"Duduk lah Nak." Ucap Pak Ben, Aluna mengiyakan dan duduk di sofa. sementara Pak Ben membuka sebuah Laci di meja dan Pak Ben mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dan memberikan pada Aluna.


"Ambil ini nak." Kata Pak Ben.


"Apa ini Pa?." Tanya Aluna heran.


"Buka lah."


Alana pun membuka nya dan melihat sebuah gelang Kristal dengan warna putih biru Awan terlihat sangat cantik, di padukan dengan emas putih yang mengkilau membuat gelang itu semakin tampak mewah.


"Itu Adalah Gelang peninggalan Nenek nya Alvaro, Yang meminta Papa untuk memberikan pada pacar nya Alvaro." Tutur Pak Ben.


"Tapi Papa rasa tak ada mantan Al yang cocok waktu itu, liat Kamu, Papa rasa ini cocok untuk kamu nak." Ucap Pak Ben lagi.


"Tapi Pa, Aku merasa tak pantas menerima ini." Ucap Alana tak ingin menerima ini, karena ia merasa kalau ia dan Alvaro mungkin tak akan selama nya bersama.


"Ambil lah dan Kenakan, Papa ingin kamu menjaga ini." Kata Pak Ben lagi.


Alana menarik nafas brat dan membuang nya, ia merasa ayah mertua nya sangat berbeda dengan Ibu mertua nya itu. "Makasih Ya Pa, Aku pasti akan menjaga nya dengan baik."Balas Alana. Pak Ben tersenyum mengangguk.


"Dan Soal Angel, Jangan di masukan ke hati, Ibu merrua mu memang seperti itu, Al Papa percaya tidak Akan Mengecewakan kamu." Kata Pak Ben saat mengingat Bu Adel yang antusias mendekatkan Angel dengan Alvaro.


"Jujur saja Pa, aku saat ini merasa tidak apa-apa kalau Tuan Alvaro ingin bersama Nona Angel." Batin Alana.


Di tengah obrolan mereka, Alvaro masuk ke dalam ruangan itu.


"Apa yang sedang di bicarakan, seperti nya Asik sekali?." Tanya Alvaro.


"Tidak, Hanya mengobrol yang ringan saja." Kata Pak Ben.


Alvaro mengangguk. "Kalau begitu ayo kita pulang." Ajak Alvaro.


"Apa kita tidak jadi makan disini?." Tanya Alana heran.


"Makan di rumah saja." Jawab Alvaro.


Alana melihat Pak Ben, Pak Ben tersenyum dan mengangguk, seolah setuju mereka untuk pulang, karena Pak Ben tidak suka Istri nya yang mengajak makan malam bersama karena Ada Angel di sini.


"Pa, Maaf, kami harus pulang sekarang." Kata Alvaro.


"Iya, tidak apa-apa, hati-hati di jalan nak." Balas Pak Ben.

__ADS_1


__ADS_2