Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
06 - Tom Datang


__ADS_3

Di kantor.


Alana memikirkan penikahan nya dengan Alvaro yang entah kapan akan terjadi, Alana begitu dilema terlebih ia mendengar kan tentang Alvaro yang di gosipi galak dan dingin, sikap mudah marah nya memang semua karyawan di kantor ini tahu kalau Alvaro tidak akan membiarkan sedikit kesalahan terjadi saat ada dirinya.


Ketidak Fokusan Alana membuat nya tidak konsen bekerja, saat ini ia bahkan di marah habis-habisan oleh Pak Dodi karena kesalahan yang ia buat.


Alana keluar dari ruangan pak Dodi dengan wajah yang lesu dan tak bersemangat, ia membuang nafas berat saat pintu ruangan itu tutup.


Alana kembali ke ruangan kerja nya dan di hampiri Fika yang tahu Alana habis di


Marahi oleh Pak Dodi karena meeting harus di tunda karena Kerjaan Alana yang tidak beres.


"mikirin pernikahan itu ya?." tanya Fika.


Alana menaruh dokumen di atas meja nya, ia lalu duduk dan bersandar pada kursi kerja nya.


"Pusing aku Fik, menurut mu apa Tuan Alvaro galak sekali seperti yang di gosipi para staf?." ujar Alana.


"Emm... Kata nya sih gitu, kalau marah dia tu kayak singa yang siap nelan orang." ucap Fika.


Alana semakin di lema saat mendengar perkataan penuturan sahabat nya, memikirkan seperti apa nasib nya ketika ia hidup dengan laki-laki yang pemarah.


Fika melihat Alana dan menepuk pundak wanita itu. "Tapi itu kan gosib, Kita gak bisa nilai orang hanya mendengar kata orang lain Al, kurasa pak Alvaro itu baik."Ucap Fika.


Alana melihat Fika dengan heran, membuat Fika yang di lihat pun merasa ada yang salah dari diri nya, ia pun memegangi muka nya untuk memeriksa nya.


"Kamu kenapa liatin aku kayak gitu sih Al?." tanya Fika.


"kamu seperti nya setuju ya aku sama Tuan Al, kemarin kamu kayak nya kesal?." tanya Alana.

__ADS_1


Fika yang mendengar pun tersenyum. "gimana ya ngomong nya Al, aku tuh ngerasa mungkin kalian tu jodoh, Nama Kalian sama depan nya Al, sama-sama jomblo, siapa tahu itu jodoh yang memang di kirim tuhan untuk kamu Al, dia juga ganteng, kaya, meski galak, siapa tahu nanti sama kamu beda rasa nya." kata Fika.


Alana pun mmghela nafas tak bersemangat.


"Udah, semangat dong, jangan lemes-lemes gitu, aku bantuin perbaiki ya." kata Fika. Alana pun tersenyum saat mendengar Fika akan membantu nya memperbaiki kerjaan nya, ia lekas mengangguk.


Saat Alana baru saja memberikan Flashdisk pada Fika, telefon di meja Alana berbunyi.


"iya?." 


"mbak Alana, di luar ada yang mencari Mbak Alana "Ucap Seorang staf resepsionis.


"Siapa?." 


"Saya lupa tu mbak nanya nama nya, dia ada di depan mbak, laki-laki." kata Nya lagi.


"Siapa Al?." 


"Gak tahu, aku kebawah dulu ya " Kata Alana dan Fika mengangguk.


Alana baru saja berdiri dari duduk nya, ponsel nya berbunyi, ia pun melihat kalau Bu susi yang menghubungi nya. 


"iya ma." Alana mengangkat telefon sembari berjalan.


"Alana, nanti pulang kerja jangan singgah kemana-mana lagi, Mama tunggu kamu Dirumah."Kata Bu Susi.


"Ada apa ma?." Tanya Alana heran.


"tidak apa-apa, Mama ingin mengajak kamu keluar membeli sesuatu, mama tunggu Dirumah, kamu jangan kemana-mana lagi, lansung pulang!."Kata Bu Susi.

__ADS_1


"iya ma."Balas Alana berpapasan dengan pintu lift yang terbuka.


Saat Alana sampai di bawah ia menghampiri laki-laki yang tampak membelakangi nya dengan setelan jas, namun saat ia semakin dekat ia menyadari kalau itu Tom, Ia pun lekas ingin berbalik badan untuk pergi karena tak ingin menemui laki-laki itu, namun Tom yang melihat dengan cepat menahan Alana.


"Alana, Aku ingin bicara." Kata Tom, Alana menepis tangan Tom dengan kesal.


"Beri aku waktu 10 menit Alana, aku ingin bicara dengan mu."Kata Tom.


Alana melihat Tom dengan wajah kesal nya. "3 menit." kata Alana.


"5 menit ya Al."kata Tom meminta waktu.


"Sisa 2 menit." kata Alana mengangkat tangan nya dan melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Ok. Ok, Alana, aku gak tenang mikirin kamu yang bakal nikah dengan Alvaro itu, maka nya aku datang buat temui kamu, sebaiknya kamu mengurungkan niat kamu menikah dengan nya Alana." Kata Tom.


"Waktu habis, kau boleh pergi dan tolong jangan datang lagi atau bicara dengan ku." Kata Alana dengan tegas.


Saat Alana baru saja akan membalikkan tubuhnya untuk pergi, Alana melihat Alvaro datang dengan sekertaris Kim, kedua laki-laki berwajah dingin itu menaiki anak tangga, saat sampai di ujung tangga teratas, Alvaro berpapasan dengan Alana, ia melihat wanita itu sembari berjalan, Alana pun menyapa nya dengan memberi hormat anggukan kepala kepada bos nya itu. Alvaro tak menggubris nya, mata nya lalu melihat Tom yang bersama Alana, namun ia tak perduli dan terus berjalan, sementara sekertaris Kim tampak menganggukan kepala menyapa Calon istri bos nya itu tanpa senyuman sembari melangkah mengikuti langkah Tuan nya.


"Kau lihat Alana, dia bahkan tak menyapa mu Sama sekali, apa kau tidak coba untuk pikirkan apa yang ku katakan pada mu."kata Tom masih berharap Alana akan membatalkan pernikahan ini, Tom tidak tahu tentang perjanjian yang di berikan Alvaro, siapa pun tidak ada yang tahu kecuali sahabat nya.


Alana memutar bola mata malas dan kembali menoleh ke arah Tom yang berdiri di belakang nya.


"Aku gak ngerti ya Tom, kenapa kamu bersikukuh ingin ikut campur dengan urusan hidup aku, kamu lupa kalau hubungan kita sudah berakhir?, Mau dia baik atau tidak pada ku, mau di seperti apa pun pada ku, itu bukan urusan mu lagi Tom, lebih baik kau fokus dengan Luna, nikahi dia dan tunjukan rasa tanggung jawab mu, jangan jadi pengecut seperti apa yang kau lakukan pada ku, dan sekali lagi aku mohon pada mu, berhenti menganggukku." Kata Alana agak kesal. Tanpa Alana sadari ucapan nya masih terdengar di telinga Alvaro yang langkah nya terhenti saat Pak Dodi menyapa nya dan mengajak bicara.


Alana kembali berbalik dan berjalan masuk, ia terkejut saat ia akan memasuki pintu dan melihat di samping pintu Alvaro bicara dengan Pak Dodi. Alana menelan Saliva nya dan mengangguk sebelum ia melangkah kaki menuju lif dan kembali ke ruangan nya.


"Astaga, apa pak Alvaro dengar apa yang ku katakan tadi, kalau ia, apa dia akan marah?, Tapi aku tidak menghina nya, semoga saja tidak apa-apa."Batin Alana, berharap perkataan nya membahas tentang Alvaro tidak membuat laki-laki itu kesal pada nya.

__ADS_1


__ADS_2