
Keesokan hari nya.
Alana merasa sakit pada area ******** nya saat ia terbangun dari tidur, ia melihat Alvaro yang masih tertidur tanpa busana dan hanya membalut selimut.
"Auw..." Alana menjerit dan membuat Alvaro terbangun.
"ada apa?" Tanya Alvaro.
"Sakit." Ucap Alana.
Alvaro menyeritkan kening nya, tak menyangka Alana akan merasakan kesakitan seperti itu karena kebuasan nya semalam.
Alvaro melihat kedua mata Alana yang berkaca-kaca. "Kau mau ke kamar mandi?, Aku akan mengantar mu " kata Alvaro.
"Tidak usah, saya bisa sendiri." Balas alana dan berdiri perlahan. Ia takut kalau Alvaro membantu nya akan membuat Alvaro kembali mengajak nya melakukan hubungan badan.
Alvaro pun melihat wanita itu berjalan agak kesusahan ke kamar mandi, hingga mata Alvaro tanpa sengaja melihat bercak darah yang menempel pada tempat tidur, Alvaro pun menyadari kalau Alana masih memiliki kesucian nya, Alvaro berfikir kalau ucapan Alana tentang tidak pernah melakukan nya hanya sebuah kebohongan tapi kini ia mempercayainya kalau Alana masih perawan.
Saat Alana keluar dari kamar mandi, ia melihat Alvaro sudah tidak ada di tempat tidur, namun ia tak begitu memperdulikan nya karena ia sedang kesakitan dan ini yang sedang ia pikirkan.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu membuat Alana hanya bisa menyahuti sembari duduk di tempat tidur.
"Masuk "
Pelayan lalu membuka pintu untuk Alana, dan membawakan makanan untuk Alana.
"Nona ini sarapan Anda." Ucap pelayan.
"Kenapa di antar ke sini?." Tanya Alana.
"Tuan muda Alvaro yang meminta untuk di antar kan ke kamar, kata nya nona sedang sakit." Balas pelayan.
Alana sedikit kaget saat ia mendengar kalau Alvaro yang meminta nya. "lalu dimana Tuan Alvaro?." Tanya Alana.
__ADS_1
"Seperti nya di kamar sebelah nona, saya permisi dulu nona karena masih banyak kerjaan."balas pelayan.
Alana pun mengangguk, tak lupa ia mengucapkan terima kasih.
Alana pun memakan makanan yang di bawakan untuk nya, karena memang ia sudah lapar, sejak semalam, setelh tidur bersama mereka tidak makan malam dan lansung tidur.
Beberapa saat kemudian Alvaro masuk ke kamar dan melihat Alana sedang sarapan.
"Apa masih sakit?." Tanya Alvaro. Alana mengangguk.
"Kalau begitu, kita ke dokter." Ucap Alvaro.
"Tidak, tidak sekarang." Balas Alana malu kalau harus ke dokter karena masalah ini.
"Kalau begitu istirahat lah." Ucap laki laki itu. Sebelum Alvaro pun meninggalkan Alana di kamar, Alana melihat laki-laki itu pergi, alana pun melihat sosok Alvaro yang perhatian pagi ini. Ia tak mengerti dari mana cap seorang pemarah dan kejam melekat pada Alvaro di mata orang-orang sementara ia Merasa kalau Alvaro tidak sekejam itu.
•••
Sore itu.
"Al, kemarin Kenzo mencari mu ke kantor, tapi aku bilang kau tidak bekerja." Ucap Fika.
"Benarkah?, Untuk apa dia mencari ku?." Tanya Alana.
"Karena kau tak bisa di hubungi beberapa hari ini Alana."balas Fika.
"Iya, kau tahu kan kalau aku hanya ingin berhubungan dengan mu saja Fik, aku sedang tida memiliki selera untuk bicara dengan yang lain."balas Alana.
"Iya, aku mengerti." ucap Fika.
Tok Tok Tok
Ketukan pintu membuat Alana menoleh.
"Nona, Tuan Alvaro sudah kembali."ucap pelayan memberitahu.
__ADS_1
"Iya." Balas Alana.
"Kenapa?, Suami sudah pulang kerja?." Goda Fika.
"Iya, sudah dulu ya Fik." Saut Alana. Fika pun mengiyakan.
Setelah sambungan telefon di matikan, Alana pun lekas keluar dan melihat Alvaro masuk ke dalam rumah. "bagaimana keadaan mu?." Tanya Alvaro dengan wajah datar tanpa ekpresi.
"sudah agak baikan." ucap Alana.
"Ayo kita makan." kata Alvaro, Alana pun mengiyakan.
Di meja makan.
Alvaro melihat sayuran itu tampak tidak selera. Ia lalu memanggil pelayan.
"Apa yang kau masak?, Kau sebenarnya bisa memasak atau tidak?." Alvaro memarahi pelayan yang ia rasa tidak pandai soal memasak.
Alana yang melihat Alvaro pun merasa heran, suasana hati laki-laki itu tampak nya sedang tidak baik.
"maaf Tuan." Ucap Pelayan menundukkan kepala.
Alvaro mengerakan tangan nya meminta pelayan itu pergi dari hadapan nya.
"Tuan, biar saya saja yang masak." kata Alana dan berdiri. Alvaro pun tidak melarang nya.
Saat Alana selesai memasak, ia menyajikan nya pada Alvaro yang sudah menunggu nya sejak tadi, Alvaro pun memakan makanan itu dengan lahap nya.
"Mulai hari ini, aku hanya ingin memakan masakan mu saja. Selera mu lebih cocok pada ku." Kata Alvaro saat selesai makan.
Alana tersenyum kecil dan mengangguk, laki-laki itu pun menuju ke ruangan kerja nya, karena masih banyak kerjaan yang harus ia urus.
Alana lalu kedpur menyampaikan pada para pelayan kalau ia yang akan menyiapkan makanan untuk Alvaro dan diri nya mulai besok.
__ADS_1