Hanya Wanita Pengganti Hutang

Hanya Wanita Pengganti Hutang
08 - Mengenal Kenzo


__ADS_3

Tok Tok Tok.


Alana mengetuk pintu kost an Fika. "Siapa?." Teriak Fika dari dalam kost nya.


"Aku Alana." Balas Alana.


Mendengar suara Alana, Fika pun bergegas keluar untuk membukakan pintu untuk Alana.


"Kebetulan kau datang Al, aku belum makan, ayo kita keluar cari ma....." ucap Fika sembari membuka pintu, namun perkataan terhenti saat ternyata Alana tidak datang sendiri tapi dengan laki-laki tampan.


Fika pun tersenyum melihat Kenzo.


"Fik, kenalin ini Kenzo teman aku." Kata Alana memperkenalkan Kenzo pada sahabat nya.


"Hai, Fika."


"Kenzo." 


"Kalian belum makan?, Gimana kalau kita pergi untuk makan bersama, biar aku yang traktir." Kata Kenzo.


"Gak usah dech Kenzo." Kata Alana menolak dengan halus.


"Eh, boleh kok, kebetulan kita belum makan, ia kan Al." Ucap Fika. Alana pun mengerutkan kening nya.


"Udah, sekali-kali." kata Fika lagi.


"Aku ambil tas dulu." Kata Fika lagi dan masuk ke dalam rumah.


"Maaf ya Kenzo, teman ku memang gitu, apa lagi kalau di traktir, semangat sekali dia." Kata Alana tidak enak.


"Tidak apa-apa, kan aku juga yang menawarkan diri, jadi tidak perlu minta maaf." Balas Kenzo. Alana pun tersenyum mendengar jawaban Kenzo yang benar-benar penuturan kata yang ia keluarkan sangat lembut.


Kenzo lalu membawa Alana dan Fika ke sebuah restoran bernama Restoran Alexavier untuk makan malam. 


Alana melihat nama Restoran seperti pernah tahu. "Kita makan disini Al?, Dia pasti bukan orang sembarangan."kata Fika sembari berjalan ia mengandeng tangan Alana.


"Iya, seperti nya begitu." Balas Alana.


Kenzo lalu memanggil pelayan dan memesan banyak makanan untuk dinikmati. Alana dan Fika saling melihat saat makanan itu datang di hadapan nya. Karena makanan di meja terlalu banyak.


"Jangan malu, makanan di restoran ini enak." Kata Kenzo.

__ADS_1


Fika dan Alana pun mengangguk da mulai mencicipi makanan yang memang terasa enak seperti yang di beri tahu Kenzo.


Saat sedang menikmati makan malam mereka, Alana tidak sengaja menoleh ke sembarangan arah hanya untuk melihat, namun ia tidak sengaja melihat ada Alvaro juga berada di tempat itu, Alana pun dengan cepat memiringkan wajah nya dan menutupi nya dengan rambut agar tidak di lihat oleh Alvaro. Alvaro yang memang baru selesai makan malam dengan klain nya bermaksud akan keluar dari Restoran itu. "Bos, itu seperti Nona Alana." Kata sekertaris Kim.


Mendengar itu, Alvaro pun menghentikan langkah nya dan melihat apa yang di katakan Sekertaris Kim, benar saja, Ia melihat Alana sedng berusaha menyembunyikan wajah nya padahal itu sia-sia saja.


Alvaro tersenyum sinis. "Biarkan saja."kata Alvaro, ia lalu berjalan pergi dari sana.


Alana yang melihat alvaro sudah pergi dari sana pun merasa lega, membuang nafas ketakutan nya dan kembali Rileks, namun Alana sudah tidak lagi nafsu makan.


"Ada apa Alana?." Tanya Kenzo saat melihat Alana membuang nafas dengan berat.


"Tidak apa-apa, aku hany sudah kenyang." Balas Alana.


Fika yang melihat raut wajah Alana yang tak biasa pun melihat sekitaran, tapi ia tak melihat ada apa-apa. "Kamu beneran apa Al?." Tanya Fika.


Alana mengangguk. "Fik, kita pulang aja yuk!." Ajak Alana.


"Yahhhh, sayang Al, makanan nya masih banyak, gak boleh buang-buang makanan." ucap Fika.


Kenzo yang melihat Alana sudah tidak nyaman nya berkata. "Kalau mau di bungkus juga boleh." Kata Kenzo.


Alana memegangi jidat nya dan memijitnya pelan karena Fika yang tampak tak memiliki malu saat mendapatkan sesuatu yang gratis.


"Kenzo, kami pulang dulu ya, maaf merepotkan mu." Kata Alana.


"Tidak apa-apa, aku malah suka jika kau sering-sering mau ku ajak makan bersama." Balas Kenzo. Alana tersenyum.


"Mari saya antar pulang!." Kata Kenzo.


"Tidak usah Kenzo, kami naik Taxi saja." Balas Alana. Fika yang baru saja akan berkata mau di antar kenzo lekas membuat Alana dengan cepat menarik tangan Fika dan membuat Fika mengurungkan niat nya.


"Kalau begitu, mari saya antar ke depan." Kata Kenzo.


Fika yang melihat Kenzo mau meninggalkan meja tanpa membayar pun heran. " Gak bayar dulu?." Tanya Fika.


"Tidak apa-apa, ini restoran milik keluarga ku." Kata Kenzo.


"Oh..." Fika dan Alana terkejut saat tahu ternyata ini adalah restoran milik keluarga Kenzo.


Seketika Alana baru ingat kalau ia pernah melihat nama Alexavier di Kartu nama Kenzo.

__ADS_1


"Sekali lagi terima kasih Kenzo untuk makanan nya." Kata Fika. Kenzo mengangguk lalu melihat Alana.


Alana tersenyum kexil menganggukan kepala nya pada Kenzo dan di balas oleh Kenzo.


Di mobil Taxi.


"Fik, kau benar-benar tidak ada malu nya, entah kenapa takdir membuat ku mempunyai sahabat seperti mu, tidak ada malu nya kalau udah dapat gratisan." Kata Alana. 


Fika pun tertawa terbahak-bahak. "Hei, itu kata-kata ku." Kata Fika mengingat ia pernah mengataka itu pada alana. Alana pun tersenyum karena memang seperti itu lah.


"lagian ya Al, kalau rejeki datang mana boleh di tolak, lagian Kenzo tidak akan kekurangan uang, restoran nya saja milik dia." Kata Fika.


"Iya, iya, kau memang selalu saja pandai mengeles." Balas Alana. 


"Nama nya juga anak kostan." Kata Fika kembali tersenyum menahan tawa.


Ditempat lain.


Alvaro mengingat Alana yang menghindari nya tadi, ia tersenyum sinis memikirkan wanita itu.


"Kelinci kecil, setelah ini jangan berfikir untuk bisa bersembunyi seperti itu lagi."Batin Alvaro.


•••


Keesokan hari nya.


Alana yang sedang sarapan debgan ayah nya dan juga yang lain.


"Alana, ingat nanti malam kita ada pertemuan makan malam dengan tuan Alvaro, kamu harus pulang awal, tua Alvaro orang yang tidak akan menoleransi keterlambatan." Kata Pak Herman.


"Iya pa." Balas Alana.


"Pa, kata orang tuan Alvaro itu galak dan kejam ya pa?, Gak kebayang gimana nasib kakak kalau menikah dengan laki-laki seperti itu."Ucap Luna.


Bu Susi dan pak Herman yang mendengar pun memandang Alana yang terdiam. "apa yang kau bicarakan Luna, itu hanya gosip, jangan sembarangan bicara, nanti sampai di telinga Tuan Alvaro dia akan membatalkan pernikahan ini " Kata Bu Susi memarahi Luna.


Bu Susi dan pak Herman khawatir nnti ucapan Luna akan membuat Alana mengurungkan niat nya untuk menikah, karena kalau Alana membatalkan, maka pak Herman sudah pasti akan kembali di penjara.


Luna yang di marahi pun Tak mengatakan apa pun lagi, ia cemberut dan melihat Alana yang biasa-biasa saja.


Padahal di dalam lubuk hati Alana, ia juga khawatir dan takut, namun ia mencoba biasa-biasa saja, karena percuma saja mundur, surat kontrak bahkan sudah ia tanda tangani.

__ADS_1


__ADS_2