He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter(2)


__ADS_3

Pagi ini Livia datang lebih awal dari biasanya,sekarang Livia dan ketiga sahabatnya sedang duduk ngobrol santai di depan kelas sambil melihat lalu lalangnya kendaraan siswa/siswi SMA merah putih menuju parkiran,karna memang kelas Livia dekat dengan parkiran.


Sedang asik mengobrol mata Livia tak sengaja menemukan objek yang tidak asing dimatanya,terlihat cowo tersebut sedang melepas helm dan setelah terlihat wajahnya Livia langsung menepuk bahu Neisya.


"Syaa Syaa Syaa"heboh Livia.


"Apaan"Neisya memegang bahunya yang sakit akibat pukulan Livia.


"Liat noh,itu si adek yang kemarin kan"tunjuk Livia membuat Neisya langsung melihat ke arah yang ditunjuk.


"Iya itu anaknya"ujar Neisya.


"Gue punya ide"Livia tersenyum misterius kearah Neisya membuat Neisya mengangkat alisnya sedikit tidak paham maksud Livia setelah paham baru dia ikut tersenyum.


"Apaan"girang Neisya sedangkan kedua sahabatnya yang lain menatap mereka kebingungan,Zahra dan Anggun masih belum tau masalah mereka.


"Lo liat tu anak bawa motor"kata Livia diangguki Neisya.


"Nah motor itu yang akan jadi bahan kita hari ini"senyum Livia sedangkan Neisya tampak mencerna perkataan Livia.


"Ah gue paham tapi enaknya kita apain ya"tanya Neisya.


"Kita liat nanti"smirk Livia.


"Kapan kita mulai?"tanya Neisya.


"Nanti pulang sekolah"jawab Livia diangguki Neisya.


"Kalian pada ngomongin apa sih"Anggun sudah tak tahan karna dari tadi sudah kebingungan akan arah pembicaraan Livia dan Neisya.


"Mau tau aja lo bocil"kekeh Livia.


"Apaan bocil udah SMA juga"kesal Anggun.


"Ya tapi lo pendek"Livia makin menjadi.

__ADS_1


"Ngaca mbaknya situ juga pendek ya"Anggun tak mau kalah.


"Tapi pendekan lo yee"


"Kok lo gitu sih,gu-"


"Udah sama sama bocil kok berantem"putus Zahra membuat mereka berdua terdiam,Neisya hanya cekikikan.


"Emangnya tu cowo siapa?"tanya Zahra.


"Oh iya kita belum cerita ya"kekeh Livia.


"Jadi gini, kemarin waktu gue sama Livia mau ambil buku di bagasi mobil,diparkiran dekat mobil gue ada sekelompok adek kelas lagi duduk santai,nah waktu kita sampai di mobil kita tu ngebahas masalah konser suga di jepang lah tu anak main nyambung aja pake ngatain bias kita plastik lagi"jelas Neisya yang sudah menunjukkan ekspresi kesal.


"Iya,makanya kita tu kesel banget sama tu anak dan kita mau ngebales buat bikin dia ngerasain kek kita juga"kata Livia menggebu.


"Bener,lagian tu anak mulutnya kek cewe main nyamber aja,banci kali ya"kesal Neisya dibalas tawa oleh Livia.


"Neisya gaboleh gitu"kata Anggun membuat Livia makin tertawa.


"Denger tuh kata Anggun"kekeh Livia.


"Oh gue kira ada apaan, yaudah lanjut aja kalau gitu"putus Zahra.


"HARUS!"semangat Livia dan Neisya membuat Zahra menghela nafas dengan kelakuan sahabatnya.


"Haduh enaknya duduk diluar cerita cerita sampe gak sadar kalau guru udah masuk"tiba tiba terdengar suara cowo dibelakang mereka membuat mereka kompak menoleh kebelakang dan terlihatlah Zidan dengan wajah kesal.


Pasalnya dia baru bangun tidur dan langsung disuruh keluar untuk memanggil keempat temannya ini bahkan dia tidak punya waktu untuk merenggangkan badannya karna terkejut.


"beneran"tanya Livia.


"gak percaya?,liat aja noh"setelahnya Zidan langsung pergi menuju kamar mandi untuk cuci Muka sedangkan Livia dan ketiga sahabatnya langsung masuk kelas.


Saat memasuki kelas Livia tak sengaja bertatapan dengan Clara,seorang cewe yang suka sekali mencari masalah dengannya,terlihat Clara tersenyum licik kearahnya dan itu membuat Livia sedikit terkejut karna beberapa minggu ini Clara absen karna pergi keluar kota bersama keluarganya.

__ADS_1


"Kapan tu anak dateng ya"batin Livia merasa heran,Livia pun akhirnya tidak mengubris keberadaan Clara dia tidak mau merusak mood nya sendiri hanya karna seorang Clara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Livia dan ketiga sahabatnya sedang berada di kantin,mereka sedang melakukan suit untuk menemukan siapa yang memesan makanan dan Livia kembali kalah dengan pasrah dia pergi ke stan makanan.


Setelah memesan dia menunggu sebentar,pesanan selesai Livia mengambil nampan berisi minuman sedangkan nampan makanan dibantu bawa oleh salah satu pegawai kantin.


Setelah mengambil pesanan dia kembali ke meja temannya tapi ditengah perjalanan seorang cewe menabraknya dan minuman dalam nampan jatuh mengotori sepatu Livia.


"Ups sorry gak sengaja"ucap si cewe pura pura terkejut.


Melihat siapa orangnya Livia menghela nafas,itu adalah Clara baru tadi dia masuk sudah mencari masalah dengan Livia.


"Minggir"Livia mencoba Sabar.


"Kalau gue gak mau"Clara tersenyum sinis Livia menatapnya dalam.


Byur


Minuman yang masih tersisa ditumpahkan Livia ke baju Clara.


"Aw,baju gue!"teriak Clara.


"Ups sorry sengaja"senyum Livia membuat Clara makin kesal,Livia mulai melangkahkan kakinya tapi Clara mencekal tangan Livia.


"Mau kemana lo,tanggung jawab lo baju gue basah"Kata Clara emosi.


"Gue akan tanggung ke baju lo asal lo mau tanggung jawab ke sepatu gue,gimana?"tawar Livia.


"Kan gue udah bilang gak sengaja"Clara mengelak membuat Livia tertawa.


"Gue gak sebodoh itu ra"kekeh Livia.


"sepatu gue kotor baju lo kotor kita impas,selesai"putus Livia langsung meninggalkan Clara yang mukanya sudah memerah karna menahan amarah.

__ADS_1


"LIVIA AWAS AJA LO!"teriak Clara dan langsung pergi dari kantin karna malu diketawain seisi kantin.


Sedangkan Livia sudah duduk dengan tenang di kursinya sambil menatap kepergian Clara.


__ADS_2