
Livia menatap kepergian Iqbal begitu juga dengan Zidan yang menatap Iqbal sambil senyum jahil kearah Livia.
"Oh sekarang demennya adek kelas nih"goda Zidan.
"Like like saya lah"ucap Livia ngegas karna kesal dengan Zidan.
"nyenyenyenye"
"Lo tuh ya dari tadi bikin kesel mulu heran,lagian ngapain sih lo masih disini pulang sono,kasian tuh cewe lo si Michel nungguin"Zidan memang sudah mempunyai pacar yang bernama Michel yakni sahabat dari Clara,mereka sudah menjalin hubungan selama 4 bulan.
Meskipun Clara dan Livia selalu tidak akur tapi Michel tidak ikut ikutan,Michel tipe orang yang tidak suka mengurusi masalah orang lain,Michel tetap akur dengan Livia saat mereka bertemu lagipula Livia adalah sahabat dari Zidan.
"Biarin weh,gue mah enak ada yang nungguin lah lo jomblo Kasian deh"ejek Zidan.
"PERGI GAK LO"teriak Livia.
"Iya iya,hati hati ya mblo"setelahnya Zidan pun berlari sambil tertawa.
"JIDATT GUE KUTUK LO"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Livia saat ini berada di kamarnya dia merasa bosan sekarang,lelah berguling guling diatas kasurnya Livia merasa lapar dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke dapur dia menginginkan yang manis manis.
Di dapur Livia mendapati Bundanya sedang membuat kopi yang pasti buat Ayah Livia.
"Bunda"sapa Livia.
"Vi ada apa? "tanya Bunda.
"Gak ada Bun,Via cuma laper"Livia berjalan ke kulkas ingin melihat ada kue atau apa yang bisa mengembalikan moodnya.
"Yah,Bun stok di kulkas habis?"tanya Livia.
"Iya sayang kamu lupa eskrim Kamu yang habisin kemarin"
"Cake?"
__ADS_1
"Oh kalau itu sudah dihabisin sama Ayahmu"
"Yahhh"Livia jadi lesu.
"Kalau kepengen cake beli aja sana"kata Bunda.
"Males sih tapi yasudah lah Livia juga bosan dirumah"Livia pun kembali ke kamar untuk bersiap.
Selesai bersiap Livia kembali turun ke lantai bawah untuk berpamitan kepada Bundanya.
"Bun,Via pamit"Livia menyalami tangan Bundanya lalu langsung pergi ke garasi mobil dan menjalankannya menuju toko kue.
Butuh 15 menit perjalanan Livia untuk sampai ditolongin kue,Livia segera turun dari mobil menuju pintu masuk toko.
Livia berjalan sambil memeriksa dompetnya apakah ada yang ketinggalan hingga tanpa sengaja dia menabrak seseorang dan membuat barang orang tersebut jatuh.
"Aduh maaf maaf"sesal Livia hendak memungut barang orang tersebut yang dapat Livia lihat berupa obat obatan tapi keduluan oleh si pemiliknya.
"Iya gapapa"suara itu seperti tak asing ditelinga Livia dan saat Livia menatap orangnya ternyata dia adalah Zidan.
"Loh Livia"Zidan terlihat sedikit terkejut saat melihat Livia.
"Lo ngapain disini"tanya Zidan.
"Mau nyuci,ya mau beli kue lah"kekeh Livia,Zidan juga ikut terkekeh menyadari pertanyaan tak bermutunya.
"Siapa yang sakit Ji"tanya Livia,Zidan terdiam sebentar.
"Eum, itu yang sakit mama gue"kata Zidan mendapat anggukan dari Livia.
"Oh ya,emang tante Rani sakit apa?"
"Gak parah kok cuma demam eueum"Zidan segera memasukkan obat kedalam kantong hoodinya.
"Oh,salam ya buat tante Rani, nanti kalau ada waktu gue jenguk"kata Livia.
"Alah gak usah lah Yaa,mama gue gapapa kok,santai aja"kekeh Zidan.
__ADS_1
"Beneran?"
"Iya,yaudah ya Yaa gue pulang dulu bay"Zidan langsung berjalan tanpa menunggu jawaban Livia membuat Livia heran.
"Ya bay, buru buru amat tu anak, ah mungkin biar tante Rani gak nunggu lama kali"tak mempermasalahkan apapun Livia langsung masuk kedalam toko dan membeli kue yang disukainya.
Selesai dengan kegiatan membeli kue Livia tak langsung pulang kerumah dia memutuskan untuk jalan jalan sebentar entah mengapa dia tiba tiba ingin menghabiskan waktu sendiri.
Livia awalnya pergi ke time zone dia bermain dengan puas disana setelah dari time zone Livia memutuskan untuk pergi ke danau yang biasa didatanginya,Livia menyukai tempat ini karna jarang ada orang disini,entahlah rasanya sangat tenang jika berada disini.
Sampai di tepi danau Livia menghirup nafas dalam dalam sudah lama dia tidak kesini,dia punya keinginan suatu hari nanti dia ingin kesini bersama dengan orang yang dicintainya.
Livia mendudukkan diri diatas rumput dengan mata tertutup dia menikmati waktu sorenya disini,tidak melakukan apapun dia hanya diam menikmati ketenangan tanpa ada yang menganggu.
Danau ini terletak sedikit jauh dari rumahnya makanya Livia jarang datang kesini,butuh waktu bagi Livia Kurang lebih 30 menit untuk sampai disini.
Saking nyamannya disini Livia tidak menyadari kalau hari semakin sore hingga senja datang membuatnya tersadar kalau sebaiknya dia pulang karna malam sebentar lagi akan tiba.
Livia bangkit dari duduknya dia berjalan menuju mobilnya dan menjalankannya untuk pulang kerumah.
Livia menjalankan mobilnya dengan santai pokoknya dia sangat menikmati jalan jalan sorenya hari ini,jalanan sudah gelap karna malam telah tiba.
Butuh sekitar 20 menitan lagi untuk Livia sampai dirumah tapi tiba tiba mobilnya sedikit goyang dan itu membuat Livia penasaran ada apa dengan mobilnya,tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan Livia pun turun dari mobilnya dan mengecek apa yang salah.
Setelah memeriksa ternyata ban belakang mobil Livia bocor dan itu membuat Livia sedikit kesal karna dia tidak terlalu mengetahui tempat ini lagipula ini sudah malam.
"Aish pake bocor sigala lagi ish"Livia pun kembali masuk untuk mengambil HP berniat untuk menghubungi bengkel langganannya atau siapapun,siapa sangka ternyata Livia lupa membawa HP.
"Oh iya,HP gue di cas"Livia menepuk keningnya penyakit pelupanya sangat menyiksanya sekarang.
Ban mobil bocor,sudah malam,tidak membawa HP lengkap sudah penderitaan Livia malam ini,dan itu membuat Livia kepikiran bagaimana dia bisa pulang kalau begini.
Livia mencoba melihat sekitar,sepi tidak ada mobil ataupun motor yang lewat,dia ingat di depan ada sebuah warung tapi masih jauh kalaupun dia pergi bagaimana dengan mobilnya sedangkan ini bukan wilayahnya bisa saja didaerah sini ada penjahat.
Pikiran pikiran negative mulai memenuhi otak Livia,Livia yang panikan tidak tau harus berbuat apa sekarang,rasa panik menyerangnya karna disini tidak ada siapa siapa sama sekali.
"Bunda,Ayah tolongin Livia"
__ADS_1