
Tak lama kemudian terlihat sebuah hotel yang sangat besar dan mewah, banyak mobil-mobil mewah yang terparkir di tempat parkir hotel tersebut.
Ardi melihat ada dua satpam yang berjaga di pintu kedatangan tamu dan menggunakan seragam khusus yang dikeluarkan hanya dari Hotel Skunuraknuusna.
Ardi melangkahkan kaki nya keluar dari bis dan segera berjalan menuju pintu kedatangan. Dua satpam yang melihat Ardi dari kejauhan mulai mengubah ekspresi mereka, dan merasa jijik melihat penampilan Ardi.
"Pak permisi, saya ingin masuk dan ingin menuju lantai paling atas hotel ini, apa bisa tolong antarkan saya kesana?" Tanya Ardi dengan sangat sopan kepada kedua satpam tersebut.
"Apa? Mau masuk? Berani sekali kamu masuk kesini! Emangnya kamu gak diperiksa dulu apa sama petugas yang didepan sana?" Tanya salah satu satpam, merasa jengkel terhadap sikap Ardi yang sok kaya.
"Sudah pak! Saya ingin segera menuju lantai atas hotel ini!" Kata Ardi sambil menunjukkan Kartu Merah VIP yang diberikan oleh kakaknya tadi.
Kedua satpam itu langsung terkejut dan tidak berkutik untuk seketika, namun mereka tidak percaya bahwa seorang miskin seperti Ardi memiliki kartu merah khusus dari Hotel Skunuraknuusna yang hanya di berikan oleh orang tertentu.
Ekspresi kedua satpam itu berubah kembali, yang awalnya terkejut akibat melihat kartu tersebut, kini mereka menjadi bersikap tegas dan tidak yakin bahwa kartu tersebut asli dan mungkin saja kartu tersebut dipalsukan oleh anak miskin ini.
"Aduh! Bagaimana ini? Dimana kalian meletakkan kartunya tadi?" Tiba-tiba suara terdengar dari tempat parkir yang dekat dari pintu kedatangan hotel, seketika salah satu satpam tadi menghampirinya karena melihat bahwa orang ini sangat kaya, terlihat dari mobil yang dibawanya, dan langsung ingin membantunya. Siapa yang tau bisa saja nanti dia bisa mendapatkan rekomendasi karena telah membantu orang ini.
Satpam tersebut membiarkan Ardi berada di depan pintu itu dan menyuruh temannya untuk menjaganya, sedangkan dia sendiri pergi ketempat parkir untuk menjumpai orang kaya yang sedang ada masalah.
"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu, mungkin saja saya bisa sedikit membantu tuan." Kata satpam tersebut seketika menjadi sangat sopan.
"Hmmm, begini, Kartu Merah VIP saya sudah hilang! Saya lupa meletakkannya dimana, apakah anda melihat kartu tersebut?" Jawab pemuda tersebut dan kemudian melontarkan pertanyaan kepada satpam tersebut.
Setelah mendengar pernyataan dan pertanyaan dari pemuda tersebut, satpam ini teringat bahwa ada seorang yang miskin yang memiliki Kartu Merah VIP ini, itu adalah Ardi. Satpam ini mengira bahwa kartu yang ditunjukkan Ardi itu adalah milik pemuda kaya ini.
Dengan secara spontan, satpam tersebut memberitahukan bahwa Ardi lah yang telah mencuri kartu merah milik pemuda ini.
__ADS_1
"Saya tahu tuan, saya melihat ada seseorang yang sok kaya datang kesini menggunakan pakaian lusuh dan menunjukkan sebuah Kartu Merah VIP agar bisa masuk ke dalam, namun kami sedikit ragu akan hal itu. Saya berpikir bahwa itu mungkin saja kartu milik tuan yang dicuri olehnya!" Kata satpam itu sedikit menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari satpam itu, pemuda kaya itu langsung percaya dan ingin melihat langsung, siapa yang telah mencuri kartu miliknya itu.
"Benarkah? Bisakah kamu mengantarkan saya untuk bertemu pria itu? Saya ingin mengambil kembali kartu milik saya!" Kata pemuda tersebut.
Mendengar perintah tersebut, satpam itu langsung menurutinya dan menuntunnya menuju ke tempat Ardi sekarang.
"Apakah ini orangnya?" Pertanyaan dilontarkan oleh pemuda tersebut.
Pemuda tersebut sangat terkejut setelah melihat seorang yang sangat miskin yang menggunakan baju lusuh datang ke tempat seperti ini, dia merasa sedikit jijik dan jengkel terhadap Ardi.
"Bagaimana bisa orang yang sangat miskin lahir didunia ini!" Batin pemuda tersebut.
"Bisakah kamu langsung memberikan kartu itu padaku orang miskin!? Atau aku harus memaksakan mu untuk mengambil kartu milik ku itu dari mu?" Kata pemuda tersebut, seketika menjadi tidak sopan.
"Maaf tuan, ini adalah kartu milik saya, kakak saya memberikannya tadi agar saya dapat bertemu dengannya hari ini di hotel ini." Ardi sedikit menjelaskan dengan nada sopan.
"Hmph, mana mungkin orang miskin bisa memiliki kartu istimewa ini!" Pemuda tersebut tidak percaya dengan cerita khayalan Ardi.
Ardi yang gelisah langsung ingin menelepon kakaknya dan meminta bantuan darinya. Ardi mencoba mengambil ponsel dikantong miliknya.
Alangkah terkejutnya Ardi, dia lupa membawa ponselnya dan kini di saat yang menegangkan ini dia tidak bisa meminta pertolongan dari kakaknya.
"Sudah! Berikan kartu itu kepada tuan ini!" Teriak satpam tersebut kepada Ardi, yang membuat Ardi semakin panik.
Kedua satpam tersebut langsung mengambil dengan paksa kartu merah yang dipegang Ardi, dan kemudian langsung mengusir Ardi dari Hotel tersebut.
__ADS_1
Ardi yang tidak bisa melakukan apa-apa saat ini hanya bisa melakukan apa yang disuruh oleh satpam tersebut dan hanya pasrah dengan keadaan yang kini terjadi.
"Dari tadi kek ngasih nih kartu, kan gue jadi gak panik seperti ini! Dasar pencuri miskin!" Teriak pemuda tersebut ke arah Ardi dan langsung berjalan menuju ke dalam hotel tersebut.
Ardi hanya bisa mendengarnya dan pergi begitu saja dari depan hotel tersebut dan menuju ke sebuah warung diseberang jalan untuk menghilangkan sedikit beban pikirannya.
Setelah cukup lama menunggu, Cristina tidak mendapatkan kabar dari Ardi dan menjadi sangat panik sekarang. Hal itu sebab, Cristina sudah sedari tadi menelepon tanpa henti kepada Ardi, namun tidak mendapatkan balasan sama sekali.
Cristina memutuskan untuk keluar dari hotel tersebut dan ingin segera mencari adiknya itu.
Setelah dia menaiki mobil miliknya, dia keluar dari halaman hotel tersebut dan melihat ke sebuah Warkop, dia mendapati Ardi yang berada di Warkop tersebut sambil menyeruput secangkir kopi murah dengan ampas kopi yang banyak.
Cristina langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri adiknya tersebut.
"Astaga dek! Ngapain kamu disini! Kakak bilang dari tadi kan masuk ke dalam hotel nya!" Kata Cristina sedikit memarahi Ardi.
Ardi yang melihat keberadaan kakaknya, langsung memeluknya dengan erat.
"Kak! Sudah lama kita tidak bertemu, akhirnya kita bertemu juga di Warkop ini. Ngomong-ngomong kakak makin cantik aja!" Kata Ardi sedikit menggoda kakaknya.
"Bisa aja kamu dek!, ya sudah ayo kita masuk ke dalam mobil kakak. Kita langsung ke dalam hotelnya aja." Kata Cristina.
"Ha? Mobil? Kakak punya mobil?" Tanya Ardi dengan sangat kebingungan.
"Sudahlah nanti kakak ceritakan sama kamu, kamu masuk aja dulu ke mobil kakak itu."
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak...