Harapan Menjadi Kenyataan

Harapan Menjadi Kenyataan
Episode 15 : Ponsel Baru


__ADS_3

Ardi masih bingung dengan sikap kakak nya yang langsung mematikan telepon tersebut.


Tak lama kemudian, telepon tersebut kembali berbunyi, namun terlihat bahwa kontak tersebut belum tersimpan.


Ardi lalu dengan cepat mengangkat telepon tersebut dan mulai membuka obrolan.


"Halo, ini siapa ya?"


"Maaf Tuan Muda, nama saya Brodi, dan saya adalah orang yang disuruh nyonya Cristina untuk membantu anda Tuan."


Ardi mulai mengerti dengan kondisi nya, kini Ardi sudah tau bahwa kakak nya telah menyuruh seseorang untuk membantu nya dalam melaksanakan sesuatu, Ardi teringat bahwa kakak nya pernah mengatakan bahwa ia akan menyuruh orang untuk membantu nya juga dalam hal bisnis.


"Oh, baiklah, bisa di ulang sekali lagi nama kamu? Saya sedikit kurang jelas sepertinya mendengar nama kamu." Ardi memang masih belum bisa mendengar suara Brodi dengan jelas, hal itu disebabkan ponsel nya yang sudah mulai rusak itu.


"Brodi, nama saya adalah Brodi Tuan." Brodi lalu mengulang kembali namanya.


Ardi yang mendengar nama itu merasa sedikit terkejut. Bukankah dia adalah seorang pengusaha yang cukup kaya di Jakarta? Dan orang-orang juga tau bahwa dia memiliki saham di Neuro Street.


"B-Brodi? Apakah kamu Brodi Cumber?"


"Iya Tuan Muda, senang karena mengetahui bahwa anda mengenal saya."


"Astaga, ya jelas kenal lah, siapa juga yang tidak kenal dengan kamu Brodi!" Gumam Ardi.


"Oh iya Tuan Muda, apa yang bisa saya bantu saat ini Tuan?" Brodi mulai bertanya mengenai perintah pertama Tuan Muda tersebut terhadapnya.


"Hmmm, saya mau beli ponsel baru, soalnya ponsel saya ini udah kuno sekali, sepertinya sudah bau tanah ponsel saya, apa kamu bisa merekomendasikan ponsel." Ardi berpikir untuk meminta rekomendasi ponsel terbaik langsung dari ahlinya, bagaimana pun juga Brodi adalah pengusaha sukses yang sudah berpengalaman dalam hal memilih barang mewah.


"Ponsel ya Tuan? Baiklah saya akan mengirimkan ponsel terbaik yang pernah ada, bisakah anda memberitahukan alamat anda kepada saya Tuan?" Brodi berpikir untuk memberinya ponsel baru sebagai hadiah kepada Ardi.


"Sudahlah, kau tidak perlu repot-repot seperti itu, saya hanya meminta rekomendasi dari kamu!" Ardi tentu nya tidak ingin merepotkan orang lain dengan hal sepele seperti ini.


"Tidak Tuan, sungguh, saya dengan senang hati memberikan nya kepada anda."


"Ya sudah itu terserah kamu, tapi tidak usah beri aku hadiah ponsel, kamu bisa memberikan aku hadiah yang lain, dan aku ingin kamu memberitahukan kepada aku mengenai ponsel yang bagus dan juga tempat jual ponsel yang terbaik, aku ingin datang untuk melihat nya sendiri."

__ADS_1


"Baiklah Tuan Muda, sesuai perintah anda."


Brodi lalu memberikan informasi terkait ponsel dan juga toko ponsel terbaik yang ada di Jakarta.


...****************...


Keesokan hari nya, kebetulan Ardi libur sekolah, jadi pagi-pagi sekali Ardi mulai pergi untuk membeli sebuah ponsel baru yang lebih canggih.


Sebelum dia pergi ke toko ponsel yang direkomendasikan oleh Brodi, Ardi terlebih dahulu sarapan di sebuah rumah makan kecil yang menjual berbagai macam aneka sarapan pagi dengan harga yang standar.


Ardi juga telah menyiapkan sejumlah uang untuk dia beli ponsel nanti, tentunya Ardi juga membawa kartu ATM miliknya, siapa tau saja nanti uang nya kurang.


Ardi menikmati sarapan pagi nya dengan lahap, Ardi sudah terbiasa dengan makanan murah. Memang, harga tidak menjamin kualitas, walaupun harga makanan yang murah tetapi memiliki kualitas yang terbaik.


Setelah sarapan pagi, ia mulai beranjak dari tempat duduk kayu rumah makan itu dan menuju ke toko ponsel yang di rekomendasi kan oleh Brodi.


Ardi berangkat menggunakan sepeda motor milik Bimo yang di pinjam kan nya tadi sebelum pergi, namun Ardi tidak memberitahukan alasan mengapa dia meminjam sepeda motor tersebut.


Akhirnya, Ardi sampai di tempat yang ia tuju sebelumnya, dia melihat banyak sekali orang kaya yang datang ke toko ponsel itu, toko ponsel itu memang sangat besar.


Itu adalah Rifki, teman satu sekolah Ardi.


"Oh, ternyata itu lo, siapa bilang gue ngemis? Gue mau beli ponsel di sini!"


"Ponsel? Emangnya lo mampu ya? Gue bertaruh lu gak akan mampu beli satu ponsel pun yang ada di sini!"


Ponsel di toko itu memang ponsel-ponsel yang memiliki kualitas terbaik, harga nya juga tidak main-main, ponsel termurah di toko itu saja berkisar 3 juta.


Rifki sangat yakin kalau Ardi pasti tidak mampu beli ponsel disitu.


"Bertaruh? Mau bertaruh berapa? Seluruh kekayaan lo?" Ardi sepertinya merasa sangat jengkel melihat sikap Rifki.


"Semua kekayaan gue? Bisa saja! Tapi kalau lo tidak bisa beli ponsel nya gimana? Lo mau apa jadi pembantu gue?"


"Oke! Asalkan lo jangan lari nanti, apa kita perlu buat surat perjanjian?"

__ADS_1


"Boleh saja, gue adalah pria yang sejati, karena pria memegang omongan nya!"


Ardi kini mulai menelepon Brodi, dia meminta Brodi untuk membuat sebuah surat pemindahan kekuasaan dan juga membuat sebuah surat perjanjian.


Setelah beberapa menit mereka menunggu, seorang pria datang membawakan surat-surat tersebut dan memberikan nya kepada Ardi.


"Ini Tuan surat yang anda minta."


"Terima kasih ya."


Ardi dan Brodi pun akhirnya menandatangani surat perjanjian itu, dan untuk surat pemindahan kekuasaan itu untuk sementara di pegang oleh Ardi.


"Ya sudah, kita langsung ke toko ponsel nya saja!" Ardi sangat bersemangat sekarang, dia pastinya dengan mudah membeli sebuah ponsel, bahkan berapa pun ponsel yang dia ingin kan pasti dengan mudah dapat ia beli.


"Untung saja bawa kartu ATM, kurasa ponsel disini cukup mahal." Gumam Ardi.


Ardi lalu dengan cepat melihat promo-promo yang ada, Ardi juga meminta seorang pegawai toko ponsel itu untuk memberi kan kepadanya ponsel rekomendasi di toko tersebut.


"Permisi mbak, bisa tolong rekomendasikan ponsel terbaik dan juga termahal yang ada di toko ini?"


Pegawai tersebut hanya bisa merasa jijik terhadap Ardi, dia melihat dari penampilan Ardi yang sangat jauh berbeda dengan Rifki.


Tapi, bagaimana pun juga dia harus tetap melayani seluruh pelanggan yang berada di toko tersebut.


Rifki yang melihat kepercayaan diri Ardi juga mulai merasa jijik terhadap dia.


"Hadeh! Apa lo yakin mau beli ponsel termahal yang ada di toko ini?" Rifki mulai menyinggung Ardi.


Ponsel termurah saja sudah mahal, apalagi ponsel yang paling termahal pasti harga nya sangat tinggi.


Pegawai tersebut lalu menghampiri mereka berdua sambil membawa sebuah ponsel yang dibungkus dengan kotak mewah.


"Permisi tuan-tuan, ini adalah ponsel termahal dan juga ponsel rekomendasi di toko ini, harga nya berkisar 125 juta rupiah."


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak...


__ADS_2