
Pagi ini Livia terlihat bersemangat dia juga bangun lebih awal dari biasanya,Livia telah siap dengan seragam sekolahnya dan turun kebawah untuk sarapan bersama Ayah Bundanya.
Mereka sarapan dengan tenang,setelah memakan nasi goreng buatan Bundanya Livia meminum susu coklat diakhiri dengan minum air putih lalu dia mengambil tasnya dan menyalimi kedua orang tuanya.
"Bunda Livia berangkat dulu"pamit Livia setelah menyelesaikan sarapannya.
"Iya hati hati ya"kata Bunda menyambut uluran tangan Livia untuk salim lalu lanjut menyalimi Ayahnya.
"Ayah pamit ya"pamit Livia dibalas anggukan oleh Ayahnya.
Livia pun keluar dari rumah menuju garasi mobil dan menjalankan mobilnya menuju sekolah.
Mobil Livia melaju dengan santai hingga sampai diparkiran sekolah,setelah memarkirkan mobil dengan baik Livia turun dan langsung menuju kelasnya.
Saat melewati karidor kelas XI Livia tak sengaja melihat kedalam kelas Iqbal yang terlihat Iqbal sudah berada disana dengan buku ditangannya.
"Rajin banget tu anak,pagi pagi dah megang buku aja"batin Livia,diapun melanjutkan langkahnya.
Sampai dikelas sudah ada Anggun dan Zahra disana.
"Neisya mana?"tanya Livia.
"I'M COMING GUYS"Teriak Neisya.
"Panjang umur tu anak"kekeh Livia.
"Apaan"tanya Neisya melihat temannya menatapnya sambil tertawa.
"Gakda"jawab Anggun,Neisya tidak memperdulikan mereka dia langsung duduk dikursinya.
"PERHATIAN PERHATIAN,HARI INI BUK RATNA TIDAK DAPAT HADIR KITA FREEE LAGII"pengumuman Zidan membuat siswa/siswi bersorak kesenangan.
"Jamkos terusss"kata Livia.
"Jamkos salah belajar pun salah memang ya hamba Allah yang satu ini Kurang bersyukur"ejek Neisya.
"Dih kek situ paling bener aja"balas Livia.
"Udah udah,mending sekarang nongkrong dipintu kuy"ajak Zahra.
"Ayok,sekalian cuci mata"semangat Neisya.
"Otak noh dicuci sekali kali jangan mata terus"serkas Zahra membuat Livia terbahak.
"Mana udah kotor berkarat lagi ish ish"Livia menggelengkan kepalanya mengejek Neisya.
__ADS_1
"Kek otak situ bersih aja sih"balas Neisya.
"Ribut,ribut,ribut gue suka keributan"kata Anggun.
"Udah yee gue mau ikut Zahra bay"Anggun melangkah keluar karna Zahra sudah keluar duluan,melihat mereka keluar Neisya dan Livia juga mengikuti Anggun.
"Kek gimana gitu ya kita nongkrong dipintu kelas"kekeh Livia.
"Asal jangan dikelas orang mah gak masalah"jawab Anggun.
"Haduh enaknya kelas XII jamkos terus"kata Neisya.
"Banyak banyak bersyukur syaa"Livia balas mengejek Neisya.
"Banget malahan"jawab Neisya.
"Kalian gak ada Guru?"tanya seorang Guru yang lewat depan kelas Livia.
"Gak ada Bu"jawab Livia.
"Bener,atau kalian lagi dapet hukuman?"si Ibu Guru terlihat tak yakin.
"Beneran loh Buk gak percayaan amat" balas Neisya diangguki yang lain.
"Oh yasudah maafkan saya,kalau begitu boleh saya minta bantuan kalian"tanya Guru itu.
"Tolong antarkan buku ini ke kelas XI MIPA 2 soalnya Ibu ada keperluan"mendengar kata kelas XI MIPA 2 Livia dan Neisya langsung berpandangan dan tersenyum.
"BISA BUK"semangat Neisya dan Livia membuat Anggun dan Zahra menatap heran.
"Alhamdulillah,ini bukunya Ibu permisi dulu,oh iya tolong katakan pada ketua kelasnya untuk memberitahukan kepada murid yang lain untuk mengerjakan soal tantang materi yang sudah Ibu jelaskan kemarin dan langsung dikumpulkan nanti dimeja saya"
"Siap laksanakan"Livia berlagak hormat kearah Guru tersebut.
"Yasudah ibu permisi"si Guru langsung pergi,Livia dan Neisya pun juga segera menuju kelas XI MIPA 2.
"Siap siap bertemu dedek gantengggg"lebay Neisya.
"Hallah gak tau aja lo semalam gue ketemu siapa"
"Siapa"kepo Neisya.
"Ra-ha-si-aa"kekeh Livia membuat Neisya kesal.
"Gitu ya main rahasia rahasiaan sekarang"kesal Neisya.
__ADS_1
"Hahah nanti gue ceritain ok"kata Livia.
Tak terasa mereka telah sampai di depan kelas XI MIPA 2 dan terlihat pintu kelas itu tertutup,Livia pun mengetuk pintunya.
Tok tok tok
Pintu terbuka dan yang membukanya adalah Iqbal membuat Livia dan Neisya kesenangan.
"Bubur sum sum cumi cumi
Assalamualaikum calon suami"mulai Livia membuat Iqbal tersenyum sedangkan Neisya sudah tertawa disamping Livia.
"Ada apa ya kak?"tanya Iqbal.
"Ada cinta buat kamu"Livia masih saja bercanda untung Iqbal sabar menghadapinya.
"Serius loh Yaa,kasian anak orang lo kardusin mulu"kata Neisya yang tau Iqbal pasti lelah menghadapi temannya yang seperti ini.
"Hehe maaf dek,ini mau kasih buku titipan Buk Tuti"jelas Livia menyerahkan buku kepada Iqbal disambut dengan baik oleh Iqbal.
"Oh makasih kak"Iqbal tersenyum hendak kembali masuk.
"Eit buru buru amat dek,gak mau bicara dulu gitu"tanya Livia membuat Iqbal tersenyum tak enak kepada Livia.
"Emang mau ngomongin apa kak"tanya Iqbal.
"Gak ada kok Ball, cuma tadi ada pesan dari Buk Tuti kalau"perkataan Neisya dipotong oleh Livia.
"Katanya lo disuruh keluar sama gue"potong Livia mendapat cubitan dari Neisya,Iqbal menatap mereka kebingungan.
"Serius Yaa"Neisya jadi kesal melihat Livia membuat Iqbal kebingungan.
"Hehe,gak dek becanda,tadi Buk Tuti nyuruh kita bilang ke ketua kelasnya agar memberitahukan murid lain untuk mengerjakan soal yang kemarin sudah dijelaskan materinya sekalian langsung dikumpulkan dimeja Guru"jelas Livia.
"Oh,iya kak nanti gue sampein"kata Iqbal tersenyum membuat Livia dan Neisya jadi terdiam mengagumi ketampanan Iqbal.
"Eum,ada lagi kak?"tanya Iqbal karna melihat kedua kakak kelasnya masih berdiri disana,keduanya pun tersadar.
"Ada"angguk Livia membuat Iqbal menatapnya penasaran.
"Apa kak"tanya Iqbal polos.
"Saranghe"kekeh Livia,Neisya langsung menarik temannya karna sudah malu dengan Iqbal.
"Udah ya dek kita pergi dulu"pamit Neisya menarik Livia.
__ADS_1
"Iya kak"Iqbal menatap kepergian mereka sambil terkekeh,ingat Iqbal sudah terbiasa jadi tidak heran lagi.