
Beberapa siswa/siswi mulai mengerubungi Livia bahkan ada yang membalikkan tubuh Livia agar terlentang,Livia juga mendengar beberapa siswi yang memanggil namanya.
"Huaa malu,ini gimana yak gue harus gimana biar gak malu malu banget, pikir Livia pikir,apa gue pura pura pingsan aja ya? ya pingsan biasanya kalau orang jatuh kan pingsan,aduh pinter banget sih lo Yaa"disaat keadaan seperti ini Livia masih sempat berkata seperti itu.
"Via,Livia"
"Kak Livia bangun"
"kayaknya Livia pingsan deh"
"Iya kali ya"
Livia membuka sedikit matanya bermaksud mengintip apakah masih ada Iqbal disana dan ternyata masih ada bahkan Iqbal masih diposisi semula tepat didepan wajahnya.
"Aduh ni anak kenapa gak pergi aja sih,gak tau apa orang malu ya,huaa Bunda Livia malu, belum juga dideketin udah ilfil duluan ini mah"monolog Livia karna malu terhadap Iqbal,kemana Livia yang kelebihan PD,kemana Livia yang dulunya malu maluin sekarang rasa malu sangat menyiksanya.
Iqbal yang sedari tadi memperhatikan Livia sadar bahwa Livia tidak benar benar pingsan bahkan sekarang dia sedang mengintip,Iqbal sedikit tersenyum melihatnya.
Iqbal tau Livia pasti sangat malu sekarang apalagi sudah banyak siswa/siswi yang berdatangan.
"Hey tolong bawa Livia ke UKS dong"kata salah satu siswi membuat beberapa siswa menawarkan diri melihat itu membuat Iqbal kasihan menatap Livia yang sudah dari tadi menahan malu dan para siswa malah berdebat.
Entah keberanian dari mana Iqbal langsung mengangkat Livia dan membawanya ke UKS membuat siswa/siswi yang melihatnya keheranan karna tidak biasanya Iqbal memperdulikan hal yang bersangkutan dengan cewe,tidak tau saja mereka Iqbal sekarang menahan rasa gugupnya karna ini pertama kali baginya.
Terlahir sebagai cowo kalem dan dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai agama membuat Iqbal tidak terbiasa berdekatan dengan cewe makanya dia selalu mengabaikan cewe yang mendekatinya terlebih dia tidak suka banyak bicara.
Iqbal sampai di UKS dan disambut oleh petugas UKS.
"Langsung bawa ke brankar aja,gue mau panggil senior dulu"kata petugas yang ternyata masih petugas baru.
Iqbal merebahkan Livia di brankar lalu dia sedikit menjauh dari Livia.
Keadaan dalam UKS hening hanya terlihat Iqbal yang menunggu Livia membuka matanya.
__ADS_1
Livia yang tidak tahan dengan keheningan ini memutuskan untuk membuka matanya dia membuka mata lalu menguceknya sekilas agar menyempurnakan dramanya.
"iishh"ringis Livia mendrama.
"Kakak udah sadar"Iqbal berkata dengan posisi yang tidak berubah sama sekali.
"Iqbal?,lo yang bawa gue ke UKS?"tanya Livia mendapat anggukan dari Iqbal.
"Makasih ya"senyum Livia.
"Iya kak,eum kak Livia udah gapapa kan?"tanya Iqbal.
Livia jadi kesenangan karna merasa iqbal khawatir kepadanya.
"Iya gue udah gapapa"Livia jadi cengengesan.
"Oh yaudah kalau gitu gue pamit dulu ya karna bentar lagi Guru masuk"kata Iqbal membuat Livia melunturkan senyumnya,sebenarnya bukan hanya karna ada Guru Iqbal memilih pergi juga karna merasa tak enak hanya berdua dengan Livia disini.
"Baru aja gue kesenengan mikir Iqbal udah mulai perhatian ke gue,lah padahal dia nanyak karna mau balik ke kelas"lemas Livia.
Melihat Iqbal keluar Livia jadi memikirkan kejadian tadi.
"Haduh malu banget ya tadi jatuh di depan Iqbal,tapi untung juga sih karna dapet ngerasain gimana digendong Iqbal"Livia jadi tertawa sendiri mengingatnya.
"Ternyata gitu ya rasanya digendong sama cowo"kekeh Iqbal,Livia mengatakan seperti itu karna memang diapun tidak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya.
Saat sedang asik mengingat kejadian tadi Livia dikejutkan dengan suara pintu UKS yang terbuka dengan keras.
BRAK
"LIVIA"panggil teman Livia yang sudah membuat Livia terkejut,Livia menatap sahabatnya malas.
"VIA LO GAPAPA KAN"teriak Neisya sambil berjalan kearah Livia.
__ADS_1
"Berisik tau gak"kesal Livia menatap Neisya.
"Heh tai,gue kayak gini juga karna gue khawatir sama lo,gak bersyukur banget punya temen kayak gue"balas Neisya.
"Lo udah gak papa?"tanya Zahra.
"Iya gue gapapa"balas Livia.
"Yaa,Yaa lo tau gak tadi siapa yang bawa lo kesini"tanya Neisya kembali heboh.
"Tau lah orang gue sadar"jawab Livia mendapat tatapan bingung dari sahabatnya.
"Maksud lo"tanya Zahra menatap tajam Livia.
"Hehe,sebenarnya tadi gue cuma pura pura pingsan soalnya gue udah malu banget tadi"cengir Livia membuat ketiga sahabatnya menepuk kening mereka.
"Au iish"ringis Livia mendapat jitakan dari Neisya.
"Pabo"kata Neisya membuat Livia cemberut.
"Lagian lo jadi orang ceroboh banget sih"geram Neisya mencubit pipi Livia membuat Livia menatapnya tajam.
"Lo tau gak sih Yaa,kita tu tadi udah pada panik tau gak,bahkan nih ya jantung kita tu mau copot waktu denger kalau lo pingsan dan ternyata lo cuma pura pura,kita tu merasa dikhianati tau"lebay Anggun.
"Lebay"ejek Livia.
"Perkataan Anggun gak sepenuhnya salah Yaa,kita tu tadi emang panik banget"kata Neisya.
"Lain kali hati hati makanya,udah cukup jadi pelupa aja jangan sampe geger otak cuma gara gara kecerobohan lo sendiri"nasehat Zahra.
Meskipun mereka mengatainya Livia tau mereka sangat peduli padanya dan secara tak langsung mereka menasihatinya untuk menjadi lebih baik,beruntung sekali rasanya Livia mempunyai sahabat seperti mereka.
"Iya iya maafin gue, lain kali gue bakalan lebih hati hati"kata Livia lemah mendapat anggukan dari ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Kita tu kayak gini buat lo juga,karna kita peduli sama lo"kata Zahra.
"Iya gue tau kok,sini peluk"kata Livia merentangkan tangannya,mereka berpelukan saling menguatkan.