
Pagi Itu.
semua tampak bersiap untuk menyambut acara yang akan di laksana kan malam ini, Alana yang tengah berada di dapur di datangi Oleh Tom yang juga berada disana karena di ajak Oleh Fika.
"Alana." Sapa Tom dengan ragu. Alana hanya menoleh untuk memastikan siapa yang menyapa nya. Namun seger ia kembali fokus pada apa yang ia kerjakan saat ia melihat itu adalah sang Mantan.
"Aku senang melihat mu di sini Al."Ucap Tom.
"Maaf, saya sedang sibuk, kalau tidak ada kepentingan lebih baik pergi."Ucap Alana dengan datar.
Luna yang sejak tadi mencari Tom pun merasa kesal saat ia melihat Ton sedang menghampiri Kakak nya itu.
"Kak Tom, kenapa disini."Ucap Luna mengandeng tangan Tom dengan mesra.
Alana yang tak sengaja menoleh dan melihat pun tahi Maksud Luna.
"Tolong Bawa ke kasih mu ini pergi dari sini, dia tak ada kepentingan disini."Ucap Alana.
"Kak, Yuk, ngapain si di sini, nanti baku kakak bau."Kaya Luna dan menarik Tom pergi. Alana menghela nafas dan mengelengkan kepala nya.
Alvaro yang melihat dari jauh Aluna tampak cuek saja saat Tom menghampiri nya pun tersenyum.
•••
Saat malam hari tiba.
Di sebuah gedung tampak semua tamu mulai berdatangan, Pak Herman dan Bu Susi pun tampak menyambut tamu yang datang dengan hangat. sementara Fika tengah bersama dengan Tom dan teman-teman nya yang lain mengobrol, menunggu acara akan di mulai.
__ADS_1
Dari Pintu utama, Alana dan Alvaro tampak memasuki gedung itu, Kemunculan kedua nya sontak seperti magnet yang seketika menarik setiap mata untuk melihat ke pintu utama.
Sosok Alvaro yang gagah dan tampan, memiliki daya tarik yang kuat, dan Alana yang tampak cantik malam ini setelah Alvaro membawa nya ke salon pribadi nya, membuat kedua nya menjadi pusat perhatian malam itu.
Luna yang melihat Alana begitu cantik pun meras kesal, Ke mampuan Sosok Alvaro yang memberikan segala nya pada Alana membuat Luna tak menyukai semua itu, ia sangat ingin melihat Alana menderita dan tak ingin Alana hidup lebih baik dari diri nya.
Pak Herman yang melihat kedatangan Alana dan Alvaro pun merasa senang.
"Lihat, itu menantu saya."Ucap Pak Herman.
Banyak masih yang belum tahu tentang pernikahan Alvaro dan Alana, beberapa rekan bisnis pak Herman pun begitu kaget saat tahu kalau Alvaro adalah menantu pun Herman, tak sedikit pujian pun terdengar di telinga pak Herman yang merasa bangga.
"Papa, Mama, selamat ulang tahun pernikahan untuk kalian."Ucap Alana.
"Terima kasih nak."
Alvaro pun tersenyum tipis melihat Bu Susi yang tampak bersikap manis pada Alana, meski sebenarnya ia tahu itu hanya kepura-puraan.
Alana lalu mengajak Alvaro untuk mengambil Minum.
Saat semua masih saling berbisik membicarakan Alvaro dan Alana yang tampak serasi, tak sedikit juga yang iri pada Alana yang bisa menjadi Istri Alvaro, tiba-tiba semua mata kembali di kejutkan dengan kedatangan Kenzo, Sosok yang juga terkenal di dunia bisnis, terlebih karisma yang ada dalam sosok Kenzo membuat Banyak wanita pula mengganggumu nya.
Alana yang melihat ke datangan Kenzo pun tersenyum, namun tidak dengan Alvaro, Alvaro tidak suka dengan kedatangan Kenzo di tempat ini.
Bukan menghampiri Pak Herman dan Bu Susi lebih dulu, Kenzo malah lebih dulu menghampiri Alana untuk sekedar menyapa nya. tentu saja semua itu kembali menjadi pertanyaan beberapa orang yang melihat nya.
"Hai Alana." Sapa Kenzo.
__ADS_1
Alana dengan senyuman ringan membalas dengan anggukan.
"Selamat malam Tuan Alvaro." Sapa Kenzo pula.
"Malam." Balas Alvaro datar.
"Kamu tampak cantik sekali malam ini Alana." Ucap Kenzo.
Alana melihat Alvaro ragu-ragu sebelum ia mengatakan. "Terima kasih." Pada Kenzo yang memuji nya.
"Terima kasih pujian nya Tuan Kenzo, tapi alangkah lebih baik anda menyapa yang memiliki acara ini lebih dulu, ketimbang pada istri saya."Kata Alvaro.
Mendengar hal Itu, Alana pun menjadi tegang, beberapa mata yang mendengar percakapan mereka pun saling berbisik.
"*Wah, nona Alana di perebutkan kedua laki-laki Tampan dan kaya."
"iya, tapi dia telah menikah, seharusnya ini tidak terjadi."
"Iya, mereka tampan sekali."
"Nona Alana beruntung sekali di kelilingi laki-laki tampan*."
Begitu lah ucapan yang terdengar samar di telinga Alana. sementara Kenzo yang mendengar ujaran Alvaro pun tersenyum dingin dan mengangguk, berjalan pergi untuk menyapa Pak Herman dan Bu Susi.
Luna yang tak tahan melihat pemandangan semacam itu pun masuk ke toilet dan bercermin di depan wastafel.
"apa sih cantik nya Alana itu, Sampai Tuan Alvaro dan Tuan Kenzo memperebutkan nya, bahkan Tom juga, sudah di jauhi Alana berkali-laki tetap saja tak menyerah, dasar kau Alana, wanita gatal, semua laki-laki kau ingin kan menjadi milik mu, aku tidak akan pernah ingin melihat kau bahagia." Luna berbicara sendiri dengan kesal. Tidak suka Alana di kelilingi oleh laki-laki yang tampan dan Kaya.
__ADS_1