
"Terserah apa kata kalian." Ardi lalu mengambil kertas itu dan menandatangani perjanjian tersebut.
"Berhenti!" Kata seorang guru memberhentikan Ardi yang sedang menandatangani surat perjanjian itu.
Dia adalah wanita tua yang telah bekerja sebagai guru, dia sudah lama mengajar di sekolah swasta tempat Ardi sekolah, dia selalu memandang rendah anak miskin dan memuja anak kaya. Bahkan, dia tidak memperdulikan nilai anak miskin dan membuatnya di bawah rata-rata, untung saja guru itu tidak mengajar di kelas Ardi.
"Kalau kamu tidak berhasil duduk di tempat istimewa itu, kamu akan dikeluarkan dari sekolah." Kata guru itu dengan tatapan serius, dia tidak ingin bermain-main lagi dan ingin menyingkirkan pembual hebat ini.
Semua siswa/i yang mendengar itu mulai bersemangat dan langsung setuju dengan pernyataan guru tua itu.
"Sepertinya ini akan menjadi akhir bagi si bocah miskin payah."
"Ya, dia tidak akan bisa melakukan apa-apa sekarang."
"Huft, kasihan sekali nasibnya."
Semua orang mulai mencibir satu sama lain dan mulai merasa jijik dengan Ardi.
"Terserah apa katamu." Kata Ardi dengan santai dan langsung melanjutkan menandatangani perjanjian itu.
Ardi sebenarnya tidak peduli sama sekali dengan guru tua itu, bahkan apapun yang guru tua itu rasakan terhadapnya ia tidak peduli.
Setelah menandatangani surat itu, ia langsung berjalan menuju tempat istimewa yang telah disediakan, dia pergi sambil membawa sebuah surat undangan yang diberikan oleh Bimo.
"Sayang sekali, sikap kepercayaan dirinya membuat dia menjadi manusia paya."
Semua mulai mencibir kembali dan memperhatikan Ardi yang sudah sampai di tempat itu, mereka semua melihat nya masih dengan ekspresi jijik di wajah mereka.
Mereka mengira bahwa Ardi akan di usir dan dipermalukan. Tanpa sadar, Ardi sudah duduk di kursi istimewa itu bersama orang-orang penting lainnya, mereka yang melihat nya hanya bisa menganga tidak percaya, orang miskin dari pedesaan bisa menduduki kursi istimewa dan bahkan mengobrol dengan santai bersama orang penting, sungguh sebuah kemustahilan. Tapi apa boleh buat, itu semua sudah terjadi.
__ADS_1
Mereka mulai memikirkan tentang taruhan yang mereka lakukan, mereka menghabiskan cukup banyak uang untuk taruhan ini, dan mereka hanya bisa membiarkan uang mereka hilang dibawa oleh anak miskin pedesaan, satu sekolah yang berkisar hampir 1000 orang melakukan taruhan untuk ini, bisa dibayangkan berapa banyak uang yang dihasilkan Ardi.
Sedangkan Rifki juga masih tidak percaya, namun untung saja dia tidak melakukan taruhan kepada Ardi, sama seperti anak miskin lainnya, mereka juga tidak melakukan taruhan dan hanya menyaksikannya saja, siswa/i yang tidak ikut taruhan itu hanya kurang dari 50 orang.
Disisi lain, pada saat teman-teman nya sedang khawatir dengan uang mereka Ardi ketawa sambil bercanda gurau bersama Brodi, Billy dan orang penting lainnya.
"Ngomong-ngomong nih, bagaimana kamu bisa datang kesini?" Tanya Ardi kepada Brodi dan juga Billy, dia ingin sekali mempertanyakan hal ini kepada mereka dari tadi, hanya saja menunggu waktu yang tepat.
"Seperti yang Tuan tau, kita mendapatkan undangan dari keluarga Willbord untuk menghadiri pesta ini, dan kebetulan kita bertemu, apa yang Tuan lakukan disini?" Kata Brodi dan membalikkan pertanyaan yang juga ingin ia tanyakan.
"Kau tau, barang yang kuminta sama kamu itu yang untuk hadiah sahabatku? Itulah alasan aku berada disini, dia mengadakan pestanya disini."
Orang-orang di sekitar mereka tidak percaya dengan keakraban Ardi dan juga Brodi, padahal Ardi adalah anak miskin dari pedesaan, kelihatan dari cara dia berpakaian, tetapi tidak dengan Billy, dia juga sama hormatnya seperti Brodi Karena sudah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Semua orang yang mendengar percakapan mereka sekilas tidak percaya bahwa Ardi pernah menyuruh Brodi dan ‘seorang’ Brodi tunduk kepada anak muda pedesaan ini.
Salah satu seorang yang berada tepat di sebelah Brodi berbisik dan menanyakan mengenai Ardi, dia dan juga yang lainnya bahkan sangat penasaran dengan identitasnya.
Semua orang melihat ekspresi nya dan kembali bertanya kepadanya, semua kembali terkejut dan mulai kaku sama seperti dia.
"Sudah lah, santai dan rahasiakan, anggap aku pria miskin pedesaan." Ardi tentu saja memahami sikap mereka, dia juga harus merahasiakan identitas nya kepada yang lainnya.
Semua orang yang mendengar itu mulai memahami setiap perkataannya, mereka kembali mengobrol seperti sebelumnya, namun kini masih ada sedikit kecanggungan diantara mereka, bagaimana mungkin tidak canggung?
Selang beberapa menit kemudian, Ardi ingin mengakhiri pembicaraan nya dengan mereka, dia ingin sekali melihat ekspresi wajah-wajah temannya, dan dia juga ingin mengambil keuntungan dari pertaruhannya. Tapi dia berpikir dua kali dan memutuskan untuk menunggu info langsung dari Tuan Willbord mengenai pesta ini terlebih dahulu.
Tak lama kemudian, tepat seperti dugaannya, suara mikropon kembali berbunyi,
"Tes 1, baiklah semuanya, terima kasih karena telah datang ke pesta ulang tahun anak saya."
__ADS_1
Semua para undangan mulai menjadi serius dan suara kini menjadi sunyi setelah mendengar sebuah informasi, tapi undangan yang diundang Bimo sebelumnya mulai memanas dan mulai menjadi bising, itu adalah kerumunan dari teman satu sekolah dan juga guru dari sekolah Bimo dan Ardi.
"Apa? Anak Tuan Willbord?"
"Apakah itu mungkin Bimo adalah anak dari Tuan Willbord."
"Tidak, itu tidak mungkin, aku tidak percaya."
Semua mulai berspekulasi dan menganggap Bimo adalah anak Tuan Willbord, bagaimana pun juga, dia lah yang telah mengundang mereka semua, tapi tentunya ada sebagian besar orang yang masih tidak percaya.
Anak Tuan Willbord masih menjadi sebuah misteri, keluarga Willbord selalu merahasiakan identitas putra nya untuk menjaga pewaris itu, hampir sama seperti konsep keluarga Liken. Bedanya, keluarga Willbord hanya memiliki seorang putra untuk diwariskan kekayaannya sedangkan keluarga Liken mempunyai seorang putri dan putra, walaupun warisannya untuk putranya saja.
"Uhhh, akhirnya aku bisa melihat anak dari Tuan Willbord."
"Ya, aku beruntung ada disini sekarang."
"Betul sekali, aku bahkan ingin sekali menikah dengannya kelak."
Semua orang yang diundang dibagian belakang juga mulai bersemangat, bagaimana pun juga ini adalah sebuah kesempatan emas bagi mereka semua.
Bahkan, ada gadis-gadis yang ingin menikah dengan Putra Tuan Willbord ini, yang mereka tahu kalau dia masih seumuran dengan mereka semua.
"Baiklah, harap tenang dan dengarkan."
Semua kembali sunyi lagi.
"Anak ku akan maju nanti ke depan panggung dan akan memotong kue ulang tahun nya sama seperti acara ulang tahun pada umumnya, tapi setelah acara itu, kami akan menampilkan beberapa artis dan penyanyi papan atas untuk menghibur kalian semua, di akhir acara akan ada seorang DJ yang memeriahkan acara ini sampai jam 5 pagi nanti." Tuan Willbord menjelaskan semua tentang pesta ini, dan semua orang yang mendengarkan itu mulai bersemangat.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak...