Harapan Menjadi Kenyataan

Harapan Menjadi Kenyataan
Episode 22 : Rahasia Terbesar


__ADS_3

Siapa nih yang udah Ngira-Ngira siapa Bimo ini sebenarnya?


Semua orang sudah tidak sabar akan hal ini, begitu juga dengan Ardi, dia ingin tahu, apakah Bimo juga anak orang kaya misterius seperti dia.


Gak nunggu waktu lama, acara sudah dimulai, sosok anak muda maju ke atas panggung dengan setelan jas mewah dan sepatu mahal, dan memakai aksesoris berupa jam tangan mahal. Dia maju dengan langkah anggun, itu adalah Bimo.


"Halo semuanya." Ia mengeluarkan suara khas miliknya.


Semua orang mulai terkejut dengan itu, bagaimanapun juga Bimo adalah anak yang tampan, hanya saja selama ini dia memakai pakaian murahan. Tentunya, teman satu sekolah beserta guru juga terkejut akan hal itu, semua mulai memanas dan juga menggigil.


Mereka semua membayangkan bagaimana dia di bully bersama Ardi dimasa lalu, dan kini dia muncul dengan anggun dan juga terkesan mewah, itu adalah perubahan drastis. Ardi tentu saja juga terkejut akan hal itu, dia sebagai sahabatnya saja tidak tahu tentang identitas Bimo.


Keluarga Willbord memiliki perusahaan yang banyak, dan keluarga Willbord lah pemilik dari sekolah swasta yang terkenal ini. Oleh sebab itu, Tuan Willbord atau ayah Bimo sendiri sangat mudah untuk membuat acara di sekolah itu.


"Menakjubkan. Bagaimana jika aku menunjukkan diriku seperti dia." Pikir Ardi sambil tertawa sendiri.


"Aduh nyesel banget gue nge hina dia."


"Ya nih, gue juga nyesel banget cok."


"Dia adalah pria misterius, bagaimana kalau ada orang kaya yang misterius lainnya di sekolah kita ya." Semua mulai beransumsi tentang orang kaya misterius, sedangkan Ardi yang sedikit mendengarkan obrolan mereka hanya sedikit tertawa.


"Kenapa? kalian semua terkejut setelah melihat aku ya?" Tanya Bimo dengan sudut bibir terangkat, sebenarnya dia sangat merasa puas dengan ekspresi mereka yang sangat terkejut, terlebih lagi melihat ekspresi orang yang pernah membully dia dan Ardi.


Semua kembali diam setelah mendengar ucapan Bimo. Rifki, kini dia juga tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, dia kini berpikir bahwa Ardi sama misterius nya dengan Bimo, dia memalingkan wajah dan melihat ke arah Ardi, "Tidak, dia tidak mungkin."

__ADS_1


"Baiklah teman-teman, sebelumnya saya sangat berterima kasih atas kehadiran kalian di ulang tahun saya, saya ingin kalian tahu bahwa kalian jangan pernah menilai seseorang dari luar, seperti kata pepatah ‘don’t judge a Book by it’s cover’." Kata Bimo dengan suara yang elegan.


Semua orang kembali kagum dengan hal itu, terutama Ardi, ternyata dia memiliki teman yang hebat dan juga kaya, tak heran jika selama ini Bimo selalu membantunya.


Pesta berlangsung dengan baik, semua orang mulai mendekati Bimo, bagaimanapun juga yang kaya lah yang dikejar orang-orang, terutama para wanita, no money no heart.


...****************...


Semua kembali pulang setelah pesta selesai jam 5 pagi, dan kebetulan pada hari ini sekolah libur sehingga yang lainnya dapat istirahat setelah pesta yang menyenangkan.


Ardi juga tertidur pulas setelah pesta itu, meskipun dia tidak mengikutinya sampai akhir pesta dan pulang tepat pada jam 3 subuh pagi, dia juga turut mengajak Bimo untuk nginap dirumah nya, walaupun ada sedikit perdebatan akan hal itu, tentu saja itu sebab identitas baru Bimo yang sudah terungkap.


Beberapa jam setelah tertidur dengan pulas, Ardi terbangun dan langsung meregangkan segala otot-otot yang kaku, dan langsung menuju dapur untuk memasak beberapa makanan.


Kebetulan, Ardi mengetahui teknik memasak semenjak dia punya smartphone baru, dia melihat beberapa resep di Pesbuk dan men-scroll terus-menerus pada masa lampau untuk mengetahui resep memasak, sudah hampir seperti emak-emak Pesbuk saja.


dan makanan tradisional lainnya, ia sudah terbiasa dengan makanan seperti itu, namun selama ini ia belum pernah mencoba untuk memasak nya.


Setelah selesai masak, beberapa menit kemudian, aroma tercium ke seluruh ruangan sehingga membangunkan Bimo yang masih tertidur lelap, dia langsung menuju dapur dan mulai memakan makanan yang ada tanpa ABA-ABA.


"Huft." Kata Ardi mendesah kesal, bahkan dia sendiri yang masak saja belum memakan sedikit dari makanan itu, kalaupun ada itu sekedar merasa.


"Eh sorry Ar, gw kebablasan."


"Rak popo, monggo dihabiskan saja, dang pola ho segan-segan songoni, just Relax, goten morgen." Kata Ardi dengan bahasa campuran yang membuat Bimo menjadi bingung.

__ADS_1


"Ngecek opo KOE?" Kata Bimo lalu langsung melanjutkan makanan nya yang masih tersedia.


Setelah Bimo selesai, Ardi pun turut memakan masakan yang ia masak, dan beberapa menit kemudian setelah makan mereka pergi untuk lari pagi, jam masih menunjukkan pukul 8 pagi, memang mereka tadinya bangun terlalu cepat, itu adalah istirahat tercepat yang pernah ada.


Mereka berjalan sekitar beberapa ratus meter dari rumah Ardi, mereka juga melewati tempat dimana Ardi bekerja paruh waktu atau akankah kita menyebut nya mantan pekerjaan.


Sampailah mereka ke sebuah taman yang sangat indah, beberapa orang yang lari pagi juga duduk bersantai dan beristirahat di taman itu, itu adalah taman yang sangat luas dan dapat mencakup banyak wisatawan.


"Eh Ar, gue minta maaf ya kalau selama ini gue telah bohongin lu, gue ini hanya ngikutin peraturan yang ada." Bimo berkata dengan sedikit rasa bersalah.


Ardi hanya sedikit tersenyum dan mengatakan, "Hidup memang begini Bro, kadang ada yang harus kita rahasiakan walaupun kepada teman terdekat." Ardi berhenti sejenak lalu kembali berkata, "Oh iya, lu juga jangan terkejut nanti ya, gue juga nyembunyiin rahasia terbesar gue."


Bimo yang mendengar itu hanya bisa memasang wajah heran dan kebingungan, namun mereka tidak membahas hal itu lebih lanjut dan malah membahas mengenai teman-teman mereka.


Oh iya, ngomong-ngomong soal teman, saat pesta itu berlangsung, Ardi sudah meminta seluruh hasil dari taruhannya, dia sangat senang malam itu. Bagaimana mungkin tidak senang? Dalam satu malam dapat menghasilkan uang sekitar 100 juta jika ditotal, walaupun uang segitu tidak terhitung dengan uang jajan Ardi per hari, tapi setidaknya dia mendapatkan uang itu dengan sedikit usaha.


Setelah hampir sejam bercerita dan tertawa bersama, mereka tanpa sadar sedang dilirik oleh seorang wanita berjubah dan juga misterius.


"Hah, ternyata kaya hasil kawan, akan kubalas kan dendam ku padamu, tunggu saja waktunya tiba."


Bimo sedikit menoleh dan melihat ke arah wanita tersebut, seketika wanita tersebut berlari dengan arah yang tidak beraturan dan masuk ke dalam kerumunan.


"Eh Ar, tuh orang aneh bet, tadi keknya nengok in kita dari tadi lah."


Ardi menoleh lalu langsung melihat ke arah wanita tersebut, dia tidak dapat menemukan wanita yang dimaksud Bimo, hal itu mungkin karena wanita itu sudah masuk ke dalam kerumunan itu dengan cepat.

__ADS_1


TBC....


jangan lupa tinggalin jejak.... biar makin semangat author nya, update pun sering kalau Like komen nya banyak, hehe


__ADS_2