Harapan Menjadi Kenyataan

Harapan Menjadi Kenyataan
Episode 8 : Kebenaran terungkap


__ADS_3

Akhirnya Ardi dan Cristina memasuki mobil. Pemilik Warkop tersebut hanya bisa terdiam melihat mereka berdua dan tidak berani meminta uang kopi kepada Ardi.


Akhirnya mereka sampai di tempat parkir yang memang sangat dekat dari Warkop tadi. Mereka langsung berjalan melewati pintu kedatangan tempat Ardi diusir tadi.


Satpam yang melihat keberadaan Cristina langsung menunduk, mereka juga melihat Ardi dan merasa ada yang salah.


"Per-permisi nyonya, apakah anda tidak salah membawa pria miskin ini masuk ke dalam hotel ini?" Dengan sedikit gugup, salah satu satpam tersebut bertanya.


—Plak—


Cristina langsung menampar wajah satpam tersebut dan menunjukkan ekspresi marah dan dingin. Satpam tersebut semakin takut melihat Cristina.


"Berani sekali kamu menyebut adikku orang miskin!" Kata Cristina dengan dingin.


"Apa? Adik?" Kata satpam tersebut tidak percaya.


"Kenapa? Kamu belum dengar? Apa harus aku ulang lagi ke kamu?" Ucap Cristina tambah marah, Ardi sekarang hanya bisa melihat kejadian ini dengan sangat bingung.


"Tidak nyonya, maafkan saya, saya tadi hanya tidak sengaja." Ucap satpam tersebut yang kini semakin takut.


Satpam tersebut tidak mengira bahwa Ardi adalah adik dari Cristina, dan dia baru saja melakukan hal yang salah karena telah mengusir Ardi dan telah mengambil paksa Kartu miliknya. Tentu saja kini kedua satpam tersebut dalam masalah yang besar karena telah menyinggung orang yang salah.


Akhirnya setelah kejadian diluar, Cristina dan Ardi memutuskan untuk masuk ke dalam hotel untuk berbincang bersama dengan keluarga kecil yang telah berpencar selama dua tahun.


"Kak, apa yang sebenarnya terjadi disini?, aku masih bingung kak, kenapa kakak punya mobil dan kini kita berada di ruang Hotel VIP?" Kata Ardi, memasang wajah kebingungan.


Memang sungguh tidak terduga bagi Ardi dapat menaiki mobil mewah milik kakaknya untuk pertama kalinya, dan kini dia berada di ruang hotel yang sangat mewah dan sangat luas di sebuah hotel populer dan mahal.


Bahkan, memijak halaman hotel saja baru pertama kali bagi Ardi, apalagi memasuki ruangan VIP dengan desain interior yang sangat berkelas dan tentunya sangat mahal, sungguh sangat membingungkan.

__ADS_1


"Apakah kamu mau tau yang sebenarnya terjadi?" Tanya ayah Ardi sambil mengeluarkan asap vape mahal dari mulutnya.


"Iya yah?"


"Begini nak, kita ini sebenarnya adalah orang yang sangat kaya sejagat raya. Kita memiliki harta kekayaan yang sangat banyak yang tidak akan habis sampai 7 turunan, 10 turunan, maupun 100 turunan, itu artinya kita tidak akan pernah bisa menghabiskan seluruh kekayaan kita kapanpun itu." Jelas Ayah.


"Ha? Apakah itu benar?" Ekspresi terkejut tentu saja terlihat dati wajah Ardi seketika saat mendengar setiap kata yang dikatakan oleh ayahnya.


"Iya dek, kita adalah orang yang sangat disegani diseluruh dunia ini, tidak ada yang bisa melawan kita sama sekali! Siapa pun itu tidak akan bisa!" Sambung Cristina dengan sedikit bangga.


Tentu saja, siapa pun yang mendengar ini pasti sangat terkejut, apalagi Ardi yang merasakan semuanya.


Namun, Ardi masih sedikit ragu, bagaimana bisa mereka menjadi keluarga yang sangat kaya? Mereka adalah orang pedesaan yang sangat miskin dan bahkan sangat susah untuk hidup, lalu sekarang mereka menjadi sangat kaya yang bisa membangun sesuatu dengan satu kata, sungguh membingungkan.


"Ayah dan kakak sedang bercanda kan? Kita kan orang termiskin dan bahkan di pedesaan saja sudah miskin!" Tanya Ardi dengan tidak percaya.


"Jadi, kamu ayah uji untuk hidup miskin sementara, ayah ingin kamu menjadi anak yang baik dan tidak menghamburkan uang begitu saja. Dengan begini, kamu akan tau bagaimana susahnya cari uang dan susahnya cari makan." Jelas Ayah.


"Tapi, ini saatnya kamu tau semuanya, ayah sudah lihat kamu melalui orang yang ayah kirim untuk melihat kamu selama 24 jam. Dan semua ini adalah kebenaran, ayah sudah transfer jajan kamu hari ini ke rekening bank kamu! Kamu sudah lihat kan?" Sambung ayah.


"Jajan? Sepertinya ada yang salah transfer kerekening ku yah, jadi kuputuskan untuk tidak menyentuh maupun menggunakan uang yang ada di ATM itu." Jawab Ardi dengan santai.


"Salah transfer? Berapa nominalnya?"


"Rp.500.000.000 yah!"


"Astaga Ardi! Itu uang jajan yang ayah kirim untuk kamu! Kamu bilang salah kirim, kamu memang sama seperti dulu, Tidak mudah percaya!" Jawab Ayah.


"Ja-jajan? 500 juta dibilang jajan? Ayah bercanda?" Kini Ardi gemetar membayangkan bahwa dia memiliki uang sebanyak itu di rekening bank nya.

__ADS_1


Ardi selama ini mengira, uang sebanyak itu sangat susah didapatkan, gajinya saja 0,2 persen dari jumlah nominal tersebut. Namun, setelah mendengar ayahnya, itu adalah suatu hal yang sangat mudah.


"Iya nak, itu jajan kamu per hari, jadi setiap harinya ayah akan menyuruh pihak bank mentransfer secara langsung ke rekening kamu."


"Tapi yah, kenapa bisa?"


"Udah gini aja, kamu tahu keluarga Liken? Itu keluarga kita!"


"Keluarga Liken yang itu? Apa benar itu keluarga kita?" Kata Ardi masih sedikit tidak percaya, bagaimana juga dia masih tidak percaya bahwa seseorang yang sangat miskin berubah menjadi sangat kaya hanya dalam satu malam.


"Iya nak! Nama kamu kan Ardiansyah Liken, sudahlah! Kamu jangan tanya lagi! Mau tidak mau kamu harus percaya dengan kenyataan yang pahit ini!"


"Kenyataan pahit? Ini kenyataan yang sangat manis bagiku." Batin Ardi.


"Tapi yah, aku mau identitasku dirahasiakan saja kalau memang aku benar-benar anak orang kaya, soalnya aku masih mau meneruskan belajar ku dengan tenang." Jawab Ardi.


"Iya, itu gampang!" Kata Ayah Ardi dengan santai.


"Oiya kak, aku lupa, aku tadi baru saja dituduh mencuri kartu merah milik seorang pemuda yang juga kaya, dan mereka mengambil Kartu Merah VIP yang kakak berikan kepadaku." Jelas Ardi setelah mengingat kejadian yang baru saja terjadi tadi, dan dia ingin melihat seperti apa wajah pemuda itu setelah tau nantinya bahwa Ardi adalah orang terkaya di dunia.


"Apa? Berani sekali dia mengambil kartu milik kamu! Kakak tidak akan membiarkan dia lepas, aku akan mengambil kembali sesuatu yang memang seharusnya kamu miliki, dan aku mau muka adikku ini dipuji bukan dihina!" Kata Cristina dengan rasa yang marah dan juga emosi.


Akhirnya, setelah perbincangan yang cukup lama diruang VIP yang luas itu, mereka memutuskan untuk keluar, dan kini Ardi dan Cristina pergi mencari pemuda yang dimaksud oleh Ardi.


"Hmph, aku akan mengusir dia dari Hotel ini jika aku sudah menemukannya! Aku tidak akan terima bila adikku diperlakukan seperti ini di hotel miliknya sendiri!" Ucap Cristina sambil berjalan mencari.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


__ADS_2