He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter(4)


__ADS_3

Kring kring


Beberapa menit berlalu tapi si pemilik motor belum juga datang membuat Livia dan Neisya bosan menunggu.


Parkiran pun mulai sepi dan akhirnya yang dinanti nanti datang juga terlihat si adek kelas berdiri disamping motornya dengan wajah kebingungan lalu setelahnya dia melihat sekitar seolah mencari tau siapa pelakunya.


Livia dan Neisya pun menghampiri si adek kelas dengan senyum menyebalkan.


"Nyari apaan dek"basa basi Livia.


"Eum ini kak,kayaknya ada yang sengaja ngotorin motor gue deh"balas si cowo.


"Kalau kita bilang kita yang ngotorin gimana?"smirk Neisya.


Si cowo sempat terdiam.


"Tapi-"


"Nak Iqbal"ucapan si cowo terputus karna kedatangan bapak Guru secara tiba tiba.


"Loh motor kamu kok kotor gini"tanya si Bapak.


"Saya juga gak tau pak, tadi pas dateng udah kotor aja"si Bapak mengangguk paham lalu mengalihkan pandangannya kepada Livia dan Neisya.


"Kalian ngapain disini"tanya si Bapak ke Livia dan Neisya dibalas cengiran oleh mereka.


"Hehe assalamualaikum Bapak Rizal"sapa Livia sambil nyengir.


"Jangan sok basa basi dengan saya Livia ladiba,saya tau ini pasti ulah kalian"kata Pak Rizal.


"Santai pak,si bapak mah tau aja"balas Livia.


"Nah kan,sudah saya tebak"keluh si Bapak.


"Iya,emang kita Pak yang ngelakuin tapi itu juga karna dia yang mulai duluan pak"jelas Neisya.


"Ah saya gak percaya,saya kenal seorang Iqbal dia tidak mungkin mencari masalah dengan kalian"


"Paling juga baiknya waktu sama Guru aja"nyinyir Livia.


"Bisa aja kamu ngatain orang,sekarang Bapak minta kalian bersihin motornya Iqbal"


"Lah kok gitu sih pak,kita kan udah ngotorin masak kita juga yang harus bersihin lagi"tolak Livia.


"Terus siapa yang akan bersihin,saya?"Tanya si Bapak.


"Ya kalau Bapak mau sih gapapa kita ikhlas"cengir Neisya.

__ADS_1


"Mau bapak tambahin hukumannya hmm?"geram Pak Rizal.


"Eh eh Jangan dong pak,tega banget heran"keluh Livia.


"Yasudah tunggu apalagi cepat bersihkan"


"Iya iya,Bapak bawel ah"Livia dan Neisya pun pergi mengambil alat pembersih di kamar mandi lalu membersihkan motor Iqbal sedangkan Pak Rizal langsung membicarakan sesuatu dengan Iqbal.


Livia dan Neisya mulai membersihkan motor Iqbal dengan perasaan kesal sampai disaat hampir selesai Livia menemukan Iqbal menatap kearahnya.


"Apa lo liat liat,mau gue colok tu mata hah"marah Livia hanya disambut kekehan oleh Iqbal.


"Pake ketawa sigala dikira ganteng apa"Livia menatap Iqbal jengkel.


"Gantengan juga bias kita ya Yaa"sambung Neisya.


"Heueum banget malahan"jawab Livia disambut kekehan oleh Neisya,mereka pun melanjutkan membersihkan motor Iqbal hingga selesai.


"Nah gini kan bagus enak diliat, yasudah Iqbal Bapak mau kembali ke kantor dulu"ucap Pak Rizal sambil menepuk bahu Iqbal.


"Silahkan Pak"angguk Iqbal.


Pak Rizal pun pergi kembali ke kantor Guru tinggallah mereka bertiga.


"Makasih ya kak,gue duluan"kata Iqbal ramah sambil senyum.


"Haduh jam berapa ya?"Neisya bertanya sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Yaampun udah jam 4 aja"perkataan Neisya membuat Livia ikut melihat jam di pergelangan tangannya dan menghembuskan nafas lelah.


"Ini semua gara gara tu cowo kita jadi pulang telat,huaa cape"keluh Livia.


"Pulang lah yok,makin lambat nanti"ajak Neisya.


"Lo pikir gue mau tinggal disini"balas Livia.


Mereka pun pergi menuju mobil masing masing dan langsung menuju kerumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Livia sampai dirumah dengan keadaan sangat lelah,sesampainya dirumah Livia langsung berbaring di ranjang.


"Huhh capenya"keluh Livia.


Livia menatap langit langit di kamarnya Dia mengingat kejadian tadi di sekolah.


"Perasaan dia yang mau gue kerjain tapi kenapa malah kayak gue yang dikerjain ya,pake diketawain lagi tadi"Livia kesal sendiri mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


"Pak Rizal juga ngapain tadi belain dia sigala,pake ngatain dia baik lagi,mentang mentang tampangnya kalem gitu gue juga mukanya kalem tapi tetap aja dituduh ini itu"Livia mengguling gulingkan badannya merasa tidak puas mengerjai si Iqbal hari ini.


"AAKKKHHH!"Livia berteriak kencang melepaskan kekesalannya.


"Huff mending gue mandi,berendam buat ngilangin stress di kepala gue"Livia pun bangkit berniat untuk mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini Livia terlihat tidak bersemangat dia berangkat sekolah dengan langkah berat,satu harapannya hari ini semoga hari ini tidak ada yang merusak moodnya.


Tapi takdir seolah tak memihak padanya, sesampainya di depan kelas Livia dihadang oleh Zidan.


"Cewe kiw kiw"panggil Zidan Livia memutar matanya malas dia tetap berjalan hendak masuk tidak mau merespon.


"Eits,mau denger pantun gue gak"tawar Zidan.


"Jii plis jan ganggu gue dulu"sabar Livia.


"Satu aja ya,ya,ya"


"Yaudah cepet"pasrah Livia.


"Mi,mi apa yang bikin bahagia"


"Apaan gak tau gue"melas Livia.


"Milikin kamu jiiakkhh"Zidan heboh sendiri.


"Udah kan"Livia kembali melangkah tapi Zidan lagi lagi mencegahnya.


"Apaan lagi Jidatttt!"kesal Livia.


"Bales dulu dong"kata Zidan.


Livia menarik nafas lalu dihembuskan dengan kencang saking kesalnya.


"OK OK,mi mi apa yang bikin pusing"pantun Livia,Zidan yang mendengar itu kegirangan.


"Gak tau tuhhh"jawab Zidan sambil senyum senyum.


"MIGREN"tekan Livia.


"Udah ah gue mau masuk"Livia langsung mendorong badan Zidan yang menghalangi pintu.


"Jahat banget lo Yaa"Zidan sok dramatis.


"Bodoamat"santai Livia.

__ADS_1


__ADS_2