He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter(7)


__ADS_3

Matahari telah terbit menandakan pagi telah tiba,jam sudah menunjukkan pukul 07:10 tapi Livia masih saja tertidur tidak terusik sama sekali meskipun suara alarm terus berdering.


"Via"panggil Bunda Livia yang kini berdiri di depan pintu kamar Livia.


Tok tok tok..


"Nak,..Via"Bunda masih saja memanggil Livia.


"Kebiasaan deh ni anak bangunnya telat"keluh Bunda Livia.


Bunda mencoba membuka pintu dan ternyata pintunya tidak terkunci.


"Lah gak kekunci ternyata,kenapa gak dari tadi"Bunda langsung masuk kedalam dan melihat anaknya yang masih nyaman bergulung dengan selimut.


"Via,bangun"Bunda sedikit mengguncang bahu Livia.


Melihat tidak ada pergerakan sama sekali membuat kesabaran sang Bunda habis,tidak ada cara lain.


"LIVIA LADIBA!, BANGUN GAK,GAK MAU SEKOLAH KAMU HAH"


Livia terkejut hingga langsung terduduk di atas kasurnya.


"Ha"ucap Livia yang masih setengah sadar.


"HAH HAH,HAH HAH cape Bunda bangunin kamunya gak bangun bangun,liat udah jam berapa sekarang"kesal Bunda Livia.


"Haduh Bun, Bunda hobi banget sih ngagetin orang,kalau Livia jantungan gimana terus Livia kena serangan jantung terus harus dilarikan kerumah sakit terus jadi parah terus-"


"Terus,terus,terus aja terus,liat dulu tuh sekarang udah jam berapa"kata Bunda sambil menunjukkan jam di dinding kamar Livia.


"Sibuk banget heran"Livia melihat dengan santai kearah jam.


"HAH,BUNDAA LIVIA TELATT"Livia langsung bangkit dan berlari menuju kamar mandi karna jam telah menunjukkan pukul 07:15 sedangkan gerbang sekolah ditutub tepat jam 07:30.

__ADS_1


Bunda menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Livia,setelahnya Bunda langsung keluar dari kamar Livia.


Livia bersiap secepat mungkin,setelah selesai dengan seragam sekolahnya Livia langsung mengambil sepatu di lemari sepatu dan keluar kamar menuruni tangga sesampainya di tangga terakhir Livia duduk sebentar untuk memakai sepatu.


"Aish telat lagi nih"keluh Livia.


Bundanya yang tak sengaja lewat dan mendengar keluhan anaknya sedikit tertawa.


"Makanya besok besok jangan soksokan begadang"kata Bunda.


"Bunda juga kenapa gak bangunin lebih awal"Livia malah menyalahkan Bundanya.


"Buat apa kamu beli alarm kalau bangun masih harus bunda yang bangunin"skakmat Bunda membuat Livia terdiam.


"Udahlah cape debat ma Bunda Livia gak akan menang"Livia cemberut.


"Nah tu tau"kekeh Bunda.


"Iya iya,yaudah Livia pamit"Livia mengambil tangan Bundanya dan langsung pergi.


Livia sampai di sekolah dengan gerbang yang sudah tertutup,Livia menatap sekitarnya ada beberapa siswa/siswi yang juga terlambat menunggu pintu gerbang kembali dibuka dan sudah pasti akan kena hukum nantinya,Livia tidak mau ikut menjalankan hukuman.


Tanpa pikir panjang Livia kembali menjalankan mobilnya menuju sebuah warung di belakang sekolah untuk menitipkan mobilnya.


"Telat lagi neng"kata Bu Titin pemilik warung.


"Biasa bu"cengir Livia mendapat gelengan kepala dari Bu Titin.


"Titip ya Bu Titin"pesan Livia diangguki Bu Titin.


"Aman neng"


Setelah menitipkan mobilnya Livia bergegas untuk masuk lewat pintu tua yang berada di belakang sekolah.

__ADS_1


Livia masuk secara diam diam kadang bersembunyi agar tidak ketahuan hingga disaat sampai di belokan karidor utama dia dikejutkan dengan kemunculan seseorang dibelokan Livia sampai memegang jantungnya saking terkejutnya.


"Aish hampir aja copot nih jantung"lega Livia karna itu bukan Guru melainkan adek kelas.


"Lo sih pake tiba tiba muncul sigala,kan bisa ngasih tanda kek atau apa biar orang gak jantungan,kalau gue kena serangan jantung emangnya lo mau kasih jantung lo buat gue sekaligus cinta lo"cerocos Livia membuat si adek kelas menatapnya heran lalu terkekeh.


"Pake ketawa lagi dikira lucu apa"kesal Livia.


"Maaf kak abisnya lucu"kata Iqbal,ya adek kelas itu adalah Iqbal.


"huffh karna lo ganteng jadi gue maafin,oh iya gue buru buru lain kali kita ngobrol berdua lagi bay Iqbal"kata Livia sambil mengedipkan matanya kearah Iqbal lalu melambaikan tangannya dan berlari membuat Iqbal tertawa karna tingkahnya.


Saat berada di karidor kelas XII Livia melihat Pak Rizal yang baru saja keluar dari kelasnya menuju kantor Guru,melihat ada kesempatan untuk masuk Livia langsung berlari menuju kelasnya.


Livia sampai di pintu kelas dengan nafas tidak beraturan karna lelah berlari lalu Livia berjalan menuju kursinya dengan santai dan melihat ketiga sahabatnya disana.


"Lah gue kira gak dateng"kata Neisya.


"Hallah kayak gak tau Livia aja lo"sambung Zahra.


"Tu Guru kemana?"tanya Livia mendudukan diri di kursinya.


"Ketinggalan spidol katanya"jawab Neisya.


"Kesempatan banget ya lo masuk"kekeh Anggun.


"Iya lah"kata Livia santai mengibaskan rambutnya.


"Bisa ya seorang murid yang datang terlambat bersikap santai kayak lo"Neisya masih tidak habis pikir dengan sahabatnya yang satu ini.


"Bisa lah kan udah biasa"balas Zahra.


"Yang penting mah gak ketahuan"Livia dengan santai mengeluarkan buku beserta alat tulis.

__ADS_1


"Si Clara mau kemana tuh?"perkataan Anggun membuat mereka bertiga mengikuti arah pandang Anggun,terlihat Clara berjalan keluar dari kelas.


"Udahlah biarin aja"kata Zahra diangguki mereka tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun.


__ADS_2