He'S My Junior

He'S My Junior
Chapter(19)


__ADS_3

Livia sedang rebahan dikasurnya memandang langit langit kamar memikirkan hal hal random pikirannya melayang kemana mana hingga dia jadi mengingat kejadian tadi dirumah Zidan saat Iqbal tersipu malu dibuatnya.


"Emang bener ya tadi tu anak salting sama gue"tanya Livia kepada dirinya sendiri.


"Kalau bener berarti dia udah mulai suka sama gue gak sih? kan dia udah kelihatan baper tadi,tapi saltingnya lucu ih makin ganteng,gemes lagi"kekeh Livia.


"Gue masih gak nyangka tu anak sepupuan sama Zidan"Livia masih saja memikirkan Iqbal membuat Livia lama lama terlelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bell pelajaran kedua telah berbunyi tinggal menunggu Guru memasuki kelas


Livia sekarang berada di kelasnya sedang bercanda ria bersama sahabatnya hingga Guru pun masuk membuat siswa/siswi langsung duduk dikursinya masing masing.


"Assalamualaikum wr.wb"salam Guru tersebut yang merupakan Guru paling ditakuti oleh seluruh siswa/siswi SMA merah putih.


"Waalaikum salam"jawab siswa/siswi dalam kelas MIPA 6.


"Baik sebelum kita mulai materi selanjutnya silahkan kumpulkan PR yang ibu kasih minggu lalu"kata Bu Guru yang membuat semua siswa/siswi berhamburan untuk mengumpulkan tugas mereka dan itu membuat Livia terkejut dia benar benar melupakan tentang tugas yang satu ini,mana semalam kerjaannya cuma mikirin tentang Iqbal.


"Yaa lo gak ngumpulin tugas?"tanya Neisya.


"Gue lupa gimana yak"keluh Livia.


"Yaampun Yaa lo tau kan Bu Ratna itu gimana"


"Iya tau,tapi kan-"


"Ini siapa yang tidak mengumpulkan tugas,disini hanya terdapat 29 buku tugas sedangkan jumlah siswa/siswi disini 30 orang"tegas Bu Ratna.


Bisa dibayangkan bagaimana takutnya para siswa/siswi terhadap Bu Ratna seisi kelas semua mengumpulkan tugasnya sampai para siswa yang biasanya santai santai saja kalau masalah tugas saja ikut mengumpulkan tugasnya meskipun mereka membuatnya asal asalan.


Dan hari ini adalah hari sialnya Livia dimana dia lupa mengerjakan PR nya.


Livia melihat kearah Neisya meminta bantuan,Neisya hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah, bukannya tidak setia kawan masalahnya dianya juga tidak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


"Saya ulangi,siapa yang tidak mengerjakan tugas dari saya!"teriak Bu Ratna membuat Livia makin gugup.


Semua siswa/siswi celingukan mencari tau siapa yang tidak mengumpulkan PR mereka takut mereka akan kena imbasnya nanti.


Dengan pasrah Livia mengangkat tangannya,Bu Ratna melihat siapa yang mengangkat tangan.


"Livia ladiba,kenapa kamu tidak mengerjakan tugas dari saya"Tanya Bu Ratna Livia hanya terdiam tidak berani menjawab.


"Tidak bisa menjawab,ok kamu keluar dari kelas dan kerjakan tugas itu diperpustakaan SEKARANG"


Livia yang terkejut mendengar bentakan itu menjadi bergetar dia buru buru mengemasi alat tulisnya dan langsung keluar dari kelas.


"Yaampun itu orang apa bukan sih,serem banget"keluh Livia memegang dadanya yang berdetak cepat.


Setelah meresa sedikit lebih tenang Livia baru melangkahkan kakinya menuju pustaka,Livia melewati karidor yang terlihat sepi karna *** sedang berlangsung.


Livia memasuki pustaka dengan tidak bersemangat saat sudah sampai di dalam pustaka Livia menemukan Iqbal didalam sana,terlihat Iqbal duduk di kursi baca di pustaka.


Melihat itu membuat Livia kembali bersemangat,Livia langsung melangkah mendekati Iqbal.


"Haaalo Iqbal"sapa Livia tidak lupa senyumnya,Iqbal sedikit mendongak melihat Livia karna Livia masih berdiri.


"Lo kok disini,gak ada Guru apa gimana"tanya Livia yang sudah duduk disamping Iqbal.


"Iya kak kita lagi jamkos,kalau kak Livia kenapa kesini,jamkos juga?"tanya balik Iqbal membuat Livia kembali tidak bersemangat mengingat bentakan Guru tadi.


"Huff,gue kena hukum karna gak buat PR, males banget mana tadi kena marah juga"keluh Livia.


"Ya kan karna kak Livia gak ngerjain tugas,kalau kak Livia ngerjain pasti gak bakalan dimarahi"kekeh Iqbal membuat Livia semakin cemberut.


"Iya sih salah gue,tapi gak usah marah marah kan bisa"Livia malah jadi mengadu ke Iqbal,bukan apa apa meskipun mempunyai sifat yang terlihat keras tapi Livia memiliki hati yang lemah,dibentak sedikit saja dia langsung menciut ketakutan.


"Perlu bantuan?"tanya Iqbal membuat Livia terkejut.


"Lo mau bantuin gue?"tanya Livia balik.

__ADS_1


"Kenapa nggak"awab Iqbal.


"Emangnya lo bisa pelajaran anak kelas XII, lo kan masih kelas XI"ragu Livia.


"Kan coba liat dulu,pelajaran apa emang?"


"Fisika"jawab Livia.


Livia pun membuka buku tulisnya dan mendekatkannya ke Iqbal,Iqbal mulai melihat soal soal di buku Livia.


Iqbal sepertinya sudah agak terbiasa dengan Livia terlihat dia sekarang tidak risih lagi bila bersekatan dengan Livia bahkan dia sedikit banyak bicara sekarang.


"Gimana? bisa?"tanya Livia penuh harap.


Iqbal mengalihkan perhatianya ke Livia menatap Livia sebentar lalu menganggukkan kepalanya dan itu membuat Livia kesenangan.


"Mau gue jelasin sambil kak Livia kerjain atau kak Livia mau dengerin penjelasannya dulu?"tanya Iqbal.


"Dengerin penjelasannya dulu aja"kata Livia diangguki Iqbal.


Iqbal pun mulai menjelaskan cara mengerjakan soal soalnya Livia memperhatikannya dengan seksama,bukan penjelasannya melainkan Livia hanya mengamati Iqbal.


Iqbal sadar Livia memperhatikannya tapi dia berpikir mungkin itu cara Livia untuk bisa cepat memahami apa yang dijelaskan oleh seseorang.


"Ini anak kalau dilihat lihat ternyata ganteng juga ya,bahkan vibes nya tu kayak cowo korea"Livia sedikit tersenyum memikirkan hal itu.


Livia terus memperhatikan Iqbal sampai Iqbal selesai menjelaskan penjelasannya.


"Gimana kak paham?"tanya Iqbal.


"Nggak"geleng Livia polos membuat Iqbal mengerutkan keningnya heran.


Livia daritadi memperhatikannya tapi saat ditanya Livia malah tidak memahami apa yang dijelaskannya lalu apa yang Livia perhatikan tadi.


Iqbal yang kurang peka pun tidak mempermasalahkan hal itu,baginya mungkin ini memang wajar karna Livia tidak pandai dalam pelajaran ini.

__ADS_1


"Mau gue jelasin sekali lagi"kata Iqbal.


"Boleh"cengir Livia sambil menganggukkan kepalanya,Iqbal pun menjelaskannya kembali.


__ADS_2