
"Keluarga Ruber memiliki sebuah usaha karaoke di Neuro Street dan kini usaha karaoke itu sangat berkembang pesat, dan Billy Ruber hanya diberikan saham dari karaoke itu sebesar 40 persen."
Ardi yang mendengar informasi dari Gary ini tentunya sangat terkejut. Orang yang kelihatan kaya didepan nya ternyata hanyalah seorang miskin yang membuat tempat karaoke di jalanan miliknya.
Ardi kini tanpa sadar mengangkat sudut mulutnya dan mulai merasa senang, dengan begini Ardi akan sangat mudah menghancurkannya dan akan mengubah rencananya.
"Ahh? Apakah cuman itu bisnis yang dimilikinya?" Tanya Ardi.
"Hmmm, iya tuan, hanya itu saja, dan aku akan memberitahukan pendapatan mereka kepada anda tuan, apakah informasi ini juga anda butuhkan tuan?"
"Iya, sepertinya aku sedikit penasaran tentang pendapatan mereka." Setelah mendengar bahwa Gary juga bisa mengetahui informasi tentang pendapatan mereka, kini Ardi sedikit penasaran akan hal itu.
"Pendapatan mereka adalah 5 miliar setiap setengah tahun tuan."
Ardi sedikit terkejut mendengar ini, uang sebanyak itu bahkan bisa ia dapatkan hanya dalam kurun 10 hari dan bahkan kalau dalam 1 tahun, Ardi bisa mendapatkan uang berkali-kali lipat dari itu.
"Apa hanya segitu pendapatan mereka?" Ardi masih tidak percaya dan mencoba memastikannya lagi dengan cara bertanya kembali kepada Gary.
"Iya tuan, itu bahkan belum termasuk pajak yang harus dipotong." Gary kembali menjelaskan dan mulai menambahkan sedikit informasi kepada Ardi.
Ardi kini dibuat kembali terkejut, orang seperti Billy bahkan hanya menjadi beban keluarga saja dan berlagak sok kaya didepan mantan pacarnya.
Ardi merasa bahwa dia harus segera memberitahukan ini kepada Beni dan segera mengubah rencananya.
"Baiklah Gary, kerja mu sangat bagus hari ini, terima kasih atas informasinya."
"Tidak masalah tuan, kapan pun anda memerlukan bantuan saya, saya akan membantu anda, jangan khawatir akan hal itu, saya akan siap kapan pun dan dimana pun anda menelepon saya." Akhirnya, Ardi pun menutup dan mengakhiri panggilan itu.
Ardi kini segera mencari nama Beni di daftar kontaknya dan langsung menelepon Beni untuk mengubah kembali rencananya.
Beni yang mendengar bahwa ponsel nya berdering langsung melihat ke layar ponsel untuk memastikan siapa yang menelepon dia larut malam begini.
Setelah melihat bahwa Ardi lah yang meneleponnya, dia segera mengangkatnya dan mulai menjadi semangat kembali.
__ADS_1
"Halo Tuan Muda, apa yang bisa saya bantu kembali? Maafkan saya karena tadi membuat anda kecewa Tuan." Beni tidak pernah segugup ini sebelum nya.
"Tenang saja kawan! Aku sudah mendapatkan informasi lebih tentang Billy Ruber itu kok, dan aku akan mengubah rencana nya!" Ardi juga mulai bersemangat untuk menceritakannya kepada Beni.
"Mengubah rencana? Apakah Billy tidak seperti yang kita pikirkan Tuan?"
"Hmmm, bahkan sangat jauh dari ekspektasi kita. Keluarganya hanyalah pemilik karaoke di Neuro Street, sedangkan Billy sendiri hanya diberikan saham 40 persen dari pendapatan karaoke itu."
Beni bahkan juga mengetahui bahwa Neuro Street adalah jalanan yang dimiliki oleh tuan muda Liken ini, dan Beni merasa bahwa Billy sangatlah menyedihkan. Dia akan sangat menyesal setelah berurusan oleh tuan muda Liken ini.
"Aku hanya akan menyingkirkan tempat karaokenya itu dan menggantikan pemilik nya atas nama Liken sendiri, dan untuk Billy, aku meminta agar kamu membuat nya babak belur karena telah merebut pacar ku!" Ardi kini semakin kejam dan ingin membalaskan dendam nya kepada orang yang telah merebut pacar nya itu.
"Baiklah Tuan Muda, aku akan memancing dia dulu agar dia sendiri yang datang ke bangunan tua itu."
"Ya, aku setuju dengan mu, aku sendiri juga akan kesana dan menyaksikan sendiri bagaimana dia dihajar." Ardi mulai merasa senang hari ini, dia dapat membalaskan dendam nya dengan sangat mudah.
"Ya sudah Beni, aku ingin tidur dulu, aku tidak sabar menunggu hari esok."
...****************...
Keesokan harinya, setelah pulang sekolah, Ardi mulai menelepon kakaknya untuk menggantikan pemilik karaoke dijalanan miliknya itu.
"Halo kak, aku mau minta bantuan lagi nih kak, bisa gak kakak ganti pemilik karaoke di Neuro Street itu dan menggantikannya atas nama keluarga Liken?"
"Ah, kamu ini, baru saja telepon kakak langsung minta bantuan, masalah kecil seperti itu aja gak bisa kamu urusin sendiri!" Cristina yang baru saja bersantai di sebuah Cafe langsung dikejutkan dengan telepon dari Ardi, dan setelah mengetahui bahwa Ardi meneleponnya untuk meminta bantuan, kini Cristina menjadi kesal karena telah membuang-buang waktu santainya dengan hal sepele seperti itu.
"Maaf in aku kak, lagi pula aku cuman mau minta tolong itu kok kak." Ardi yang merasa bersalah langsung meminta maaf kepada Cristina karena telah mengganggu waktu santainya.
"Ya sudah, kakak akan kerjain itu, lain waktu kakak akan kenalin ke kamu deh dengan orang yang akan membantu kamu akan hal-hal seperti ini."
Ardi pun mulai bersemangat ketika mendengar bahwa Cristina akan membantunya.
"Terima kasih banyak ya kak, kakak memang yang terbaik."
__ADS_1
"Iya sama-sama." Cristina pun menutup telepon itu dan mulai melaksanakan apa yang diminta oleh Ardi.
Tentu saja, hal seperti ini sangat mudah bagi Cristina, walaupun dia tidak tau apa maksud dan tujuan dari adiknya ini.
Setelah beberapa saat, akhirnya Cristina memberitahu Ardi melalui pesan berbayar bahwa dia telah melakukan apa yang diminta oleh Ardi.
Ardi yang membaca pesan itu langsung merasa senang dan langsung menelepon Beni.
"Ben, udah saatnya kita lakukan rencananya, katakan saja kepadanya bahwa kamu telah menyekap ku."
"Baiklah Tuan." Beni pun langsung melaksanakan apa yang diperintahkan Ardi.
Setelah Beni memberitahu Billy bahwa Ardi sudah di sekap dibangunkan tua itu, dengan cepat, Billy yang merasa bersemangat akan hal itu ingin cepat-cepat datang untuk menyaksikan penderitaan Ardi dengan mata kepala nya sendiri.
Ardi yang kini telah bersembunyi sedang menunggu kehadiran Billy.
Setelah Billy sampai dengan menggunakan mobil mewahnya, dia langsung menuju ke bangunan tua itu dengan sangat bersemangat dan mencari Beni.
"Beni? Dimana kamu! Aku sudah menunggu untuk menyaksikan penderitaan pria miskin itu!" Billy langsung teriak mencari Beni.
Beni yang mendengar ini pun langsung menyuruh seluruh anggotanya untuk mengepung Billy. Billy sangat terkejut melihat kejadian ini, dan merasa bingung, apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Beni.
"Apa-apaan ini? Dimana pria miskin itu? Apakah kamu sudah menyekapnya?"
"Santai saja tuan, kamu duduk dulu disini." Beni lalu menyerahkan kursi kepada Billy.
Billy langsung duduk di kursi itu, dan tanpa sadar Beni langsung mengikatnya dengan kuat di kursi itu dan menutup mulutnya dengan sebuah kain.
Billy tentunya sangat terkejut dengan hal itu, bahkan dia baru saja duduk dan langsung mendapatkan perlakuan seperti itu.
TBC
Jangan lupa tinggalin jejak...
__ADS_1