
Alvaro tampak sedang menatap layar monitor nya, pandangan nya teralihkan saat ia tiba-tiba seorang wanita datang dan masuk ke dalam ruangan nya tiba-tiba.
"Hai Al." wanita itu masuk dengan senyuman manis nya dan lansung menyapa Alvaro.
"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk?." Tanya Alvaro datar sembari menyandarkan tubuh nya di sandaran.
"Iyaaa, Maaf Tuan Alvaro Ben Luis, kau ini sama sekali tidak pernah berubah, masih saja sensi pada ku." Kata Angel sembari ia menyandarkan tubuh nya di kursi di depan meja kerja Alvaro, Alvaro pun menyunging kan senyuman nya.
"Sejak kapan kau pulang?." Tanya alvaro
"Sejak aku mendengar kabar kalau kau sudah menikah, tapi tidak mengundangku, itu nama nya bermain belakang Al." Ucap Angel cemberut, melipat kedua tangan nya di atas perut.
Alvaro hanya tersenyum samar melihat wanita itu. "Sebagai ganti nya, kita makan siang bersama yuk, sudah lama kita tidak makan bareng." ucao Angel.
Mendengar kata makan siang, Alvaro lalu teringat pada Alana, ia mengingat Alana masih sakit dan bemaksud mengajak istri nya itu makan siang.
Alvaro lalu berdiri dari duduk nya, Angel tersenyum berfikir Alvaro menyetujui nya.
"Maaf Angel, lain kali saja ya, Aku harus pergi karena ada urusan." Kata Alvaro.
"Tapi kau mau kemana?." tanya Angel Heran. Namun pertanyaan nya tidak di jawab Alvaro.
Alvaro lalu mengajak Angel keluar dari ruangan nya, karena ia akan segera pergi.
Diparkiran, Angel melihat Alvaro naik ke mobil, Alvaro mengangkat tangan nya dari jauh untuk mengatakan selamat tinggal pada Angel, Angel pun menbalas nya dengan senyuman sendu dan lambaian tangan nya. Melihat mobil itu berlalu pergi dari hadapan nya.
Angel
Adalah teman kecil Alvaro, keluarga mereka sangat lah dekat, setelah putus nya Alvaro dengan kekasih nya yang terdahulu, Bu Adel sangat berharap Alvaro mau menikahi Angel untuk di jadikan istri nya. Karena Bu Adel sudah kenal baik hubungan kedua nya sejak kecil, namun keputusan Putra yang ingin menikah dengan wanita pilihan nya sendiri membuat Bu Adel hanya mendukung, meski sebenarnya isi hati nya tidak suka pada Alana.
Angel menatap mobil Alvaro berlalu dari hadapan nya dengan sedih, sejak remaja Angel sudah merasa nyaman Dengan Alvaro yang selalu menjadi teman main nya yang menyenangkan, diam-diam Angel menaruh perasaan pada Alvro dalam diam nya, dan tak pernah berani ia ungkap kan sampai hari ini.
•••
Ditempat lain.
Alana yang sedang bekerja mendapatkan telfon dari resepsionis kalau ada yang mencari nya. Alana pun lebih dulu memastikan kalau itu bukan lah Tom, setelah memastikan dari staf di depan kalau itu bukan Tom, Alana pun turun menemui nya bersama Fika yang bermaksud untuk sekalian pergi makan siang berdua.
__ADS_1
"Kenzo." Ucap Alana saat melihat Kenzo yang mencari nya.
"Apa kabar Alana, lama tidak mendapatkan kabar dari mu." Kata Kenzo.
Alana dan Fika saling menatap, karena Kenzo yang selalu mencari Alana.
"Aku baik, aku memang sibuk beberapa hari ini." balas Alana.
"Bagaimana kalau kita makan siang, aku yang traktir." ucap Kenzo.
"Boleh tu, makan di kantin kantor saja, makanan disini juga enak." Saut Fika dengan cepat, Kenzo pun mengangguk dengan senyuman manis nya. Sementara Alana antara mau dan tidak mau.
Saat masih memikirkan, tiba-tiba Alana melihat Alvaro datang ke pada nya, mendekat ke arah nya membuat Alana menelan Saliva nya, Alana merasa tidak memiliki salah, sorotan Mata Alvaro seolah menunjukkan ketidak sukaan nya, seolah ia sedang melakukan kesalahan tanpa sengaja.
"Ayo ikut dengan ku." Kata Alvaro memegangi pergelangan tangan Alana dan membawa nya ke mobil.
Kenzo yang melihat Alvaro membawa Alana pun bermaksud untuk menghampiri dan bertanya apa yang sedang terjadi. namun Fika lekas menahan nya.
"Kenzo, aku tahu kau pasti srdang bertanya siapa yang membawa Alana, aku akan jelaskan pada mu." kata Fika.
"Iya aku mengenalnya, tapi apa hubungan nya dengan Alana?." Tanya Kenzo.
Alana merintih kesakitan karena tangan nya di cengkram kuat oleh alvaro.
"Ada apa Tuan?, Saya melakukan kesalahan apa?." Tanya Alana dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Kau mssih belum tahu apa salah mu?." Ucap Alvaro menatap Alana dengan tajam. Alana dengan pelan dan ragu mengeleng kepala.
Kim yang berada di sana duduk di kursi pengemudi menatap Alana dari balik kaca spion.
"Nona, Tuan Alvaro ingin anda menjaga sikap Anda selama diluar, Ingin anda mengingat selalu status anda saat ini adalah istri dari Tuan Alvaro. Terus dekat dengan laki-laki lain seperti nya bukan hal yang baik di mata orang, apa lagi laki-laki yang bersama anda adalah Saingan bisnis perusahaan kita." Tutur sekertaris Kim mewakili Alvaro yang diam.
"Jadi dia marah karena aku dekat dengan Kenzo, tapi apa yang perlu ia khawatirkan, aku rasa bahkan tak seorang pun tahu hubungan ku dan dia, kecuali keluarga, aku pikir dia cemburu, tapi ternyata mereka saingan bisnis." Batin Alana.
"Dia bahkan menyakiti ku." Gumam nya lagi.
Alana pun hanya diam saja, tak berkata apa pun lagi. Alvaro lalu membawa untuk pulang ke rumah, membuat Alana jadi heran.
__ADS_1
"Segera turun dan buat kan makan siang." Ucap Alvaro saat turun dari mobil.
"Tuan, ini kan masih jam kerja saya, bagaimana kalau Bos saya mencari." ucap Alana.
"Nona, anda jangan khawatir, saya suda menghubungi Bos Anda, setelah memasak anda boleh kembali ke kantor." Kim menjwab pertanyaan Alana, membuat Alana pun mengangguk, tanpa berkata lagi ia masuk ke dalam rumah.
"Aku pikir untuk apa dia datang ke kantor ku, dia hanya menjemputku agar aku bisa memasakan makan siang untuk nya?, Astaga dia sangat menyebalkan." Gumam Alana dengan kesal.
Alvaro yang tadi nya hanya ingin mengajak Alana makan siang berdua pun mengubah pikiran nya, meminta Alana masak sebagai hukuman kecil karena sudah dekat dengan Kenzo.
Di kantin kantor.
Fika duduk satu meja dengan Kenzo dan sekertaris Frans, sekertaris Kenzo.
"Jadi Alana sudah menikah?, Menikah kontrak dengan Alvaro?." Ucap Kenzo terkejut saat mendengar penjelasan Fika.
"Iya, aku memberi tahu mu karena aku melihat mu seperti menyukai Alana, agar kau tidak terus bejuang, lebih baik saran ku kau menjauhi Alana agar tidak sakit hati." Kata Fika. Kenzo tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih informasinya Fika." Ucap Kenzo.
Fika melihat Kenzo yang susah di tebak anggukan kepala nya, apa kah ia menerima untuk menjauh Alana, atau sebaik nya ia bertahan.
Kenzo pun memikirkan Alvaro, betapa licik nya Alvaro menjadikan Alana sebagai alat tukar untuk menjadi istri nya.
__ADS_1