Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
23 - Pembawa Masalah


__ADS_3

Sore itu.


Alana yang Baru selesai kantor keluar dari gedung tempat kerja nya. ia melihat Alvaro sudah menunggu nya di dalam mobil.


Melihat Alvaro yang datang menjemput nya tanpa kabar sudah biasa bagi Alana, ia pun tanpa memikirkan apa pun lagi, berpisah dengan Fika dan masuk ke dalam mobil.


Banyak mata melihat mereka, masih banyak yang belum tahu tentang pernikahan Alana dan Alvaro membuat Alana menjadi buah bibir saat karyawan lain nya melihat ia masuk ke dalam sebuah mobil mewah itu.


Tidak ada yang di bicara di antara mereka, Alana pun hanya diam saja sembari mata nya melihat tepi jalan. hingga mobil berhenti di lampu merah dan Alana melihat Orang berjualan Somay, ia pun tersenyum karena sudah lama ia tak memakan nya.


Melihat mata Alana yang menatap ke penjual pinggiran Jalan, Alvaro meminta sekertaris Kim untuk menghentikan mobil nya, Alana pun tampak heran dan melihat Alvaro.


"Turun dan segera kembali setelah membeli nya." Ucap Alvaro.


"Apa?, dia bisa membaca pikiran ku apa bagaimana." Batin Alan terkejut.


Ia bahkan hanya memikirkan nya, namun Alvaro sudah tahu apa yang ia ingin nya saat ini.


"Apa lagi yang kau lihat?." Ucap Alvaro saat Alana terdiam.


Alana tanpa mengatakan apa pun lagi, ia lekas turun dan membeli somay.


"Apa yang enak dari makanan seperti itu?." Tanya Alvaro pada Kim.


"Hanya Nona Alana yang tahu Tuan, saya belum pernah mencoba nya." Jawab Sekertaris Kim.


Alana yang menunggu makanan nya di buatkan, Ia memikirkan Alvaro yang ia merasa kalau laki-laki itu akhir-akhir bersikap baik pada nya.


"strategi apa yang ia main kan?, Bersikap baik, agar aku hamil dan merawat anak dalam perut ku dengan baik?." Batin Alana.

__ADS_1


Ia lalu menghela nafas berat, mencoba untuk menghilangkan pikiran jahat, meski ia sudah tahu sejak awal untuk apa Alvaro menikahi nya.


Setelah beberapa saat, Alana kembali dan memberikan sebungkus untuk Alvaro makan.


"Aku tidak mau." Ucap Alvaro.


"Ini enak Tuan, coba lah makan." Kata Alana.


"Dan Ini untuk anda sekertaris Kim." Ucap Alana lagi.


"Terima kasih Nona, tapi saya sudah makan." Jawab Sekertaris Kim menolak dengan sopan.


"Ini hanya makanan Ringan. ambil dan makan, aku sudah membeli nya." tutur Alana.


"Lagian ini makanan Enak, meski tepi jalan juga tidak akan membuat kalian sakit perut."Ucap Alana lagi.


tak ingin yang di ucapkan Alana semakin panjang, sekertaris Kim mengambil makanan itu. "Terima kasih Nona." ucap nya, lalu menjalan kan mobil kembali. Alana pun tersenyum dan mengangguk.


Melihat Alvaro makan, Alana pun tersenyum, dan juga ikut menikmati makan somay di dalam mobil.


•••


Hingga saat mobil mereka sampai di rumah, Alana dan Alvaro heran saat melihat ada mobil lain di halaman rumah mereka.


saat mereka turun, tampak Luna menghampiri mereka di ikuti Tom dari belakang. Alana pun agak cemberut saat melihat adik tiri nya itu ada disini.


"Kakak."


"Hai kak Alvaro."

__ADS_1


"Sejak kapan kalian disini?."Tanya Alvaro.


"Sudah lama, aku pikir ingin mencari kakak, sekalian mengingatkan Ulang tahun pernikahan Papa dan Mama lusa." Ucap Luna.


"Ulang tahun pernikahan?." Ucapapn itu keluar dar mulut Alvaro.


"Iya kak, ulang tahun pernikahan Papa dan mama, ouw astaga, apa kakak Alana tidak memberi tahu kakak?, padahal Papa sudah memberi tahu Kakak untuk mengajak Kak Alvaro datang."Ucap Luna dengan Ekpresi terkejut nya.


Alana yang melihat Luna tak berhenti bicara pun rasa nya ingin menutup mulut wanita itu saat ini juga.


Alvaro menatap Alana sebelum ia lalu berjalan masuk tanpa mengatakan apa pun lagi pada mereka.


"Aku dalam masalah." Batin Alana.


Melihat Kakak ipar nya tampak tidak senang, Luna pun tersenyum, ia percaya Alvaro tidak akan datang.


"Kak, Papa sangat berharap Kak Alvaro datang, Kakak besok jangan lupa datang, menginap lah di rumah bersama kak Alvaro. aku pulang dulu ya."Ucap Luna tersenyum remeh.


"Alana." belum sempat Tom mengajak Alana bicara, Luna menarik tangan calon suami nya itu pergi, tak memberikan laki-laki itu mengatakan lebih banyak pada nya.


Alana melihat mereka, ia pun masuk ke dalam rumah, ia tahu maksud kedatangan Luna kesini karena ia ingin melihat ketidak baikan hubungan diri nya dengan Alvaro.


"Dia seperti nya benar-benar tidak bisa hidup dengan tenang tanpa menganggu ku." Gerutu Alana dalam hati.


Ia berdiri di depan pintu Ruangan Alvaro, ia ingin membuka pintu itu untuk menjelaskan, namun tiba-tiba terhenti, ia berubah pikiran sebelum ia menyentuh ganggang pintu itu, ia pun mengurungkan niat nya, lalu berjalan pergi.


"Untuk apa menjelaskan, seperti nya tidak di perlu kan untuk nya, dia bahkan tak mengiyakan saat Luna mengundangnya tadi." Batin Alana.


"Nanti saja aku akan tanya lagi, aku akan jelaskan kenapa tidak memberi tahu nya sejak awal, itu pun kalau ia membutuh kan penjelasan." Batin nya lagi. Ia tidak penting bagi Alvaro, apa lagi tentang ayah nya, itu lebih lagi tidak penting.

__ADS_1


BANTU VOTE NYA YA. MAKASIH


__ADS_2