
"Tangan lo Yaa"kata Zidan membuat Livia melihat kebawah dan tersadar lalu langsung melepaskan tangannya.
"Eh maaf"cengir Livia,Iqbal hanya menganggukkan kepalanya.
Zidan bilang begitu karna dia tau Iqbal pasti risih kalau bersentuhan langsung dengan cewe.
"Tadi katanya lo mau kemana"tanya Livia ke Iqbal.
"Mau pulang kak"jawab Iqbal.
"Pulang?"bingung Livia mendapat jitakan di kepala oleh Zidan.
"Makanya di sekolah jangan tidur,ha ho ha ho kan sekarang,pasti semalam lo begadang lagi kan,udah gue kasih tau gak pernah didengerin padahal buat lo sendiri loh Yaa,nantinya gimana kalau lo kayak gini terus"cerocos Zidan.
"Kan ada lo yang bisa ngingetin gue"kata Livia santai.
"Ok kalau ada gue,kalau gue udah gak ada gimana?,kurangin dari sekarang Yaa biar gak keterusan terus"
"Eh sembarangan banget sih kalau ngomong, gak ada emang lo mau kemana ha"Livia menjadi kesal mendengar itu dari Zidan.
"Ya kan semisalnya Yaa"jelas Zidan.
"Gak boleh ngomong gitu lagi"kata Livia.
"Iya iya,tapi lo harus nurut"
"Iya"angguk Livia malas.
"Apa coba yang gue bilang tadi"tagih Zidan.
"Kurangin begadangnya"kata Livia.
"Bagus,kalau bisa ilangin"Livia hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali melihat Iqbal.
"Lo mau langsung pulang Ball?"tanya Livia diangguki Iqbal.
"Gak mau nongkrong dulu nih"saran Livia.
"Gak deh kak,gue mau langsung pulang"kata Iqbal.
"Udah ikut aja yok,gue traktir nanti Zidan yang bayar kok tenang aja"kata Livia mendapat plototan dari Zidan.
"Heh apaan bawa bawa gue"kata Zidan.
"Hehe,gue lupa bawa dompet"cengir Livia.
"Boleh yaaa"rayu Livia menggoyangkan lengan Zidan.
"Iya,yaudah ajak dulu anaknya mau apa kagak"pasrah Zidan membuat Livia kesenangan.
__ADS_1
"Iqbal mau kan?"tanya Livia lagi mendapat gelengan dari Iqbal membuat Livia cemberut.
"Udah kalau anak orang gak mau jangan dipaksa"kata Zidan diangguki Livia,Livia jadi nurut karna tadi sudah dimarahi Zidan,melihat Livia jadi nurut seperti itu membuat Iqbal terkekeh pelan.
"Yaudah bang,kak,gue pamit duluan ya"pamit Iqbal.
"Iya hati hati lo"kata Zidan menepuk bahu Iqbal diangguki Iqbal.
"Hati hati ya capar"kata Livia membuat kedua cowo itu menatapnya heran.
"Apaan capar"tanya Zidan.
"Calon pacar"cengir Livia,Iqbal kembali dibuat menggelengkan kepalanya oleh kelakuan ajaib Livia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Livia sampai dirumahnya dan saat dia masuk kedalam rumahnya dia melihat Bundanya sedang mengeluarkan koper dari kamar orang tuanya.
"Bunda?,udah mau berangkat ya?"tanya Livia,Livia bertanya sambil berjalan kearah Bundanya dan menyalimi Bundanya.
Bunda dan Ayah Livia sudah memberitahu Livia semalam kalau mereka hari ini akan pergi lagi untuk urusan Bisnis.
"Iya sayang"jawab Bunda.
"Ayah mana"tanya Livia tidak melihat Ayahnya diluar.
"Yaudah Livia mau ganti baju dulu ya Bun"kata Livia diangguki Bundanya.
"Oh ya Bun nanti biar Livia yang anterin kalian ya"pinta Livia.
"Oh yaudah kalau gitu,siap siap gih"
"Ok Bunda"
Livia pun pergi ke kamarnya untuk bersiap siap.
Kurang lebih 20 menit Livia bersiap akhirnya dia keluar menemui Ayah Bundanya yang sekarang sedang duduk diruang keluarga menunggu Livia.
"Udah selesai?"tanya Bunda.
"Udah dong,mau berangkat sekarang?"tanya Livia.
"Ayok"Ayah dan Bunda Livia pun berdiri dan mereka semua keluar dari rumah.
Mereka mulai meninggalkan rumah,mereka pergi dengan mobil Livia.
"Nanti pulangnya hati hati ya"kata Ayah Livia didalam mobil.
"Iya,Ayah tenang aja"jawab Livia.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Livia dan orang tuanya sampai di bandara.
"Ingat jangan ngebut ngebut pulangnya"kata Ayah.
"Iya Ayahku"
"Jaga diri ok"kata Bunda sambil memeluk anaknya.
"Iya kalian juga jaga kesehatan disana"Livia membalas pelukan Bundanya.
"Ayah sama Bunda pergi ya"kata Ayah mengecup kepala Livia,Livia menganggukkan kepalanya.
"Yaudah kamu pulang duluan gih"lanjut Ayah.
"Ok,Livia pulang dulu dada Ayah, Bundaa"Livia pun berjalan kembali kemobil untuk pulang,Livia menjalankan mobilnya dengan santai.
"Hufh sendiri lagi deh gue,enaknya kemana dulu yak kalau pulang kerumah pasti nanti sepi soalnya gue sendiri"Livia pun berpikir dia pergi kemana dulu sebelum pulang kerumah.
"Haaa apa gue kerumah Zidan aja,bisa jadi disana ada Iqbal,ok lah kalau gitu mumpung sempat"kata Livia akhirnya memutuskan kerumah Zidan saja.
Livia akhirnya sampai dirumah Zidan dia langsung menuju ke garasi mobil untuk memarkirkan mobilnya.
Livia mengetuk rumah Zidan tak lama pintu terbuka dan keluarlah pembantu dirumah Zidan.
"Eh neng Livia,mau ketemu den Zidan ya?"tanya si bibi yang sudah mengenal Livia.
"Iya bi,Zidannya ada?"
"Ada neng di dalam,ayo masuk den Zidan lagi di meja makan,neng Livia samperin aja"kata si bibi diangguki Livia.
"Yaudah bibi mau lanjut bersih bersih dulu"pamit bibi.
"Iya bi, makasih"senyum Livia.
Melihat bibi sudah pergi Livia pun langsung menuju dapur rumah Zidan dia mengetahui letaknya karna sudah biasa kesini.
Sampai di dapur Livia melihat Zidan duduk dikursi meja makan dengan membelakanginya ide jahil pun muncul di otak Livia,Livia akan mengejutkan sahabatnya tersebut.
Livia berjalan sepelan mungkin berusaha agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun dia pelan pelan berjalan kearah Zidan hingga sampai tepat dibelakang Zidan.
"DORR"kejut Livia sukses membuat Zidan terkejut sampai tersedak karna Zidan sedang minum,melihat itu Livia langsung membantu Zidan dengan menepuk nepuk punggung Zidan.
"Lo gak papa kan"kata Livia khawatir Zidan mengangkat tangannya mengkode bahwa dia tidak apa apa karna masih batuk batuk dia tidak dapat berbicara.
Livia paham lalu mata melihat kearah meja,di atas meja tepat didepan Zidan terdapat beberapa obat obatan yang membuat Livia penasaran.
"Zidan lagi sakit apa?"
__ADS_1