He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter(5)


__ADS_3

Livia memasuki kelas yang sudah ramai,Livia berjalan gontai ke arah kursinya dan langsung mendudukkan dirinya di kursi.


"Kenapa neng"sapa Neisya menatap Livia heran.


"Gak tau males aja"keluh Livia sambil merebahkan kepalanya di atas meja.


"Gak disemangatin ayang yaaa"ejek Anggun.


"Gimana mau disemangatin,ayang aja gak punya"kata Zahra dibalas tawa oleh Neisya dan Anggun sedangkan Livia tidak memperdulikan mereka.


"Makanya Yaa cari pacar"Neisya ikut mengejek Livia.


"Jangan cuma jago ngegombal aja yee gak"kata Zahra diangguki Neisya dan Anggun.


Livia yang males mendengar perkataan sahabatnya memutuskan pergi ke kantin karna bell masuk masih 10 menit lagi.


Livia bangun dari duduknya dan langsung keluar membuat ketiga sahabatnya kebingungan tapi mereka membiarkan karna mereka tau kalau Livia lagi gak mood itu Dia gak suka diganggu.


Livia sampai dikantin berniat memesan minuman tapi ternyata di stan minuman dia melihat Iqbal sedang memesan lalu pergi duduk di salah satu kursi bergabung dengan temannya.


Melihat itu Livia tiba tiba mendapatkan sebuah ide untuk menjahili Iqbal dan itu membuatnya kembali bersemangat,dia pun melanjutkan perjalanannya ke stan minuman.


"Pak,kalau boleh tau cowo yang tadi pesen jus apa ya"tanya Livia.


"Kataanya sih alpukat sama jeruk neng"Livia menganggukkan kepalanya lalu Livia pura pura mengangkat telfon dan sedikit berbicara.


"Eum pak,pesenan cowo yang tadi diganti jadi jeruk 2 ya"kata Livia membuat Bapaknya heran,melihat itu Livia langsung menjawab.


"Yang tadi itu pacar saya Pak dan tadi dia telfon saya katanya jusnya disuruh ganti"jelas Livia.


"Oh gitu,siap neng"kata si Bapak tanpa curiga sedikitpun.


"Satu lagi pak,jeruk yang satunya gak usah pake gula ya,alami aja itu buat cowo yang pesen tadi"tambah Livia si Bapak pun mengiyakan.


"Buat saya alpukat satu ya Pak"


"Siap neng"


Si Bapak pun mulai membuatkan jusnya,jus pesanan Iqbal selesai lalu diantar ke meja Iqbal.

__ADS_1


Livia memperhatikan setiap pergerakan Iqbal,Iqbal mulai menerima jusnya setelahnya Iqbal melihat kebelakang ke stan minuman dengan wajah bingung.


Saat Iqbal melihat ke stan minuman dia mendapati Livia disana,Livia nampak tersenyum sambil menaikkan alisnya kearah Iqbal melihat itu Iqbal menjadi paham kenapa minuman yang dipesannya berubah.


Setelahnya terlihat Iqbal meminum minumannya dan itu membuat Livia semakin melebarkan senyumnya dia ingin melihat ekspresi kesal si Iqbal tapi setelah Iqbal meminum minumannya,Iqbal nampak Biasa saja seolah itu jus yang enak seperti biasanya dan itu membuat Livia kecewa.


"Aish kenapa lagi sih,apa tu anak suka asam sampe tak berekspresi sama sekali dan artinya gue gagal lagi?"Livia nampak kembali lemas.


"Ini neng pesanannya"


Livia yang kesal mengambil minumannya lalu membayar dengan cepat dan langsung pergi menuju kelasnya,Iqbal nampak memperhatikan Livia sampai Livia hilang dibalik pintu masuk kantin.


"Bukannya lo gak suka jeruk Bal,lo salah pesen apa gimana"tanya sahabat Iqbal yang bernama Azam.


"Gue salah pesen tadi,gue mau pesen ulang dulu"Iqbal bangkit dari duduknya kembali menuju stan penjual.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pelajaran kedua hari ini adalah Biologi dan Livia bersama Neisya mendapat tugas untuk mengambil buku paket di perpustakaan.


Mereka melewati karidor dengan keadaan hening tidak ada yang membuka suara,Livia larut dalam kebingungannya soal kejadian tadi, Neisya yang kebingungan melihat wajah kebingungan Livia,intinya mereka sama sama bingung sekarang.


"Lo kenapa sih Yaa, tadi pagi lemes lah sekarang kayak orang kebingungan lo kenapa?"tanya Neisya membuat Livia melihat kearahnya.


"Tadi pagi gue ketemu Iqbal di kantin"jelas Livia.


"Lah terus"bingung Neisya.


"Gue udah semangat buat ngerjain tu anak, jadi dia mesen jus alpukat sama jeruk terus gue bilang sama Bapaknya kalau pesenannya diubah jadi jeruk 2 plus satu jeruk gak usah pake gula dan itu buat Iqbal biar dia keaseman"cerita Livia membuat Neisya tertarik.


"Terus terus"


"NABRAK!"kesal Livia.


"Bukannya dengerin dulu heran"


"Nah anehnya waktu dia minum tu jeruk dia gak keaseman sama sekali ekspresinya tu biasa aja gak sesuai sama ekspektasi gue,kan kesel gagal lagi gagal lagi, gimana lagi sih harus ngebales tu cowo"Livia sampai mengacak rambutnya saking kesalnya.


"Masa sih jeruk tanpa gula gak asem,wah wah aneh ini"Neisya memegang dagunya berpikir.

__ADS_1


"Ini bukan cuma masalah dia ngatain bias kita, tapi dendam gue tu udah berlipat lipat akibat ulah dia,mana setiap dibalas gak mempan"Neisya menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Livia.


Mereka kembali larut dalam pikiran mereka masing masing sampai ada yang nyapa Livia baru mereka tersadar.


"Halo kak Livia"sapa siswa cowo yang sepertinya adek kelas.


Livia melihat kearah si cowo, memiliki kulit sawo matang,hidung mancung,memiliki lesung pipi di pipi kiri.


"Manis"batin Livia.


"Buah manggis diambil Bapak,adek manis namanya siapa"Livia mulai mengeluarkan jurusnya.


"Eum- nama gue Zafran kak"si adek salting digombalin Livia,Neisya yang melihat itu terkekeh dengan kelakuan sahabatnya.


"Ah ndee namanya bagus"Livia memperlihatkan senyumnya.


"Makasih kak, yaudah gue balik ke kelas dulu ya kak"kata Zafran tersenyum menampilkan lesung pipinya.


"OK papay dedek manis"Livia melambaikan tangannya sambil senyum membuat Zafran semakin salting.


"Sa ae ni buaya betina satu"kekeh Neisya.


"Sekali kali buat hiburan gapapa lah"balas Livia.


"Sekali lo mah banyak"Livia terkekeh mendengar perkataan Neisya.


"Eh tapi Yaa,kenapa kita gak pake cara ini aja buat ngebales si Iqbal"saran Neisya.


"Maksud lo"Livia tak paham.


"Lo kan orangnya jago ngegombal nih plus mudah banget bikin anak orang luluh,jadi lo pura pura aja ngedeketin si Iqbal bikin dia jatuh cinta sama lo,setelah itu udah lo tinggalin aja"jelas Neisya.


"Karna ni ya,kata orang kalau sakit hati itu adalah sakit paling membekas jadi kayaknya cara ini pasti ampuh buat pembalasan dendam kita"lanjut Neisya membuat Livia agak berpikir tentang ide Neisya.


"Boleh juga,kenapa gak kepikiran dari awal ya"Livia tersenyum karna mendapat ide menarik.


"Nah kan"Livia dan Neisya bertos ria sambil tertawa.


"OK kalau gitu kapan ada waktu kita jalanin aksi kita"kata Livia semangat.

__ADS_1


__ADS_2