
Istirahat telah tiba semua siswa/siswi berhamburan keluar menuju kantin begitu juga dengan Livia dan ketiga temannya.
Mereka menuju kantin dengan mengobrol ringan hingga Neisya berkata.
"GIRL SIAPA YANG TERAKHIR SAMPE DIKANTIN DIA YANG MESEN MAKAN"teriak Neisya.
Mendengar itu ketiga temannya yang lain terkejut dan langsung ikut berlari mengikuti Neisya,hingga tanpa sengaja kaki Livia terkilir.
"Aduh kaki gue"keluh Livia tapi dia tetap melanjutkan larinya meski dia yang terakhir sampai.
"Hahah Livia kalah"tawa Anggun menggema dikantin membuat Livia makin kesal.
"Ish kalau aja Kaki gue ga terkilir tadi lo yang bakalan kalah"kesal Livia sedangkan Anggun malah memeletkan lidahnya,Livia hendak melawan lagi tapi dihentikan Zahra.
"Sekarang masih sakit"tanya Zahra khawatir akan kaki Livia.
"Agak mendingan"jawab Livia.
"Perlu ke UKS gak? "tanya Zahra lagi.
"Gak,gue gapapa Ra cuma terkilir dikit doang"meski terkesan cuek Zahra adalah member paling perhatian diantara mereka,dia sudah seperti ibu bagi mereka.
"Coba mana liat"kata Anggun yang langsung memegang pergelangan kaki Livia membuat Livia terkejut.
"Au,Anggun lo sengaja? mau gue tampol lo ha"kesal Livia.
"Hehe Maap reflek"cengir Anggun Livia hendak membalas lagi tapi dihentikan Zahra.
"Udah,pesen gih bisa kan?"kata Zahra diangguki Livia.
"Bisalah dikira kaki gue patah"manyun Livia disambut kekehan oleh Zahra.
"Gini ni kalau bawa bocil ke sekolah"kekeh Neisya.
"Hati hati, kalau perlu bantuan bilang"pesan Zahra.
"Siap bunda ratu"Livia berlagak seperti memberi hormat membuat yang lain tertawa sedangkan Zahra memasang wajah melas.
Livia pun mulai melangkah menuju stan penjual,tak lama setelahnya Livia kembali diikuti seseorang yang membantunya membawakan nampan makanan.
"Makasih mbak"senyum Livia dibalas anggukan si mbaknya.
"Selamat makan"ucap mereka bersamaan,mereka makan dengan tenang hingga selesai.
"Syaa,gimana soal si adek kelas kemaren"mulai Livia membuat Neisya menoleh kearahnya.
"Kita bales tentunya tapi bentar, lo inget gak tu anak yang mana?"tanya Neisya membuat Livia terdiam dan terlihat berpikir.
"Inget inget lupa sih"bingung Livia.
"Tuh kan penyakitnya kambuh lagi, padahal kan yang ngeliat tu anak lo, gue mah cuma liat sekilas doang gimana sih"kesal Neisya,Livia cuma nyengir.
"Ya gimana ya abis udah mendarah daging ini"balas Livia enteng.
"Terus gimana? "tanya Neisya.
__ADS_1
"Ya kita andalin aja ingatan kita berdua,kita liat sekitaran sekolah kali aja ketemu,lo juga bilang pernah liat kan jadi sekilas pasti inget lah"saran Livia.
"Ok lah kalau gitu"angguk Neisya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini sedang jamkos kelas sangat ricuh dengan adanya grub band dadakan.
"KITA SAMBUT BIDUAN KI-"
"Apa paan biduan,kagak mau gue kalau manggilnya gitu,dikira gue cewe apaan"kesal Livia.
Livia dipilih menjadi vokalis di konser dadakan ini dan dia merasa kesal dipanggil biduan.
"Ah ilah banyak maunya ni anak"kesal Zidan sang MC.
"OK GUYS,KITA SAMBUT VOKALIS KITA LI-VI-AAAAAA! "
"A nya panjang banget ya allah"keluh Livia.
"Neng sini naik lo manggil sendiri,lama lama mundur juga gue jadi MC"kesal Zidan membuat Livia tertawa.
"Jan emosi atuh bang"Livia pun naik keatas panggung meja yang telah disediakan dan konser pun dimulai.
"Berasa beneran jadi istrinya min yoongi gue, dah ngonser aja"tawa Livia mendapat respon melas dari teman kelasnya.
"Tenang tenang kita mulai, gendang"
Mejapun dipukul diikuti gitar Sapu tanpa suara beserta musik lewat HP.
"Jujur saja ku tak mampu~"mulai Livia.
"LANJUT VIA PINTER BANGET MILIH LAGU"disambut ricuh oleh teman kelasnya membuat Livia tertawa.
"Hilangkan wajahmu dihatiku
meski malam menganggu
hilangkan senyummu dimataku
kusadari aku cinta padamu"
"SEMUA!"teriak Livia disambut baik oleh mereka.
"MESKI KU BUKAN YANG PERTAMA
DIHATIMU TAPI CINTA KU TERBAIK
UNTUKMU MESKI
KUBUKAN BINTANG DILANGIT TAPI
CINTAKU YANG TERBA-IKK"
Mereka asik bernyanyi ria,begitu senangnya Livia memiliki teman kelas sekompak mereka,mereka bahkan tidak menghiraukan kalau suara mereka akan sampai di luar karna berisik ataupun tidak tetap saja kelas mereka dicap buruk oleh guru maupun kelas lain.
__ADS_1
Memang murid di kelas XII MIPA 6 ini beragam,mulai dari yang paling kalem hingga paling bar bar tapi karna Itulah mereka saling melengkapi dan kompak satu sama lain meski yang dilihat orang luar hanya sisi buruknya saja hanya karna rata rata murid yang bermasalah berasal dari kelas ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lelah dengan konser dadakan di kelas Livia dan Neisya pergi untuk membeli minuman ke kantin.
Sesampainya dikantin mereka langsung menuju ke stan minuman.
"Pak jus alpukat 1,jeruk 2,mangga 1"pesan Livia.
"Siap neng"jawab si bapak.
Mereka menunggu sambil mengobrol ringan hingga kedatangan seseorang mengalihkan atensi mereka.
"Udah selesai belum Pak? "tanya si cowo yang diperhatikan Livia dan Neisya.
"Aduh maaf dek bapak lupa,tadi alpukat Sama jeruk ya?"tanya si bapak.
"Iya pak"senyum si cowo.
"Ditunggu ya dek bapak buatkan dulu"sesal si bapak.
"Iya gapapa pak"si cowo pun kembali menunggu.
"Yaa liat deh,dia bukan sih yang kemarin"bisik Neisya,Livia pun memfokuskan pandangannya ke si cowo.
"Kayaknya iya deh,seinget gue cowo kemarin juga pake jaket hitam"tambah Livia membuat mereka semakin yakin kalau itu cowo yang ngatain mereka waktu itu.
"Gimana?"Neisya menaikkan alisnya kearah Livia.
"Gas ajalah"semangat Livia diangguki Neisya.
Mereka makin mendekatkan diri ke arah si cowo tadi.
"Ekhm,lain kali kalau ngatain orang ngaca dulu"sindir Neisya.
"Ya seenggaknya sadar diri Lah yaaa"lanjut Livia.
Sedangkan yang disindir sibuk dengan hp nya seolah apa yang dikatakan mereka bukan untuknya.
Livia dan Neisya saling pandang, Neisya menaikkan alisnya Livia mengedikkan bahunya,mereka merasa heran dengan si cowo yang tidak merasa tersindir sedikit pun.
"Ini dek pesanannya"si bapak menyodorkan minuman ke so cowo.
"Makasih pak"senyum si cowo.
"Sama sama dek"dibalas senyum si bapak.
Livia dan Neisya cuma melongo dari tadi melihat interaksi itu hingga si cowo pergi dari kantin mereka masih memandang si cowo sambil mencerna kejadian barusan.
"Kok dia kayak gak ngerasa yah waktu kita sindir? "tanya Livia.
"Apa dia pura pura gak sadar kali yah"kata Neisya.
"Iya kali ya, mungkin dia gak berani jawab Karna lagi sendiri,ya kan?"
__ADS_1
"Maybe,terus gimana?"tanya Neisya melihat Livia sedang berpikir.
"Udahlah nanti kalau ketemu kita coba sekali lagi yang lebih jelas,nanti kalau gak berhasil baru kita cari cara lain"saran Livia diangguki Neisya.