Harapan Menjadi Kenyataan

Harapan Menjadi Kenyataan
Episode 5 : Hampir saja...


__ADS_3

"Satpam!!! Bawa pria miskin ini keluar dari Cafe ini, aku tidak mau dia merusak suasana Cafe yang indah ini!" Kata pria tersebut setelah mendengar bahwa Ardi hanyalah seorang yang miskin tanpa harapan.


Satpam yang mendengar langsung membawa Ardi keluar dari Cafe tersebut, mereka bisa melihat bahwa pria yang mengusirnya keluar itu orang yang tidak bisa disinggung, terlihat dari pakaiannya yang mewah, sedangkan Ardi hanyalah menggunakan pakaian murah yang bisa didapatkan di pasar obral.


Setelah satpam-satpam itu mengusir Ardi keluar dari Cafe Cursom, tanpa sadar Bos cantik pemilik toko ponsel tempat Ardi bekerja melihat kejadian itu. Seketika bos itu langsung menghampiri Ardi.


"Apa yang terjadi?, ayo kita kesana dulu." Kata bos itu lalu langsung membawa Ardi menyeberangi jalanan dan menuju ke toko ponsel miliknya.


"Apa yang terjadi?" Tanya bos itu penasaran.


"Pacarku baru saja berselingkuh di Cafe itu, lalu aku melabraknya, tanpa sadar aku menyinggung orang yang salah dan langsung mengusir ku dari Cafe itu." Kata Ardi menjelaskan tragedi yang terjadi.


"Lalu ada apa dengan wajah kamu." Bos itu tidak bisa tidak menanya setelah melihat kondisi Ardi seperti ini.


"Apa mereka juga yang buat?" Sambungnya.


"Tidak Bu, ini kejadian semalam, aku dirampok oleh preman pada saat berjalan pulang, semua bonus yang ibu berikan kepadaku habis dirampok mereka dan mereka menghajarku sampai babak belur." Jelas Ardi secara rinci mengenai kejadian yang menimpanya semalam.


"Maaf, kemarin saya tidak ada pada saat kamu kesusahan." Kata bos itu dengan prihatin.


"Gak papa kok Bu, saya datang kesini ingin izin tidak masuk kerja untuk sementara, soalnya saya masih dalam kondisi seperti ini Bu." Kata Ardi meminta izin kepada bos cantik itu.


"Ya sudah, saya beri kamu izin 5 hari tidak masuk kerja, tapi saya masih penasaran dengan orang yang kamu singgung di Cafe itu." Kata bos itu sedikit penasaran.

__ADS_1


"Nanti saya akan tunjukkan Bu, kita tunggu saja mereka berdua keluar, pasti sebentar lagi akan keluar." Kata Ardi


Bos itu pun setuju untuk menunggu sampai mantan pacar Ardi dan juga pria yang tidak dikenal itu.


Setelah menunggu beberapa menit, yang mereka tunggu pun akhirnya keluar, mereka bergandengan tangan menuju keluar Cafe dan masuk sebuah mobil sport.


Bos tersebut melihat orang yang keluar tersebut, dan Ardi mengatakan bahwa pria itulah yang disinggungnya tadi, Bos tersebut memasang wajah terkejut setelah mendengar hal itu.


Salah satu pegawai yang tidak suka kepada Ardi yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka berdua juga melihat kejadian ini, tiba-tiba terlintas ide untuk membuat Ardi dipecat dari tempat kerjanya.


Pegawai tersebut lalu menghampiri mereka dan melihat bahwa bosnya juga sangat terkejut akan hal itu, tentu ini adalah momen yang tepat baginya untuk melakukan aksinya.


"Bu, itu adalah Billy Ruber, putra ke 2 dari keluarga Ruber. Kenapa ibu tidak mencoba untuk mendekatinya?, dia pasti akan sangat suka kalau ada yang mendekatinya, cuman dia pasti sangat tidak suka jika ada yang menyinggungnya dan dia tidak akan membiarkan orang yang menyinggungnya itu bisa hidup aman, pekerjaannya pasti juga akan dibuat bangkrut, jadi siapa tau kalau ibu mendekatinya toko kita ini bisa berjaya." Kata pegawai tersebut dengan sedikit memberikan sindiran di perkataannya.


Ardi juga secara spontan terkejut mendengar itu, pasti pekerjaannya tidak akan lama lagi, Ardi telah menyinggung orang yang salah.


Pegawai tersebut menjadi sangat senang ketika melihat raut wajah mereka berdua yang berubah seketika. Dia memang sejak awal sudah membenci Ardi, dia mengira bahwa Ardi terlalu cari muka dan juga pekerjaannya lebih baik darinya. Baru pertama kali masuk kerja sudah mendapatkan bonus, sedangkan dia sudah 3 tahun bekerja tetapi tidak ada bonus yang didapatkannya sama sekali.


Dia adalah Nura, seorang wanita yang juga bekerja paruh waktu di toko milik bos cantik itu, dia seorang mahasiswi di sebuah universitas terkenal yang berada di Jakarta, dia mendapatkan beasiswa disana, namun pastinya masih ada biaya yang harus dikeluarkan, itulah sebabnya dia bekerja paruh waktu di toko ponsel itu.


Semenjak pertama kali Ardi masuk ke tempat dia bekerja, dia sudah mulai merasa memiliki pesaing baru yang mungkin lebih hebat darinya, dan itu terbukti pada saat dia mendapatkan bonus di hari pertamanya.


Kini dia merasa sangat senang, semua kesusahan sudah melanda pesaingnya itu, mulai dari diputusin pacarnya, dan juga habis dirampok oleh sekelompok preman, bahkan sebentar lagi dia akan dipecat dari tempat kerjanya.

__ADS_1


"Bagaimana ini, sebentar lagi pasti toko ku akan bangkrut." Gumam bos cantik itu.


Ardi juga secara spontan melihat wajah bosnya, Ardi sadar bahwa bos cantik itu sangat khawatir.


"Bu maafkan saya, sepertinya lebih baik saya mengundurkan diri saja, keadaan kini semakin memburuk, saya tidak mau nanti ibu kena juga." Kata Ardi dengan merasa bersalah dan juga sedih.


Bos cantik itu hanya terdiam dan memikirkan bagaimana cara yang harus dia lakukan saat ini, bos cantik itu masih merasa kasihan kepada Ardi yang baru saja mendapatkan malapetaka di kehidupannya.


Sementara itu, pada saat Clara dan Billy diperjalanan pulang, mereka membahas soal Ardi tang tadi mengganggu obrolan makan malam mereka.


"Sayang, saya masih tidak suka dengan orang yang tadi mengganggu kita makan malam, mungkin aku akan membalasnya, apakah kamu setuju?" Tanya Billy kepada Clara dengan sedikit merasa marah.


"Terserah kamu saja deh sayang, lagi pula dia kan udah mantan aku, jadi mau di apain juga gak papa." Jawab Clara dengan biasa dan tidak merasa kasihan kepada Ardi.


Tentunya Billy yang mendengar jawaban dari Clara menjadi sangat senang, kini dia bisa membalasnya dan membuatnya menderita seumur hidup karena telah berurusan dengannya.


"Baiklah sayang, makasih banyak ya sayang, aku akan kembali kepadanya dan membalaskan dendam ku kepadanya, kita tunggu saja tanggal main nya." Kata Billy dengan senang dan langsung secara spontan mencium pipi Clara, hal itu membuat Clara menjadi gugup selama perjalanan.


Akhirnya, setelah bos cantik pemilik toko ponsel tempat Ardi bekerja memikirkannya cukup lama, dia memutuskan untuk membiarkan Ardi tetap bekerja di toko ponselnya, namun dia ingin untuk berhati-hari lagi nantinya dalam bertindak.


Tentunya Nura yang mendengar hal ini sangat terkejut dan tidak terima dengan keputusan yang diberikan oleh Bos tersebut.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak...


__ADS_2