
Cristina pun berjalan menuju lift, namun dia sadar bahwa orang-orang telah menontonnya dari tadi.
Cristina langsung membuka suaranya dengan sangat keras, agar semua orang yang menonton kejadian tadi mendengarnya.
"Dengar semuanya! Saya tau kalian telah mendengar percakapan barusan! Saya minta kalian untuk merahasiakan identitasnya!" Teriak Cristina kepada orang-orang itu.
Beni juga mendengar Cristina barusan dan hanya berani mengangguk, sama seperti orang-orang yang lainnya yang mengangguk setuju setelah mendengar perkataan Cristina.
Mereka akhirnya bubar dan tidak menghiraukan Ardi lagi, tapi mereka masih sedikit terkejut setelah mengetahui bahwa Ardilah putra Liken tersebut.
...****************...
Ardi pun mengajak Beni untuk ngobrol sebentar di sebuah sofa lebar yang empuk dan pastinya juga mahal di ruang kedatangan hotel itu.
Ardi menjelaskan semuanya dengan perlahan kepada Beni, dan dia meminta Beni untuk menolongnya kali ini.
Beni yang dari tadi bergetar selama percakapan itu, hanya bisa mengangguk setuju terhadap Ardi. Tentunya, hal yang diminta Ardi itu adalah hal yang sangat mudah bagi Beni.
Setelah percakapan yang singkat itu, akhirnya mereka bertukar nomor dan mengakhiri percakapan.
"Terima kasih sekali lagi tuan telah memaafkan ku, aku sangat menyesal, di pertemuan pertama kita, aku malah membuatmu terhina. Aku berjanji, kapanpun kau siap aku akan membawa mu ketempat yang ingin kau tuju untuk makan malam bersama." Kata Beni yang masih merasa takut terhadap Ardi.
Ardi hanya mengangguk dan setuju dengan semua hal yang dikatakan Beni barusan.
Ardi sekarang merasa sangat aman, setelah dia memiliki kenalan seperti Beni, dan Ardi akan membalikkan situasi dengan mudah ketika ada orang yang berurusan dengan nya.
"Saya juga merasa senang dengan pertemuan kita kali ini, aku merasa kamu telah bekerja sangat baik. Dan aku akan menganggap bahwa kejadian barusan tidak terjadi, jadi lupakan saja." Kata Ardi lalu langsung pergi menjauh dari Beni.
Beni diam-diam kagum terhadap sikap baik Ardi, dia bahkan membiarkan seseorang yang telah menghinanya pergi begitu saja, Beni harus banyak belajar dari Ardi.
Sedangkan Ardi merasa bahwa hal itu biasa saja, dia sudah sering mendapatkan hinaan seperti itu, jadi wajar baginya untuk menganggap hal itu biasa dan sepele.
__ADS_1
...****************...
Ardi pun memutuskan untuk pergi ketempat kerjanya dan ingin mengundurkan diri. Tapi sebelum itu, dia akan menunggu 2 hari untuk mengundurkan diri dan hanya ingin berbincang dengan Mona saja.
Setelah cukup lama akhirnya Ardi sampai ke toko ponsel tersebut menggunakan mobil kakaknya. Ardi berjalan menggunakan pakaian lusuh nya menuju kantor Mona.
Nura yang melihat ini sedikit terkejut ketika melihat Ardi keluar dari sebuah mobil mewah, Ardi belum memiliki SIM, jadi dia meminta agar bawahan kakaknya bisa mengantarnya ke toko ponsel itu.
Ardi pun sampai di kantor Mona dan langsung memulai percakapan dengan nya.
"Bu, saya sangat mohon maaf sekali lagi Bu atas kesalahan yang saya perbuat, kini toko ponsel ibu sangat terancam. Saya berjanji akan membalikkan keadaan dan melindungi toko ponsel ibu ini."
Mona hanya diam dan tidak yakin kalau anak miskin pedesaan ini bisa melindungi tokonya, Mona yakin kalau Ardi berkata seperti itu semata-mata hanya untuk menenangkannya saja.
"Sudahlah Ardi, itu gak usah kamu pikirkan, aku sudah memaafkan kamu, lagipula ini bukan kesalahan kamu, lebih baik kamu istirahat saja dan jaga diri kamu baik-baik." Kata Mona dengan santai.
Mona memanglah seorang yang sangat dermawan dan berhati mulia, dia juga seorang yang pekerja keras.
Awalnya, Mona hanyalah seorang ibu rumah tangga yang polos dan tidak tau apa-apa, namun setelah ditinggalkan oleh suaminya, dia mulai banyak belajar untuk memulai sesuatu dengan hasil kerja kerasnya sendiri dan akan membalaskan dendamnya kepada suaminya yang telah meninggalkannya.
Tapi, Mona masih berusaha tetap tegar atas cobaan yang akan dia alami sebentar lagi, bagaimana pun juga dia telah merasakan jatuh bangun dan telah merasakan asin nya garam sebelumnya.
Mona melerakan toko ponselnya ini, dan tidak memperpanjang masalah. Itu adalah hal yang sangat mulia dan perlu di apresiasikan.
"Sudahlah bu, bagaimana pun saya akan berusaha sekuat mungkin untuk melindungi toko ini."
"Kalau kamu maksa, itu terserah kamu deh."
"Ya sudahlah Bu, saya pamit pulang dulu ya."
"Kamu juga harus hati-hati, bisa saja Billy akan merencanakan sesuatu kepada kamu, berlindunglah sejauh mungkin!"
__ADS_1
"Baik Bu."
Akhirnya Ardi keluar dari kantor Mona, Nura yang melihat ini langsung menghampiri Ardi dan bertanya kasar kepadanya.
"Hey Ardi! Itu mobil siapa? Berani-beraninya kamu, setelah membuat masalah di toko ponsel ini, kini kamu malah bersenang-senang dengan menggunakan mobil mewah!"
"Iri bilang bos! Lagi pula tuh bukan punya saya kak, itu punya kawan saya. Ah sudahlah, saya mau pergi dulu."
Ardi pun meninggalkan Nura dan tidak memperdulikannya, lagipula dia masih banyak urusan lain yang harus dilakukannya, Ardi tau bahwa 2 hari lagi pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diduganya.
Ardi pun kini berada di mobil kakaknya dan meminta supir itu untuk membawanya pulang kerumah dan berhenti didepan gang, Ardi tidak mau ada yang tau kalau dia menaiki mobil ini.
Selama perjalanan, Ardi mendapatkan telepon dari Beni.
"Tuan muda, maaf mengganggu, saya ingin memberitahukan hal yang penting kepada anda. Tadi setelah kita berbincang di hotel ada yang menelepon saya dan meminta saya untuk menjatuhkan anda, dan akan membayar saya dengan 2 miliar jika berhasil membunuh anda." Kata Beni sambil gemetar.
"Apa? Siapa yang mau melakukan hal keji seperti itu?"
"Itu adalah Billy dan juga pacarnya Clara yang ingin membunuh anda dan melihat anda tersiksa tuan. Apa yang harus saya lakukan tuan?"
Setelah mendengar hal itu, Ardi tanpa sadar tersenyum tipis dan mengangkat alisnya, seolah-olah yang dia nantikan akhirnya datang juga, Ardi kini hanya ingin melihat Billy bangkrut didepan matanya, dan ingin menyiapkan beberapa rencana untuknya.
"Kamu terima saja tawaran itu, untuk selengkapnya tunggu saja kabar dari saya."
Beni yang mendengar itu langsung setuju, dan sedikit bingung dengan apa yang ingin direncanakan tuan muda ini, sedangkan Ardi langsung menutup telepon itu.
Setelah sampai di rumah, Ardi memikirkan tentang rencana apa yang akan dilakukan untuk menjatuhkan orang kaya sombong itu, Ardi ingin sekali melihat Billy menerima apa yang akan dilakukan sendiri, ibaratkan sebuah pepatah yang mengatakan "Senjata makan tuan."
Akhirnya, setelah berpikir cukup lama di rumah sewa yang dia tempati, akhirnya terlintas ide yang cukup brilian baginya untuk menjatuhkan Billy.
Ardi akan melakukan itu setelah mendapatkan info dari Beni tentang kapan akan dilakukan Billy rencananya itu.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalin jejak...