
Pagi pun kembali tiba lagi, Ardi juga kembali sekolah seperti biasanya dengan berjalan kaki.
Pagi hari ini sangat berbeda dari biasanya, karena Ardi kini tau bahwa dia adalah anak orang kaya yang sangat berpengaruh di dunia ini.
Setelah sampai disekolah, seperti biasanya Rifki selalu membully nya dan mencoba untuk meruntuhkan mentalnya, tapi kini Ardi memiliki mental yang kuat, seperti yang dia tau bahwa Rifki sangatlah jauh dibawah jika dibandingkan dengan kekayaannya.
......................
Setelah pulang sekolah, Ardi mendapatkan kabar dari Beni melalui telepon.
"Selamat siang tuan muda, saya mendapatkan info dari tuan Billy sendiri untuk melakukan aksinya besok, tepatnya pada saat anda bekerja di toko ponsel Jaya Baru."
"Hmmmm, apa yang akan direncanakan nya kepada ku?"
"Dia akan membawa anda pada saat anda ingin masuk kerja dan dia ingin agar saya membawa pasukan elite saya untuk menyerang dan menyekap anda di sebuah bangunan tua."
"Lalu, bagaimana dengan toko ponsel itu? Apa yang ingin dia lakukan?"
"Dia ingin agar menghancurkan usaha ponsel itu dengan cara menyuruh anggota saya untuk merusak semua ponsel yang dijual di toko tersebut."
"Ya, baiklah, aku akan menghubungimu lagi nanti, tapi ingat, pastikan ponselmu agar selalu hidup, aku tidak yakin kapan tepatnya aku akan meneleponmu."
"Baik tuan muda, ponsel saya akan terjaga 24 jam hari ini."
Ardi pun akhirnya menutup telepon itu dan memastikan bahwa rencana yang dia siapkan akan terjadi dengan sempurna.
Malam hari tiba, Ardi sudah menyiapkan rencananya dan langsung menelepon Beni.
"Halo Beni, saya mau kamu mengikuti saja rencananya, namun kamu lakukan sebaliknya. Soal aku, aku akan berpura-pura seolah-olah sudah kamu sekap aku." Kata Ardi melalui telepon itu dengan sangat senang, Ardi merasa bahwa rencananya ini pasti akan sangat sempurna.
"Melakukan sebaliknya? Maaf tuan, saya tidak mengerti dengan rencana yang anda maksud." Kata Beni dengan sangat khawatir.
"Aduh... Kamu ini! Masalah itu aja kamu tidak tau!"
__ADS_1
"Iya tuan, maaf."
"Baiklah, aku akan jelaskan kepadamu. Jadi, tadinya Billy menyuruh kamu untuk menghancurkan toko itu, bilang padanya kalau kamu pasti akan melakukannya, sedangkan kamu melakukan yang sebaliknya dan malah menghancurkan bisnisnya!"
"Bagaimana saya buat agar bisnis nya hancur tuan?"
Setelah sedikit jeda akhirnya Beni melanjutkannya. "Dia itu kan Billy Ruber, putra ke 2 dari orang terkaya di kota Jakarta. Memang, derajatnya sangat jauh bila dibandingkan dengan anda tuan, namun saya belum tau pasti bisnis apa saja yang dia miliki tuan."
"Sepertinya saya menelepon orang yang salah!" Kata Ardi dengan sedikit marah dan langsung menutup panggilan itu.
Beni yang mendengar ini sangat khawatir, dia telah membuat tuan muda Liken tidak puas dan menjadi marah setelah mendengar pernyataan darinya, kini Beni tidak akan tidur tenang.
Ardi juga merasa bersalah karena telah bersikap kasar kepada Beni, bagaimana pun juga Beni sudah membantunya sejauh ini.
Ardi pun segera menelepon kakaknya dan mencoba mencari orang yang lebih tepat lagi tentang pengecekan bisnis yang berada di kota ini.
Ardi kembali membuka ponsel kecil miliknya dan langsung mencari nama kakaknya di daftar kontaknya. Dengan cepat, Cristina langsung mengangkat telepon dari adiknya itu dan mulai membuka percakapan dengannya.
"Iya kak, sepertinya aku butuh orang yang bisa mengecek, bisnis apa saja yang ada di kota ini, dan siapa saja pemilik bisnis itu." Ardi mulai menjelaskan kepada kakaknya sambil tiduran di kasur yang sedikit rusak miliknya.
"Itu sangat mudah dek, tunggu yah, kakak akan menyuruh orang untuk membantu mu, dan kapan pun kamu perlu info, kamu bisa langsung menghubunginya."
Sepertinya, ini sangat mudah bagi kakaknya untuk menyelesaikan masalah seperti itu.
"Baiklah kak, aku membutuhkannya malam ini juga." Ardi pun mengakhiri telepon setelah mengucapkan selamat tinggal kepada kakaknya.
Tidak disangka, setelah beberapa menit Ardi menelepon kakaknya, tiba-tiba ada yang meneleponnya, dan Ardi kini harus membuka ponsel kecil miliknya itu lagi.
"Selamat malam tuan muda, saya adalah Gary, saya telah diperintahkan oleh nyonya Liken untuk membantu anda dalam mencari informasi mengenai bisnis." Kata seseorang dari telepon itu.
Itu adalah Gary, seorang pemuda yang memang pekerjaannya mencari info mengenai bisnis yang berada di kota maupun luar kota, bahkan dia juga bisa mencari info bisnis yang ada diluar negeri.
Setelah Gary mendengar bahwa dia harus melayani tuan muda Liken yang sangat berpengaruh di dunia ini, dia langsung ingin melakukan pekerjaannya dengan baik dan tidak ingin mengecewakan orang istimewa ini.
__ADS_1
Ardi yang mendengar gaya bicara orang ditelepon ini, sepertinya Ardi merasa bahwa orang yang ditelepon itu sangat berpengalaman dan bukan orang sembarangan yang disuruh kakaknya dalam mencari informasi.
"Sepertinya, ini akan berjalan sesuai rencana yang telah ku persiapkan ini." Gumam Ardi dengan merasa sedikit senang lagi.
"Permisi tuan?" Kata Gary yang seketika membuat Ardi sadar bahwa dia kini sedang melakukan panggilan.
"Oh iya, maaf. Baiklah, aku ingin kamu mencari info mengenai bisnis yang dimiliki keluarga Ruber, dan bisnis apa saja yang kini sedang di pegang oleh putra ke-2 nya." Ardi mulai memberikan perintah pertamanya kepada Gary, Ardi berharap Gary bisa membantunya dalam hal ini.
"Baiklah Tuan Muda, tunggu sebentar dan saya akan memberikan informasi mengenainya kepada anda." Gary langsung melakukan perintah pertama Tuan Muda itu.
Gary kini mulai mencari informasi melalui laptop miliknya yang digunakannya selama ini. Sedangkan, Ardi kembali rebahan dan menunggu kabar dari Gary.
Tak lama kemudian, Gary kembali menelepon Ardi, sepertinya Gary sangat ahli akan hal ini.
"Halo, bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkan informasi tentangnya?" Kata Ardi dengan terburu-buru.
"Iya Tuan Muda, aku telah mencarinya berulang-ulang, dan mendapatkan sebuah hasil yang sangat mengejutkan mengenai bisnis yang dimiliki keluarga Ruber ini."
Ardi tidak salah dengar saat ini, dan kini Ardi merasa bahwa dia telah menelepon orang yang tepat. Namun, Ardi masih harus berkoordinasi dengan Beni mengenai rencana Billy selanjutnya.
"Baiklah Tuan Gary, bisnis apa saja yang dimiliki oleh keluarga itu?" Ardi sudah tidak sabar tentang informasi dari Gary ini.
*"Baiklah tuan saya akan menjelaskannya kepada anda, tapi tolong jangan Memanggilku dengan sebutan Tuan*." Gary merasa bahwa Ardi sedikit berlebihan karena memanggilnya dengan sebutan Tuan, bahkan Gary sendiri tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Ardi, bahkan Gary seperti seorang pesuruh dan pelayan bagi Ardi, sebutan itu sangatlah tidak cocok baginya.
"Baiklah jika itu mau mu, aku akan memanggilmu dengan nama depan mu saja."
"Iya Tuan Muda, itu lebih baik."
"Ya sudah, jelaskan sekarang!" Ardi kini semakin tidak sabar.
TBC
Jangan lupa tinggalin jejak...
__ADS_1