Harapan Menjadi Kenyataan

Harapan Menjadi Kenyataan
Episode 4 : Ketahuan berselingkuh


__ADS_3

Salah satu preman tersebut langsung meninju wajah Ardi beberapa kali dengan menggunakan tangan berototnya, seketika darah segar keluar dari mulut Ardi dan membuatnya sampai terbatuk beberapa kali.


Seluruh pakaian Ardi sudah kotor dan dipenuhi dengan darah yang keluar, Ardi semakin merasa tubuhnya terimbang-ambing dan ingin mati.


Setelah cukup lama Ardi dipukul, akhirnya mereka pun melepaskan Ardi, kini Ardi sudah tidak berdaya lagi dan ingin langsung menuju rumah untuk beristirahat.


Ardi telah sampai ke rumah dan langsung bergeletak di tempat tidur dengan kondisi pakaian yang masih sangat kotor.


"Kenapa selalu saja kesialan yang menimpa ku?, bahkan pada saat keberuntungan baru saja ingin mendatangiku?, apakah memang aku terlahir dengan orang yang sial?" Kata Ardi, merasa bahwa dia orang yang sangat tidak beruntung diseluruh dunia ini.


Ardi kini berkhayal jika suatu saat nanti, dia akan menjadi seorang yang sangat kaya raya dan akan membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang menghinanya. Tapi, setelah berpikir bahwa dia adalah orang miskin dari pedesaan, dia tidak bisa tidak merasa geli dengan harapannya. Bagaimana mungkin seseorang yang paling miskin, bahkan di pedesaan saja sangat miskin bisa menjadi orang yang terkaya, Mustahil.


Setelah sedikit berkhayal, akhirnya tanpa sadar Ardi tertidur dengan kondisi badan yang masih kotor.


...****************...


Pagi pun telah tiba, Ardi kini bangun terlambat dari biasanya, hal itu disebabkan dengan kejadian semalam yang membuatnya masih merasa sedikit lemah dan ingin lebih banyak beristirahat.


Namun, setelah memikirkan bahwa dia harus kesekolah, Ardi mencoba untuk membangkitkan dirinya dari tempat tidur dan segera bersiap-siap untuk pergi kesekolah.


Ardi mencoba mandi dengan perlahan agar luka yang diterimanya semalam tidak semakin parah. Setelah selesai mandi, Ardi segera menggunakan seragam putih abu-abu nya dan sedikit berkaca di sebuah cermin besar yang berada dirumahnya itu.


Dia melihat luka lebam yang teramat sangat banyak.


"Bagaimana mungkin aku pergi kesekolah dengan kondisi luka yang begitu parah ini?" Batin Ardi sambil memegangi luka-luka nya itu.


Tetapi, setelah berpikir cukup lama, akhirnya Ardi memutuskan untuk tetap pergi kesekolah, hal itu disebabkan sebentar lagi akan ujian, dan Ardi tidak ingin dia ketinggalan materi pembelajaran.


Ardi menggunakan sebuah jaket di tubuhnya untuk menutupi luka lebamnya itu, kemudian Ardi mulai melangkahkan kakinya keluar dari rumah dengan menggunakan sepatu bututnya, dan langsung berjalan menuju sekolah.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ardi pun sampai kesekolah dengan usaha yang cukup maksimal, mengingat bahwa dia baru saja dipukuli sampai babak belur.


"Ahhhh, sepertinya capek juga jalan kesekolah." Kata Ardi sambil ngos-ngosan dan menahan rasa lelahnya.


"Hey Ardi, kok lu gak ngajak gue pergi bareng sih?" Suara yang familier terdengar dari gerbang sekolah, Ardi pun langsung menoleh ke arah gerbang sekolah dan langsung menghampiri orang tersebut.


"Iya nih Bim, sorry banget ya, gue lupa soalnya." Jawab Ardi kepada Bimo dengan sedikit merasa bersalah.


"Gak papa kok Di, ya sudah, ayo kita ke kelas." Ajak Ardi dan tanpa sadar langsung menggenggam tangan Ardi dengan kuat.


"Awww." Teriak Ardi dengan kuat, Dan Bimo langsung melepaskan tangannya dari Ardi dan merasa sedikit khawatir.


"Tangan lu kenapa Di?, terus, kenapa lu pakai jaket begini, cuaca cerah banget lo Di." Kata Bimo dan langsung membuka tutup kepala Ardi.


Alangkah terkejutnya Bimo melihat kondisi Ardi yang dipenuhi dengan luka lebam disegala pipinya yang menutupi kegantengan dirinya.


"Kenapa muka lo Di?" Tanya Bimo dengan rasa panik dan penasaran.


Ardi pun mengajak Bimo untuk pergi sebentar ke taman yang sepi, agar Ardi dapat menceritakan semua kejadiannya kepada Bimo. Setelah sampai di taman, Ardi langsung memberitahu segala tragedi yang menimpanya, mendengar hal itu, Bimo sedikit khawatir dan ingin membalaskan dendamnya kepada preman-preman itu, tapi tentunya hal itu akan dilarang oleh Ardi.


Setelah waktu yang cukup lama, Ardi akhirnya selesai sekolah dan berhasil menyembunyikan luka yang teramat sangat perih itu.


Ardi kini telah sampai rumah dan masih bingung, apakah dia akan bekerja hari ini?. Ardi ingin pergi terlebih dulu saja dan mencoba menjelaskan semua tragedi yang menimpanya kepada bos cantiknya itu.


Selama perjalanan menuju ketempat kerja, Ardi melihat seorang yang familiar baginya berjalan menuju sebuah Cafe Cursom yang ada di depan tempat kerjanya itu. Ardi sedikit tidak percaya dengan yang dilihatnya, dan langsung menuju Cafe tersebut untuk melihat dengan jelas.


Ardi melihat wajah perempuan manis itu dengan teliti dari luar Cafe tersebut, dan alangkah terkejutnya dia, bahwa itu memang benar-benar Clara.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana dengan pernikahan kita?" Kata Clara dengan genit kepada pria yang disebelahnya itu.


Ardi langsung membelalakkan matanya dengan terkejut setelah mendengar pertanyaan dan pernyataan tersebut.


"Ya sudah sayang, kamu putusin aja dulu itu Ardi, pacar kamu." Kata pria itu sambil memegang kepala Clara dengan lembut.


Melihat kejadian ini, Ardi tidak bisa menahan rasa sakitnya yang begitu dalam, Ardi langsung menuju ke dalam Cafe tersebut dan mulai menghampiri mereka.


"Apa-apaan ini?" Teriak Ardi dan langsung memukulkan meja dengan kuat.


"Sa-sayang?" Kata Clara dengan sedikit terkejut melihat kehadiran Ardi.


"Muka kamu kenapa?" Kata Clara mencoba mengganti topik pembicaraan.


"Sudah cukup Clara kamu menghianatiku, kenapa kamu melakukan ini?, coba jawab dengan jujur!" Kata Ardi dengan marah dan melontarkan semua amarah nya dengan pertanyaan yang menukik tajam menuju Clara.


Tanpa sadar, keributan mereka kini menjadi tontonan menarik bagi pelanggan yang berada disana, beberapa pelanggan mulai mengeluarkan kamera untuk merekam, dan beberapa lagi yang lainnya mencoba menonton adegan tersebut dengan fokus.


"Baiklah, kalau kamu meminta aku jujur." Kata Clara dan ingin memberitahukan semua ini, sudah tidak mungkin lagi kalau Clara menyembunyikan semuanya lagi.


"Kamu kan orang miskin, dan dia ini orang kaya, jadi aku lebih memilih dia dibandingkan kamu, dan aku berhubungan dengan mu itu semua karena aku merasa kasihan kepadamu, dan sekarang kamu membuat keributan disini dan mengganggu makan malam kami berdua." Kata Clara sambil memegang erat tangan Pria yang sedari tadi menemaninya.


Ardi tidak bisa tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Clara, ini semua ibaratkan cambuk yang memukul dirinya terus-menerus, lengkap sudah rasanya sakit yang dideritanya, sakit fisik dan sakit hati.


"Aku sudah menjelaskan semuanya kepada kamu, sekarang enyahlah dari pandanganku." Kata Clara dan langsung mengusir Ardi dari Cafe tersebut.


Dan tentunya Ardi tidak bisa tidak merasa kecewa setelah melihat kejadian ini, dia masih terdiam disitu dan tidak mendengarkan Clara. Pria sebelah Clara tidak bisa membiarkan begitu saja dan langsung memanggil satpam untuk mengusir Ardi.


TBC

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan cara


Like, Komen, Gift, dan Vote


__ADS_2