He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter (3)


__ADS_3

Livia sekarang bisa makan dengan tenang karna Clara sudah pergi,Neisya tadi juga menawarkan diri untuk memesan ulang minuman mereka dia tau mood Livia pasti sudah hancur akibat kejadian tadi.


Neisya dan kedua sahabatnya yang lain juga kaget saat pertama melihat Clara di kelas, karna jujur mereka lebih merasa tenang tanpa kehadiran Clara Di sekolah terlebih Livia.


"Mak lampir dah kembali lagi Yaa"kekeh Neisya bertanya ke Livia.


"Hmm,sumpah mood gue rusak total"keluh Livia.


"Gue penasaran deh,kenapa si Clara sampe sekarang masih aja nyari masalah sama lo,kalau ini masih ada hubungannya dengan terpilihnya lo sebagai leader dens tapi kan lo udah ngundurin diri bahkan udah semenjak kelas dua"Neisya berkata dengan kesal.


"Iya gue juga sempat mikirin hal ini, apa Ada penyebab lain ya,tapi setau gue lo gak pernah tuh bikin masalah sama dia"tambah Anggun.


Jangankan sahabatnya Livia sendiri tidak mengerti kenapa Clara sangat suka mencari masalah dengannya.


Livia memang pernah menjadi leader dens disaat dia kelas X sampai kelas XI semester 2,dan masalahnya dengan Clara adalah waktu pemilihan leader dens mereka berdua adalah kandidatnya,Clara yang waktu itu sangat PD dan dia yakin kalau dia yang akan jadi leader sampai dia memberitahukan hampir semua siswa/siswi SMA merah putih.


Tapi takdir malah berkata lain dengan Livia yang terpilih menjadi Leader dan saat itu Clara disorakin semua siswa/siswi berakhir malu makanya dia dendam kepada Livia padahal itu kejadian yang sudah lama tapi sampai sekarang Clara masih saja menganggu Livia.


"Menurut gue sih bukan cuma masalah leader dens aja yang ngebuat si Clara Benci Livia,mungkin emang dasarnya dia iri terhadap apapun yang dilakuin Livia makanya dia begitu"pandapat Zahra dicerna sahabatnya.


"Iya kali ya,kok gue gak kepikiran Sampe kesana"sadar Neisya.


"Emangnya lo pernah mikir juga?"tanya Zahra dengan muka Polos.


"Ya allah mulutnya,kayak ada rasa sakitnya gitu ya"nyinyir Neisya.


"Udahlah biarin aja, nantinya juga cape sendiri,kelas kuy"ajak Livia diangguki sahabatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pelajaran terakhir adalah pelajaran penjaskes,siswa/siswi kelas XII MIPA 6 sedang melakukan pemanasan sebelum melakukan praktek lapangan,guru olahraga mereka bernama Pak Fendi.


Ditengah kegiatan mereka seorang Bapak Guru olahraga kelas lain yang bernama Pak Bima datang menghampiri Pak Fendi,terlihat kedua Bapak Guru itu membicarakan suatu hal setelahnya Pak Bima menyerahkan absen kepada Pak Fendi lalu pergi.

__ADS_1


Terlihat Pak Fendi berjalan kearah murid Pak Bima sedikit berbicara lalu kembali ke barisan murid XII MIPA 6 diikuti murid Pak Bima.


Livia melihat kearah rombongan siswa/siswi kelas XI yang sekarang sedang berbaris di samping barisan kelasnya,Livia yang berdiri di barisan paling kanan memudahkannya untuk melihat mereka,begitupun teman kelasnya yang ikut memandang dengan wajah kebingungan.


Setelah mereka berbaris dengan rapi Livia melihat kearah seorang siswa kelas XI yang berdiri tepat disamping kanannya yang ternyata adalah adek kelas yang dituduh mengatai biasnya,Livia menatapnya sinis ternyata si cowo menyadarinya dan si cowo ikut melihat Livia membuat Livia langsung memalingkan wajah.


"Ok anak anak,sebelum kita mulai pemanasan kita absen bagi murid kelas XI dulu"kata Pak Fendi membuat semua mengangguk setuju.


"Aqila aurelia"


"Hadir"


Absen berlanjut.


"Iqbal al-farisyi"


"Hadir"


"Oh jadi namanya Iqbal al-farisyi"batin Livia.


"Jadi tadi Pak Bima meminta tolong kepada saya untuk membimbing pemanasan siswa/siswi kelas XI MIPA 2 karna Pak Bima ada keperluan,jadi supaya ini cepat selesai lebih baik dilakukan secara bersamaan"jelas Pak Fendi memecahkan kebingungan murid kelas XII MIPA 6.


"Ok kita mulai dari awal!"tegas Pak Fendi.


"BAIK PAK"kompak seluruh siswa/siswi.


Kedua kelas itu melakukan pemanasan dengan tenang hingga selesai.


Selesai dengan pemanasan para siswa/siswi kelas XI diberikan kebebasan bermain apapun karna tidak adanya guru sedangkan kelas Livia melakukan praktek bola basket.


Setelah melakukan praktek lapangan siswa/siswi XII MIPA 6 bergegas berganti baju begitupun dengan Livia dan sahabatnya.


"Syaa tadi lo liat gak siapa yang baris disamping kanan gue?"tanya Livia ke Neisya.

__ADS_1


"Oh jelas,gue juga liat lo natap tu anak sinis hahha"kekeh Neisya mendapat anggukan kepala oleh Livia.


"Abisnya gue kesel,respon dia tau seolah olah dia gak pernah ketemu kita gitu loh"tambah Livia.


"Tapi anaknya ganteng kok"kata Anggun.


"Ganteng sih iya,tapi sayang mulutnya kayak cewe"jawab Neisya membuat ketiga temannya tertawa.


Sesampainya mereka di kamar mandi mereka menghentikan pembicaraan mereka dan segera berganti baju.


Setelah berganti pakaian Livia dan sahabatnya hendak ke kelas tapi saat melewati parkiran Livia teringat akan motor si adek kelas dan rencananya bersama Neisya.


"Syaa gimana rencana kita, gas sekarang?"tanya Livia,Neisya yang mendengar itu langsung teringat rencananya tadi pagi.


"Gas lah mumpung belum bell"semangat Neisya.


"Rencana apa?"tanya Anggun.


"Ituloh ngerjain si adek kelas"balas Livia.


"Yaudah gue sama Anggun balik duluan yee"kata Zahra diangguki Neisya dan Livia.


Merekapun memulai aksi mereka yaitu mengotori motor Iqbal,Livia mengeluarkan minumannya yang masih tersisa setengah lalu menuangkannya ke motor si adek kelas Neisya juga melakukan hal yang sama.


Tak sampai disitu mereka melanjutkannya dengan mengambil tanah di area parkiran lalu dilaburi ke area motor yang sudah dibasahi dengan air.


Mereka terlihat bersemangat melalukannya setelah selesai mereka bertos ria.


"Huh selesai juga"ucap Neisya yang kelihatan sudah cape.


"Nah sekarang kita tinggal nunggu tu adek kelas dateng"kata Livia diangguki Neisya.


Mereka pun mencari tempat untuk beristirahat sambil menunggu Iqbal,mereka ingin melihat bagaimana reaksi Iqbal.

__ADS_1


__ADS_2