Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
11 - Menikah


__ADS_3

Pagi itu.


Alana sedang bersiap, karena hari ini adalah hari ia akan meninggalkan rumah dan meninggalkan status lama dan menjadi istri Alvaro Luis. Tampak Fika juga berada di sana menemani Alana.


"Semangat ya Al, aku ercaya kamu pasti bisa bahagia. Takdir sudah mempertemukan kalian, aku percaya kalian tidak akan terpisahkan." kata Fik mencoba menenangkan Alana yang tampak sedih.


"Makasih ya Fik, kita juga di takdir kan bertemu dan kau selalu menjadi sahabat terbaik ku." kata Alana.


Fika tersenyum lalu memeluk Alana yang duduk menatap meja rias, Alan pun membalas nya.


Setelah semua sudah siap, Alana keluar dari kamar nya dengan membawa 2 buah koper milik nya. Tampak Alvaro sudah menunggu Alana di teras rumah bersama sekertaris Kim.


"Saya sudah siap Tuan." ucap Alana dengan pelan.


Alvaro melihat Alana sebelum ia berkata."Ayo berangkat."


Alvaro dengan sopan menundukkm kepala nya kepada ayah dan Ibu Alana, karena ia akan segera membawa Alana pergi dari rumah ini dan tinggal di rumah, Karena Alana Kini sudah resmi menjadi Istri nya.


"Pa, Alana pamit." kata Alana.


"Iya Sayang, nanti papa pasti akan mengunjungi mu." kata Pak Herman. Alana pun mengangguk.


Alana pun masuk ke dalam mobil, melihat dengan sendu Sahabat nya, keluarga nya yang sedang melihat nya yang akan pergi.


Saat Di mobil.


Alana tak banyak bicara, ia hanya duduk diam di samping alvaro, sementara Sekertaris Kim menyetir mobil.


Sesekali laki-laki yang sudah lama bekerja untuk Alvaro pun menoleh lewat kaca spion, melihat kedua nya yang saling diam tak mengatakan apa pun. Suasana di mobil pun begitu sunyi saat itu.


Hingga mobil itu sampai di rumah mewah milik Alvaro.


Alana pun turun dari mobil, mat nya melihat sekitaran rumah yang tampak sunyi, Halaman pun tampak di penuhi dedaunan kering.


Alana melangkahkan kaki nya masuk mengikuti Alvaro. Alana tercengang melihat mewah nya isi dalam rumah itu.

__ADS_1


"In kamar mu, aku akan ke kantor sekarang, besok akan ada pembantu baru Yang datang untuk membersihkan semua nya." ucap Alvaro.


"Iya." jawab Alana.


"Jangan- coba-coba Kabur atau melakukan kesalahan, atau kau akan terima akibat nya." ucap Alvaro lagi. Alana pun hanya mengangguk kecil, ada perasaan gugup bercampur takut ketika berhadapan dengan Alvaro.


"Ini koper Anda Nona." sekertaris Kim menaruh koper itu di hadapan Alana.


"Terima kasih." Balas Alana.


Setelah Alvaro dan sekertaris Kim pergi, Alana pun menyeret koper nya masuk ke dalam kamar untuk merapikan semua barang-barang nya.


Saat masuk Alana heran karena kamar itu sudah rapi dan bersih, seperti seseorang sudah membersihkan nya sebelum ia datang. Tak mau banyak berfikir, Alana pun mengeluarkan barang-badang nya dan merapikan ke dalam lemari.


Hingga saat ia suda selesai, ia pun berjalan keluar untuk sekedar merenggang pinggang nya, dengan jemari nya ia merasakan debu yang menempel di meja. Alana pun bergegas ke dapur untuk dan menyalakan air keran untuk memastikan kalau keran itu berfungsi, saat tahu Keran itu berfungsi,  Alana pun tersenyum dan mulai membersihkan rumah dan menyapu, ia bahkan mencuci ulang semua nya.


"Piring-piring nya sudah kotor karena debu, rumah ini pasti sudah lama tidak di tinggal." Ucap Alana.


Sementara di kantor, Alvaro yang baru saja selesai meeting duduk di kursi kantor nya, ia lalu menyala kan rekaman Cctv yanh terpasang di rumah nya untuk melihat apa yang di lakukan gadis itu di rumah. ia pun tersenyum kecil saat melihat Alana tampak sibuk bersih-bersih.


Siang hari nya.


Saat Alvaro pulang dari kantor, ia melihat rumah yang sudah bersih dan rapi, ia lalu mencari Alana yang tak terlihat, ia ia menemukan gadis itu membaringkan tubuh ny di sofa dan tertidur pulas Karena kelelahan.


Ia sejenak memperhatikan wanita itu sebelum akhirnya teralihkan saat Alana terbangun dari tidur nya.


"Tuan Alvaro, Anda sudah pulang." Ucap Alana lekas duduk sejenak mengumpulkan nyawanya sebelum ia berdiri.


"Apa yang kau lakukan seharian ini?. Hanya tidur?." Tanya alvaro.


Alana menatap Alvaro dengn cemberut. "apa dia tidak punya mata melihat kalau rumah nya sudah bersih, dia bahkan tidak memuji malah mengatakan aku tidur." Gumam Alana kesal.


"Saya bersih-bersih tuan, tapi saya tidak memasak, karena tidak ada bahan untuk ku masak." kata Alana.


"Kalau begitu, beli bahan nya, dan masak untuk ku." ucap Alvaro.

__ADS_1


"Hah?." Alana bingung.


Namun Alvaro menarik tangan nya, mengajak nya untuk mengikuti nya keluar dari rumah.


"Tuan, apa kita akan berbelanja?." Tanya Alana, namun tidak di jawab Alvaro dan menuntun nya masuk ke dalam mobil.


"Tuan, saya harus ganti baju dulu, aku tidak mungkin pakai pakaian seperti ini." ucap Alana. Namun Alvaro tidak menghiraukan nya dan menjalan kan mobil nya keluar dari sana.


Alana pun agak kesal, namun percuma saja bicara, ia tidak pernah keluar dengan pakaian lusuh seperti ini, terlebih ia sangat bau dengan keringat karena kerja seharian.


Hingga mobil Alvaro sampai di sebuah market besar, Alana pun menelan Saliva nya.


"Kita belanja di swalayan saja, aku tak mau disini." Ucap Alana.


"Kau tidak punya hak untuk mengatur kemana harus berbelanja." Kata Alvaro.


"tapi, pakaian ku." 


"Kau kini adalah istri ku, apa yang kau pikirkan, kau takut tak ada laki-laki memandang atau melirik mu lagi?." Tanya Alvaro.


Mendengar hal itu, Alana pun hanya bisa diam saja, ia dengan wajah cemberut kesal lalu turun dari mobil.


Dengan celana biasa bermotif batik dan kaos biasa serta sendal jepit, Alana masuk ke dalam. Alvaro tersenyum saat melihat Alana bwgitu kesal akan diri nya. Ia lalu mengikuti wanita itu masuk ke dalam.


Banyak wanita yang melihat Alvaro terkagum melihat sosok laki-laki yang tampak rapih dan tampak masuk kedalam, pesona Alvaro mampu menarik mata lawan jenis nya. "Dia ganteng sekali." Ucap wanita-wanita itu.


"Dia belanja dengan pembantu nya?, Dia pasti sangat dermawan." Ucap yang lain nya lagi.


Perkataan itu di dengan oleh Alana, Alana pun hanya diam saja dan memilih sayuran yang akan ia beli. Sementara Alvaro memgikuti wanita itu.


Alana tampak keberatan saat mengangkat keranjang yang sudah di penuhi sayuran. Alvaro yang melihat pun lansung mengambil alih dan membawakan keranjang berisikan sayur dari tangan Alana. 


Alana melihat sangat terkejut, tak menyangka Alvaro akan melakukan hal itu. "Kau lihat apa?, Cepat pilih sayuran nya." Kata Alvaro.


"I-iya" balas Alana dan mulai memilih sayuran dan buah yang akan menjadi stok nya selama beberapa hari kedepan.

__ADS_1


__ADS_2