He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter(20)


__ADS_3

Iqbal menjelaskan secara lebih pelan agar Livia bisa mengerti,Livia juga memperhatikan Iqbal yang sedang menjelaskan.


Emang dasarnya Livia adalah orang yang malas belajar apalagi pelajaran yang tidak disukainya dia malah menjahili Iqbal yang sedang menjelaskan.


"Iqbal"panggil Livia.


Iqbal tidak menghiraukan Livia dia ingin Livia mendengarkan penjelasannya dengan baik agar Livia paham.


"Dek"panggil Livia lagi dan masih tidak dihiraukan oleh Iqbal.


"Dek Iqbal"Livia tidak menyerah.


"Iqbal"


"Iqbal alfarisyi"baru Iqbal melihat kearah Livia sambil mengangkat alisnya dengan pandangan datar sepertinya Iqbal benar benar sudah terbuka dengan Livia hingga kini dia mulai menunjukkan ekspresi lain selain tersenyum ramah.


Livia mampu membuat seorang Iqbal yang selalu tersenyum menjadi kesal seperti sekarang.


Yang ditatap datar cuma nyengir.


"Kenapa kak"tanya Iqbal mencoba sabar.


"Lo ganteng juga ya ternyata"kekeh Livia membuat Iqbal menghela nafas mendengar perkataan Livia.


"Kak boleh gak serius dulu"Iqbal sepertinya mulai merasakan lelah menghadapi Livia.


"Mau banget diseriusin"Livia masih dengan tingkahnya dia menatap Iqbal jahil.


"Kak Livia"Iqbal terlihat pasrah sepertinya dia tidak tau harus bagaimana lagi,bukan apa apa dia ingin Livia mendengar penjelasannya agar Livia bisa mengerjakan tugasnya karna kalau tugas ini tidak diselesaikan sudah pasti hukuman Livia akan bertambah kan kasihan.


"huffh udahlah Ball berhenti aja yaa,percuma juga lo ngejelasin bagaimanapun gue gak akan paham"melas Livia,dia malah merebahkan kepalanya diatas meja menghadap Iqbal.

__ADS_1


"Tapi kak,nanti hukuman kak Livia akan nambah lagi kakak mau?"bukannya menjawab Livia malah memutar kepalanya membelakangi Iqbal membuat Iqbal kembali menghela nafas.


Iqbal pun menyenderkan badannya dikursi dia memikirkan bagaimana dia memberi tau Livia untuk mau mengerjakan tugasnya.


Hening menemani mereka hingga beberapa menit pun berlalu dan Iqbal kembali melihat kearah Livia,Livia masih dalam posisi semula membuat Iqbal penasaran.


"Tumben kak Livia gak rusuh"heran Iqbal.


Iqbal pun memutuskan untuk mengecek Livia, Iqbal berdiri lalu mengintip Livia dari atas dan ternyata Livia sudah tertidur hanya dalam hitungan menit Iqbal menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Livia yang dengan mudahnya tertidur bahkan disekolah.


Iqbal kembali duduk dan melanjutkan membaca buku tadi,dia tidak kembali ke kelas karna dia tidak mungkin meninggalkan Livia seorang diri disini apalagi dia sedang tidur membangunkannya pun Iqbal tidak tega karna Livia terlihat nyenyak.


Lama lama bosan juga Iqbal membaca buku dia mengingat bahwa tugas Livia belum terselesaikan dia pun memutuskan untuk mengerjakannya saja lagipula dia tidak ada kerjaan sekarang kasihan juga Livia.


Selesai dengan tugas Livia,Livia masih saja belum bangun membuat Iqbal berpikir apakah Livia tidak tidur semalam sampai bisa tidur senyenyak dan selama ini,sudah 1 jam mereka disini dan mungkin jam pelajaran kedua sebentar lagi akan berakhir.


Ada niat Iqbal untuk membangunkan Livia tapi lagi lagi jiwa nya lemah saat melihat nyenyaknya Livia tidur dia menjadi tidak tega,Iqbal pun memutuskan untuk kembali menunggu sambil memainkan HP nya.


Dapat Iqbal dengar beberapa suara motor dan mobil mulai meninggalkan sekolah,Iqbal ingin kembali ke kelas untuk mengambil tas nya tapi lagi lagi dia melihat kearah Livia.


Iqbal mencoba membangunkan Livia tapi tidak ada pergerakan dari Livia Iqbal yang merasa tidak enak terlalu bersentuhan dengan perempuan pun jadi bingung dia harus bagaimana,meninggalkan Livia disini pun tidak mungkin.


Ditengah kebingungan Iqbal dia mendengar suara Zidan yang memanggil nama Livia,dan sepertinya Zidan akan menuju ketempat mereka berada.


"Aish disini rupanya ni anak"kata Zidan yang melihat Livia.


"Iqbal ada lo juga disini ternyata"kata Zidan saat melihat Iqbal disamping Livia.


"Iya bang"jawab Iqbal seadanya.


"Udah lama"tanya Zidan lagi.

__ADS_1


"Sebelum kak Livia dateng sih"


"Oh berarti dari tadi Livia disini bareng lo"kata Zidan diangguki Iqbal.


"Baguslah terus ni anak kenapa bisa ketiduran"tunjuk Zidan kearah Livia.


"Tadi kak Livia kesusahan sama tugasnya,gue nawarin buat bantuin dia terus waktu gua ngejelasin katanya dia males terus tidur deh"jelas Iqbal membuat Zidan menghela nafas melihat kelakuan sahabatnya.


"Yaa,Livia"panggil Zidan sedikit mengguncangkan bahu Livia,tidak ada pergerakan dari Livia.


"Tadi udah gue coba bangunin juga gak direspon"kata Iqbal.


"Aish ni anak emang gini kalau tidur pasti coldsplay jadi orang mati"keluh Zidan mendapat kekehan dari Iqbal.


"LIVIA,bangun gak, mau gue tinggal lo"kata Zidan lagi masih berusaha.


"Udahlah mending lo balik kelas sana ambil tas buat balik"kata Zidan melihat Iqbal yang menunggu mereka.


"Terus kak Livia gimana? "tanya Iqbal.


"Ni anak biar jadi urusan gue"kata Zidan diangguki Iqbal.


"Yaudah gue pergi duluan"kata Iqbal.


"Heh heh mau kemana"kata Livia yang tiba tiba terbangun memegang lengan Iqbal yang berada disampingnya membuat Zidan dan Iqbal terkejut.


Sebenarnya tadi disaat Zidan menyuruh Iqbal pergi Livia sudah terbangun karna terganggu tapi karna masih agak pening Livia tidak langsung membuka matanya.


"Tangan lo Yaa"kata Zidan membuat Livia melihat kebawah dan tersadar lalu langsung melepaskan tangannya.


"Eh maaf"cengir Livia,Iqbal hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Zidan bilang begitu karna dia tau Iqbal pasti risih kalau bersentuhan langsung dengan cewe.


__ADS_2