Harapan Menjadi Kenyataan

Harapan Menjadi Kenyataan
Episode 23 : Wanita Misterius


__ADS_3

Setelah sedikit olahraga pagi, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Siapa sih tadi orang itu?" Tanya Bimo dalam hati dengan rasa sedikit gelisah, bagaimanapun juga, dari kelihatannya wanita itu seperti memiliki aura balas dendam yang memanas.


Bimo mondar-mandir memikirkan hal itu, sampai dia teringat dengan sesuatu, "eh anjir, pake lupa segala lagi, dimana ya." Kata Bimo lalu langsung mencari.


Dia lupa untuk membuka hadiah dari Ardi, memang bukan hanya kado Ardi saja yang belum dia buka, hampir seluruh kado yang diberikan kepadanya belum dia buka.


"Atau buka yang lain dulu ya, biar makin greget." Gumam Bimo sambil membuka satu-persatu kado yang diberikan kepadanya.


Bimoli, itulah setidaknya kado pertama yang dia temukan, "Apaan sih, masa iya ngasih kado minyak? Emang sih sekarang minyak lagi langka, tapi gak itu juga kali hadiah untuk gue."


Dari sekian tumpukan kado yang berada di rumahnya, bukan hanya satu orang ini saja yang memberinya hadiah minyak goreng, tapi sekitar 20 persen kado yang dia terima isinya minyak goreng, "Kalau dihitung-hitung, kayaknya gue bisa jadi pengusaha minyak nih." Pikir Bimo sambil tertawa geli.


Akhirnya, dia sampai ke bagian hadiah dari teman satu sekolah, guru-guru yang hadir juga turut memberi hadiah. Jadi, hadiah yang dia terima sangatlah banyak, tadi saja dia masih buka hadiah dari orang yang diundang secara acak, dan total nya sekitar 200 hadiah, bisa pingsan dia kalau harus membuka seluruh hadiah ini sendirian.


Memang, hampir seluruh tamu undangan memberikan hadiah, bahkan ada yang memberinya hadiah lebih dari satu, walaupun ada juga yang tidak memberikan hadiah sama sekali dan hanya numpang makan dan berpesta. Udah gak kasih hadiah, paling banyak lagi yang menghabiskan hidangan.


Karena banyaknya hadiah yang harus dia buka, dia meminta asisten pribadi nya untuk membantu nya membukakan hadiah tersebut, Bimo juga turut mengajak supir, koki, dan penjaga kebun untuk membantunya membuka hadiah.


Kalau di total, hadiah yang dia terima bisa mencapai 2.000 hadiah, bahkan banyak juga yang memberinya hadiah besar, itu adalah orang-orang penting yang diundang ayahnya, Bimo yakin pasti hadiah itu isinya mobil atau motor.


Setelah cukup banyak bantuan, dia hampir selesai membuka seluruh hadiah dari teman satu sekolahnya dan juga hadiah dari guru-gurunya, dia menyisakan hadiah dari teman dekatnya dan juga hadiah dari orang yang nge-bully dia, dia ingin membuka hadiah itu sendiri.

__ADS_1


"Sendal jepit? Absurd banget lah orang ini ngasih hadiah ke gue, dia pikir gue mau apa pakai sendal jepit begini." Kata Bimo dengan rasa kesal setelah membuka hadiah dari Septo, dia gak habis pikir dengan hadiah yang diberikan Septo.


Bukan hanya sendal jepit saja yang dia lihat di dalam kotak hadiah Septo, dia juga melihat sepucuk surat tepat dibawah sendal jepit tersebut.


Bimo membaca surat itu dalam hati ‘Nih hadiah dari gue untuk lo anak miskin, gue sengaja ngasih lo sendal jepit kayak gini, gue takut nanti telapak kaki kampungan lo itu terluka, jadi tolong di terima ya bocah miskin! Oh iya satu lagi, lainkali jangan sok-sokan mau buat pesta dan ngundang satu sekolah, nanti lo kehabisan uang hanya untuk buat pesta dan jadi gelandangan.’ Itulah isi dari surat tersebut.


Bimo yang membaca surat itu tertawa terbahak-bahak sampai mengejutkan orang yang di sekitarnya, dia tidak bisa menahan ketawa nya setelah melihat isi surat itu.


Sebenarnya Septo menulis surat itu pada saat mengemas hadiah nya, tentu saja dia belum tahu bahwa Bimo adalah anak orang kaya, itu bisa terlihat dari wajahnya yang terkejut ketika baru mengetahui bahwa Bimo adalah anak orang kaya.


Hadiah selanjutnya yang Bimo buka adalah hadiah dari Rifki, kini dia sangat terkejut dengan apa yang diberikan Rifki, dia memberinya hadiah Mi instan.


"Huft, gue tahu mi instan itu enak, tapi kan gak harus itu juga kali hadiah nya. Udah gitu, banyak banget lagi, dikira gue mau Mukbang apa makan segitu banyak mi? Bisa meninggoy gue." Rifki bukan hanya memberikan 1 hadiah, dia juga memberikan hadiah tambahan ke Bimo.


Kini Bimo sudah mulai bosan dengan hadiah-hadiah dari teman satu sekolahnya, mereka memberikan hadiah yang begitu absurd, ada yang kasih bawang, beras, minyak goreng, pisang, pot bunga dan banyak lagi hadiah absurd lainnya.


"Capek banget gue sumpah, aneh bet dah orang-orang zaman sekarang. Mungkin, ini udah saatnya gue buka hadiah dari Ardi, mungkin hadiah dia yang lebih bagus dari pada yang lain." Gumam Bimo.


Bimo lalu mengambil hadiah yang diberikan Ardi, hadiah itu ada dua namun dibungkus dalam satu kotak yang sama.


Bimo langsung merobek bungkus itu dan langsung melihat dua kotak yang ada di dalam nya. Pertama kali dia mendapatkan bahwa kotak pertama berisi topi, alangkah senangnya Bimo menerima hadiah ini, bagaimana pun juga hadiah dari Ardi selalu berarti baginya.


—Cruck—

__ADS_1


Bimo kembali membuka satu lagi hadiah itu, "Kunci? Buat apa ya kira-kira." Pikir Bimo yang masih kebingungan, dia lalu melihat ada sebuah kertas kecil yang sangat mewah, terdapat tulisan diatas kertas itu.


'Silahkan datang ke jalan Ahmad Yani nomor 2 dan ambil hadiah anda, semoga anda dapat senang dengan hadiah dari sahabat terbaik anda, terima kasih.' Begitulah kita-kira isi dari surat tersebut.


Ardi masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia langsung bergegas menuju tempat yang dituju karena dia sangat penasaran. "Sela, tolong ambil kunci mobil, saya mau pergi sebentar."


Bimo lalu langsung pergi ke alamat tersebut dengan menggunakan mobil sport nya, Bimo berpikir untuk tidak menyembunyikan identitas nya lagi, bagaimanapun juga, semua orang hampir tau dengan identitasnya. Bimo juga turut membawa kertas kecil tersebut beserta kuncinya.


Tidak nunggu waktu lama, dia sudah sampai di tempat yang dimaksud, memang tempat nya tidak jauh dari rumah Bimo, apalagi dia pakai mobil sport yang kecepatannya lebih cepat dari pada mobil lainnya.


Bimo turun dengan cara yang elegan, semua mata tertuju kepada dia. Tentu saja semuanya terpesona, Bimo memakai setelan jas mewah, apalagi wajahnya yang tampan menarik perhatian banyak wanita.


"Showroom mobil? Ngapain harus ke sini." Kini Bimo merasa sangat bingung dan heran.


Pada saat Bimo ingin memasuki showroom itu, tiba-tiba dia dikejutkan dengan seorang wanita yang menabrak dia, kelihatannya dia tampak terburu-buru sehingga menabrak Bimo.


"Aduh pak, saya minta maaf."


"Gak papa kok, sans aja." Kata Bimo lalu menoleh ke arah wanita itu setelah sedikit membersihkan jas mahalnya yang terkena sedikit oli yang dibawa wanita itu


"Ini kan wanita yang tadi pagi." Batin Bimo.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak....


__ADS_2