He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter(17)


__ADS_3

Pagi minggu tiba Livia masih tertidur nyenyak seperti yang biasa dilakukannya dihari libur yaitu bangun siang.


Livia tidak ingat bahwa hari ini dia akan ada kerja kelompok dirumah Zidan,Jam sudah menunjukkan pukul 10 lebih.


Tak lama terdengar HP Livia berbunyi menandakan ada panggilan masuk tapi tidak membuat Livia terusik dengan suara dari HP tersebut.


HP Livia kembali berbunyi membuat Livia terganggu tapi tidak dipedulikan Livia dia malah melanjutkan tidurnya,HP berbunyi untuk ke empat kali baru Livia merasa terganggu dan segera mengangkat panggilan tersebut dengan kesal.


"HALO,SIAPA SIH INI PAGI PAGI UDAH GANGGU ORANG TIDUR AJA HA"marah Livia yang masih setengah sadar.


"Lo baru bangun Yaa, ya allah Livia jangan bilang lo gak inget kalau hari ini kita ada kerja kelompok"ketus orang disebrang membuat Livia sedikit ngelag.


Livia pun melihat siapa yang menelfonnya nama Zidan terpampang jelas disana membuatnya terkejut dan menepuk keningnya bisa bisanya dia lupa hari ini.


"Halo, HALO HEY VIA LO KEMANA,AH ELAH ILANG LAGI NI ANAK,VIAA"Zidan menjadi sangat kesal.


"Ha?"Livia ngelag.


"Ha ha,ha ha cepat kesini kita udah cape nungguin lo dari tadi gak nyampe nyampe,lo malah asik tidur disana"Livia tau pasti mereka sangat kesal karna harus menunggunya.


"Iya iya maaf,gue siap siap dulu"kata Livia langsung mematikan panggilan sepihak.


Livia buru buru bersiap,dia tidak mau temannya kembali menunggunya dengan lama.


Selesai bersiap Livia langsung turun kebawah dan memakai sepatunya buru buru ditangga terakhir,Bundanya yang kebetulan lewat menatap anaknya heran.


"Mau kemana Vi buru buru banget"tanya Bunda Livia.


"Livia lupa mah kalau hari ini ada kerja kelompok dirumah Zidan pukul 10,ini bahkan udah lewat"keluh Livia sambil memakai sepatunya.


"Oh ya,kenapa gak kasih tau Bunda kalau kamu kasih tau Bunda kan bisa Bunda bangunin,Bunda pikir kamu gak ada kegiatan makanya Bunda biarin kamu tidur"kata Bunda.


"Livia juga lupa Bun hehe,yaudah Livia jalan ya Bun"Livia segera menyalimi tangan Bundanya.


"HATI HATI VIAA JANGAN NGEBUT"teriak Bunda dibalas acungan jempol oleh Livia.


Livia mengendarai mobilnya sedikit lebih cepat dari biasanya karna keselamatan adalah yang utama.


Sampai dirumah Zidan Livia baru bisa bernafas lega dia pun mamasukkan mobilnya ke perkarangan rumah Zidan.

__ADS_1


Saat turun dari mobil Livia melihat Iqbal yang baru saja membuka helmnya membuat Livia penasaran,sepertinya Iqbal juga baru sampai sama sepertinya tapi yang membuat Livia penasaran adalah kenapa Iqbal berada dirumah Zidan.


"Kok si Iqbal ada disini, ngapain tu anak"jiwa kepo Livia meronta ronta,Livia langsung menghampiri Iqbal yang masih berada di atas motornya.


"Iqbal"panggil Livia membuat Iqbal menoleh kearahnya.


"Kak Livia"sapa Iqbal sambil senyum.


"Lo kok disini,mau ngapain?"tanya Livia.


"Gue disuruh bang Zidan kak"kata Iqbal.


"Bang Zidan?,sejak kapan kalian akrab"bukan mendapat jawaban Livia malah semakin penasaran.


Iqbal mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Livia.


"Akhirnya sampe juga lo"kata Zidan melihat kearah Livia,Livia melihat kebelakang terlihat Zidan berjalan kearahnya.


"Mereka udah nunggu yok masuk"ajak Zidan kepada Livia,Zidan langsung menarik tangan Livia Iqbal memperhatikan mereka dalam diam.


"Bentar"tahan Livia.


"Itu si Iqbal gak lo ajak masuk juga"tanya Livia membuat Zidan melihat kearah Iqbal.


"Dia bisa masuk sendiri udah biasa"perkataan Zidan membuat Livia semakin kebingungan sebenarnya ada apa diantara Iqbal dan Zidan.


Zidan kembali menarik tangan Livia,Livia kali ini hanya pasrah karna larut dalam pikirannya,Iqbal mengikuti mereka dari belakang.


Sesampainya ditaman belakang rumah Zidan Livia langsung duduk disalah satu kursi disana.


"Sampe juga lo"kekeh Neisya.


"Hehe sorry ya woy,soalnya semalam gue begadang"cengir Livia.


"Besok besok kalau gak kuat bangun pagi jangan sok sok an begadang"nasehat Zidan.


"Begadang juga gak bagus buat kesehatan lo, paham?"tanya Zidan diangguki Livia.


"Iya iya,nanti bakalan gue Kurangin begadangnya"kata Livia.

__ADS_1


"Eh si Iqbal gak ikut kesini?"tanya Livia kepada Zidan.


"Gak tau,paling di dalem tu anak"santai Zidan.


"Iqbal ada disini?"tanya Neisya diangguki Livia.


"Tadi gue ketemu dia di depan"jelas Livia.


"Oh iya Ji,lo sejak kapan deket ma Iqbal"tanya Livia.


"Sejak dulu"kata Zidan.


"Hah?"perkataan Zidan membuat Neisya dan Livia gagal paham.


"Maksud lo gimana sih"Livia semakin greget karna sudah sangat penasaran.


"Dia sepupu gue"kata Iqbal membuat Livia dan Neisya terkejut tak menyangka.


"JINJA?"tanya Livia membekap mulutnya terkejut.


"Lebay"kata Zidan memukul tangan Livia yang menutup mulutnya.


"Serius ih,beneran lo sepupuan sama Iqbal?"tanya Livia lagi.


"Beneran ngapain gue bohong"jawab Zidan menyakinkan Livia.


"Lo kok gak bilang sama gue"kesal Livia.


"Lo nya gak nanyak"bela Zidan membuat Livia cemberut.


"Diluar dugaan sih gak nyangka gue sumpah"Neisya masih dengan keterkejutannya.


"Zidan mending lo panggil aja Iqbal kesini kasian juga kan dia sendiri didalem"saran Neisya.


"Iya boleh tuh biar makin rame"sambung Ayu disetujui Zidan.


Zidan pun bangkit untuk menemui Iqbal didalam.


"Eh Yaa,ini kayak kesempatan banget gak sih buat lo makin deket sama Iqbal,lo bisa tuh cari tau tentang si Iqbal lewat Zidan,tentang kesukaan Iqbal atau apa agar lo bisa dengan mudah ngedapetin hati dia"kata Neisya membuat Livia sedikit memikirkannya.

__ADS_1


"Bener juga yah,nanti deh gue nanyak sama si Zidan"kata Livia diangguki Neisya.


__ADS_2