
Pelajaran selanjutnya di kelas XII MIPA 6 adalah olahraga,Pak Fendi memasuki kelas membuat kelas yang semula ricuh menjadi hening.
"Assalamualaikum"salam Pak Fendi.
"Waalaikum salam"jawab seisi kelas dengan patuh,kelas yang biasanya selalu bising kini terlihat sunyi hanya karna sekarang pelajaran olahraga as pelajaran kesukaan mereka.
"Anak anak hari ini kita memasuki materi bola voli dan kita akan melakukan praktek dilapangan,sebelum keluar Bapak akan melakukan absensi dulu"kata Pak Fendi mulai membuka absen.
"Baik pak"jawab mereka semua.
Pak Fendi mulai mengabsen nama siswa/siswi satu satu hingga selesai,selesai dengan absensi Pak Fendi segera keluar menunggu mereka di lapangan dan semua siswa/siswi pun ikut keluar untuk berganti pakaian.
Livia dan sahabatnya adalah yang terakhir sampai di lapangan,mereka pun berbaris dengan baik, Livia mendapat barisan di paling kiri berdekatan dengan barisan para siswa dan disamping Livia adalah Zidan mereka berdiri bersebelahan.
Sebelum memulai praktek mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu,saat sedang melakukan pemanasan Livia tiba tiba teringat akan kelakuan Zidan kemarin diparkiran dan ini adalah kesempatannya untuk membalas Zidan,mumpung mereka lagi berdekatan.
Livia melihat kearah Pak Fendi yang terlihat sedang melihat sebuah buku,merasakan ada kesempatan Livia langsung menggapai rambut Zidan yang lebih tinggi darinya.
"Aduh"ringis Zidan,Zidan melihat kearah Livia sambil mengaduh,Livia memeletkan lidahnya kearah Zidan.
"Pembalasan yang kemarin"ejek Livia,Zidan membuang muka terlihat kesal mungkin karna rambutnya diganggu,Livia tidak memperdulikan hal itu yang penting dendamnya terbalaskan.
Pemanasan berjalan dengan baik,setelahnya Pak Fendi kembali memfokuskan diri kepada muridnya.
"Ok anak anak,seperti biasa awalnya Bapak akan memberikan contoh lalu kalian akan berlatih bersama dan dilanjutkan dengan pengambilan nilai,kita mulai"jelas Pak Fendi.
Pak Fendi mulai mencontohkan mulai dari cara memegang bola hingga cara memukulnya,selesai dengan mencontohkannya lalu dilanjutkan dengan berlatih bersama,para siswi berlatih dengan tenang berbeda dengan para siswa yang berebutan bola untuk berlatih.
15 menit berlalu waktu berlatih habis waktunya melakukan pengambilan nilai,satu persatu pun terpanggil sesuai absen.
Livia menunggu giliranya dengan mengobrol ringan bersama sahabatnya dan dia sesekali melihat sekitar sekolah dan kelas kelas hingga tak sengaja mata Livia melihat Iqbal berdiri di pintu kelas XI yang memang kelas XI berdekatan dengan lapangan.
__ADS_1
Iqbal yang memang sedang memperhatikan kelas Livia yang sedang melakukan praktek menyadari kalau Livia melihat kearahnya,mata mereka bertemu beberapa saat hingga Livia menampilkan senyum jahil ke Iqbal membuat Iqbal tertawa melihat tingkah Livia.
Giliran Livia pun tiba Livia langsung maju untuk pengambilan nilai dan berlanjut hingga urutan terakhir.
Pelajaran olahraga berakhir dan masih ada waktu setengah jam lagi yang memang disediakan untuk siswa/siswi beristirahat selepas melakukan praktek.
Livia dan siswi lainnya bergegas berganti baju karna merasa gerah selesai berganti baju Livia dan sahabatnya langsung menuju kelas untuk beristirahat sambil menunggu Guru dipelajaran terakhir masuk.
Kini Livia dan sahabatnya sampai dikelas,saat ingin menyimpan baju kedalam tas Livia malah tidak menemukan tasnya di kursinya.
"Lah tas gue mana woi"tanya Livia entah kepada siapa.
"Lah iya mana tas si Via"si Anggun malah balik nanyak membuat ketiga sahabatnya yang lain menatapnya jengah.
"Bukannya menjawab ni anak malah balik nanyak"kesal Neisya.
"Masak hilang sih"Livia menatap kursinya aneh.
"Iya kan mereka tadi ganti bajunya di kelas"tambah Neisya diangguki Livia.
Livia melihat hanya ada 3 cowo di dalam kelasnya dia pun memutuskan menanyakan ke salah satunya.
"Alif lo liat tas gue gak"tanya Livia menghampiri Alif.
"Gak"singkat Alif lalu bangkit dari duduknya dan langsung keluar kelas,Livia menatapnya cengo.
"Rugi gue nanyak ma tu orang"Livia pun kembali ke sahabatnya.
"Dikira suara beli kali ya,pelit banget tu mulut buat ngeluarin suara"cerocos Livia.
"Lagian lo nanyaknya ma si Alif, kayak gak tau si kutup itu aja"kekeh Neisya.
__ADS_1
"Kayaknya tas lo gak mungkin hilang deh Yaa,pasti ada yang jahil nih sampe nyembunyiin tas lo"kata Zahra membuat ketiga lainnya berpikir siapa pelakunya.
"Yang jahil ke gue cuma-"Livia tidak melanjutkan perkataannya mereka berempat kini malah terlihat saling pandang seolah sama sama tau siapa dalangnya.
"ZIDAN!"kompak mereka.
"Nah itu Zidan"tunjuk Anggun melihat kearah pintu kelas diikuti ketiga temannya yang lain.
"Apa?"polos Zidan melihat empat teman dekatnya melihat kearahnya.
"JIDAATTT LO KEMANAIN TAS GUE!"teriak Livia dibalas kekehan oleh Zidan.
"GAK USAH KETAWA LO,BALIKIN TAS GUE!"
"Kalau gue gak mau"Zidan malah mengejek Livia.
"Diam lo disana"Livia mulai melangkah membuat Zidan berbalik badan.
"GAK MAU,EMANG LO SIAPA NYURUH NYURUH GUE!!"teriak Zidan mulai berlari menjauhi Livia.
"JIDAATT JANGAN KABUR LO"Livia pun ikut mengejar Zidan mereka berlarian dikaridor kelas XII.
"AYO KEJAR GUE KALAU BISA!"Zidan berlari sambil tertawa membut Livia semakin kesal.
Livia terus mengejar Zidan hingga kini mereka sudah berada di karidor kelas XI mereka terus berlari tidak memperdulikan tatapan tatapan siswa/siswi yang berada di karidor.
Hingga saat sedang berlari Livia melihat Iqbal di kejauhan menuju kearahnya Livia pun memutuskan untuk berhenti sedangkan Zidan sudah berlari melewati Iqbal dan satu temannya.
Saat Iqbal sudah dekat dengannya Livia menghentikan laju larinya tapi karna berhenti mendadak membuat kakinya tersandung dengan kakinya yang lain dan berakhir terjatuh terngkurap tepat didepan Iqbal.
"Ya allah cobaan apalagi ini"keluh Livia.
__ADS_1