
Lelah menunggu sambil berdiri Livia memutuskan untuk duduk disamping mobilnya,dia duduk sambil mencoba berpikir positif memikirkan bagaimana dia bisa pulang dan berharap ada satu keajaiban untuk menolongnya.
Ditengah kegelisahannya Livia melihat sebuah cahaya lampu yang mengarah ketempat dirinya seperti cahaya lampu sebuah motor,Livia senang karna ada harapan untuk dirinya bisa pulang tapi dia kembali merasa was was bagaimana kalau itu motor penjahat.
Livia menatap cahaya itu dalam diam hingga motor itu berdiri tepat didepannya yang membuat matanya silau membuatnya tidak tau siapa pemilik motor itu.
"Kak Livia?"perkataan itu membuat Livia memfokuskan pandangannya untuk melihat siapa pemilik motor itu suaranya tak asing ditelinga telinga Livia,Livia sampai berdiri untuk melihatnya.
"Iqbal"Iqbal mematikan mesin motornya membuat Livia bisa melihat dengan jelas wajah adek kelasnya itu.
"Kak Livia ngapain sendirian disini"Iqbal menatap sekitar jalan yang sangat sepi.
"Ban mobil gue bocor"hanya itu kata yang keluar dari mulut Livia sampai Iqbal merasa heran biasanya Livia akan menjawabnya dengan jawaban yang panjang penuh semangat bila bersamanya sedangkan sekarang kata katanya terdengar seperti mengadu.
"Eum,kakak udah telpon bengkel?"tanya Iqbal dibalas gelengan oleh Livia.
"kenapa"tanya Iqbal lagi.
"Gue lupa bawa HP"jawaban Livia membuat Iqbal paham kenapa Livia menjadi pendiam seperti sekarang,Livia pasti ketakutan.
Iqbal mengambil HP lalu menelpon seseorang sedangkan Livia hanya memperhatikan Iqbal.
"Siapa?"tanya Livia saat Iqbal selesai dengan telfonannya.
"Gue udah telpon bengkel langganan gue dan sebentar lagi mereka akan dateng kesini kita nunggu bentar gapapa kan?"tanya Iqbal.
"Iya gapapa"mereka menunggu orang bengkel dalam keadaan hening,Livia yang tidak mood untuk berbicara meskipun dia sangat bersyukur karna ada Iqbal yang mau menolongnya tapi badannya terasa tidak semangat lagi untuk melakukan apapun begitupun dengan Iqbal yang memang orang yang gak banyak omong.
Tak lama kemudian orang bengkel datang,mereka langsung memperbaiki mobil Livia.
"Kak tunggu bentar ya"kata Iqbal membuat Livia menatapnya.
__ADS_1
"Kemana"
"Mau beli minuman"jawab Iqbal.
"Gue boleh ikut gak"tanya Livia.
"Gue takut sendiri disini,gue gak terbiasa sama orang baru"perkataan Livia membuat Iqbal kebingungan,dia paham pasti Livia masih merasa takut tapi dirinya juga tidak terbiasa untuk berdekatan dengan perempuan apalagi sampai memboncengnya karna warung disini agak jauh.
"Eum kak,mending lo disini dulu, warungnya jauh lo pasti kecapean"nasehat Iqbal merasakan kelemahan dalam diri Livia sekarang.
"Kita kan bisa naik motor"kata Livia.
"Maaf kak tapi gue gak terbiasa,gapapa ya lo disini dulu,gue kenal mereka,mereka baik kok gue gak lama tenang aja"Livia pun menganggukkan kepalanya pasrah,Iqbal langsung pergi membeli minuman.
Livia menunggu Iqbal sambil memperhatikan pekerjaan orang bengkel,sebenarnya dia sedikit takut bagaimana kalau Iqbal tidak kembali dan meninggalkan dirinya disini,sekitaran 5 menit lebih akhirnya Iqbal kembali membuat Livia kembali tenang.
"Nih kak minum dulu"Iqbal menyodorkan kresek berisi air beserta roti ke Livia,tak menolak Livia mengambilnya karna memang dia sangat lemas sekarang.
"Gak papa kak gue udah makan tadi"kata Iqbal dengan senyumnya,entah mengapa malam ini Livia merasa beruntung banget karna mengenal Iqbal.
"Makasih ya,gak tau sih kalau lo gak dateng gue harus gimana,mana gue orangnya panikan banget,penakut,heh lemah banget ya gue"keluh Livia.
"Jangan suka ngerendah kak itu wajar kok"balas Iqbal.
"Itu air sama rotinya dimakan dulu"sambung Iqbal melihat air dan rotinya belum disentuh oleh Livia.
Livia pun mulai meminum airnya dilanjutkan memakan roti pemberian Iqbal yang kebetulan rasa coklat rasa kesukaannya Livia.
"Gak,gue bersyukur banget lo dateng tadi,btw kalau boleh tau lo dari mana"tanya Livia.
"Dari tempat temen mau pulang"jawab Iqbal.
__ADS_1
"Rumah lo deket sini?"
"Iya kak,makanya gue kenal mereka"Jelas Iqbal menunjukkan orang bengkel, Livia menganggukkan kepalanya lalu kembali hening,Livia sibuk dengan rotinya sedangkan Iqbal memperhatikan Livia makan.
"Kakak sendiri dari mana"tanya Iqbal membuat Livia kembali melihat kearahnya.
"Gue dari danau deket sini,gak sadar waktu pas pulang eh ban mobil malah bocor"singkat Livia.
Keheningan kembali melanda mereka berdua hingga mobil selesai diperbaiki,Livia menyelesaikan urusannya dengan orang bengkel dan orang bengkel pun berpamitan kepada mereka berdua lalu tinggallah Livia dan Iqbal disana.
"Sekali lagi makasih ya Ball"ucap Livia sambil senyum.
"Iya kak sama sama,kakak bisa pulang sendiri apa perlu dianterin"tanya Iqbal merasa tak aman kalau Livia pulang sendiri.
"Katanya gak terbiasa berdua bareng cewe"ejek Livia membuat Iqbal tertawa karna Livia telah kembali ke sifat aslinya.
"Maksudnya aku ngikutin di belakang kak,kan kak Livia juga harus nyetir mobil"kata Iqbal.
"Oh iya ya lupa"kekeh Livia.
"Saking maunya diboncengin lo sih jadi gini"perkataan Livia kembali membuat Iqbal terkekeh.
"Jadi gimana?"tanya Iqbal.
"Gapapa,gue bisa sendiri Lagian rumah lo kan deket sini masak harus bolak balik lagi,lo juga udah banyak bantu gue hari ini"Jelas Livia membuat Iqbal menganggukkan kepalanya mengerti.
"Yaudah gue pulang dulu ya"pamit Livia.
"Hati hati kak"
"Ya bay dedek ganteng"Livia mengakhiri dengan mengedipkan matanya Iqbal hanya tersenyum melihatnya.
__ADS_1