Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 11


__ADS_3

Alisyha pov


Pagi-pagi sekali aku telah terbangun dari tidur panjang ku.


Hari ini adalah hari Minggu itu artinya sekolah masih libur.


Aku dan sahabat-sahabat ku telah membuat pleaning bahwa hari ini kami akan lari pagi.


Aku telah bersiap di depan rumah menunggu kedua sahabat ku datang. Setelah beberapa lama menunggu bukan mereka yang datang. Melainkan Dani dan Ardan.


Aku juga tak tau mengapa mereka bisa ada di sini padahal rumah mereka dari rumah ku jauh. Ahh mungkin mereka sengaja pikir ku.


Atau jangan-jangan Karin atau Elma yang mengabari mereka.


Setelah lama aku berpikir Ardan menyapa ku " Pagi Syha "


" Pagi Ar " balas ku


" mau lari pagi juga ya ? " tanya nya kepada ku


" iy Ar " Jwb ku. Setelah itu Karin dan Elma datang.


" hayuk jadikan ? " ajak Karin Setelah ia memarkirkan mobilnya di garasi rumah ku. Setelah itu kami berlima lari pagi keliling komplek rumah ku.


Setelah 3 kali  berlari memutari komplek rumah ku. Kami berhenti di taman dekat komplek. Berhubung hari ini hari minggu suasana taman ini ramai. Aku duduk di bangku taman bersama Karin dan Elma. Ardan dan Dani ? entah kemana mereka.


Saat tengah duduk dan menikmati angin sepoy-sepoy taman, tiba-tiba Ardan datang menempelkan sebotol air mineral dingin di pipi ku. Aku terkejut sontak menoleh kearahnya. " ehhh " ucap ku


" minum dulu Syha " ucapnya sambil menyodorkan air mineral tadi kepadaku. Aku menerima air tersebut " makasih Ar " ucap ku


" Alisyha aja nih kita juga haus kali !! " ucap Karin


Ardan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " Sabar kali , tu masih di bawa Dani. Ini gue bawanya cuma dua satu gue kasih ke Alisyha satunya lagi udah gue minum. Mu lo bekas gue !! " ucap Ardan membuat Karin kesal. Aku dan Elma hanya tertawa kecil.


Tidak lama Dani datang membawa satu tenteng plastik di tangannya dengan wajah kesalnya " sialan lo Ar ninggalin gue. Udah gitu nyuruh gue bayar lagi ngeselin lo !! " ucap Dani


Ardan tertawa melihat Dani yang tengah kesal itu " sorry. Nanti gue bayar deh pas pulang."


" awas aja lo lupa !! " anca Dani

__ADS_1


Karin yang sudah haus sedari tadi pun merebut tentengan plastik di tangan Dani " lama lo Dan !! "


" main rampas-rampas aja lo kayak preman pasar " ucap Dani


" kamu teh baru tahu ya Dan kalo karin teh mantan preman pasar " ucap Elma ikut meledek


" kenapa taku lo sama gue !! " ucap karin sambil melototi Dani. Membuat Dani bergidik ngeri " lo cwek apa cowok sih amit-amit tingkah lo " ucap Dani


" ati-ati jodoh lo " ucap Ardan


" ogah banget gue  dapet jodoh kayak dia !! bukan calon makmum idaman " ucap Dani sambil mengeleng-gelengkan kepala


" jangan gitu atuh Dan memangnya kamu teh tau kalo Karin jodoh kamu apa bukan. Jodoh itu teh kayak ayat pertama surah Al-Baqarah Alif lam mim hanya Allah yang tau " ucap Elma menjelaskan


" nah dengerin tuh Dan !! " ucap ku menimpali


" Na'am ukhty " jwb Dani


" Dengerin Dan !! " tambah Ardan.


Karin ? apa yang di lakukannya ia hanya diam saja sembari menikmati snack yang tadi di beli oleh Dani


" etdahh ini bocah kenyang ngajak balik " ucap Dani sembari geleng-geleng kepala. Namun, Karin sama sekali tak menggubris ucapannya dan memilih berjalan pulang meninggalkan kami semua


" Karin marah ya Ma ? "  tanya ku pada Elma


" aku teh nggak tau Syha " jwb Elma. Aku dan Elma mengikuti Karin dari belakang


Sampai di perjalanan pulang Ardan memanggil ku " Syha gue mau ngomong sama lo !! "


" ngomong apa ? " tanya ku


" lo bertiga duluan aja " titahnya pada teman-teman


" Syha"


" iya kenapa Ar ? kok mereka disuruh duluan ?" tanya ku


" gpp kok Syha "ucapnya seraya tersenyum " soal kemarin gimana Syha ? " tanyanya melanjutkan ucapnya

__ADS_1


Aku bingung apa yang ia maksud " kemarin apanya Ar ? " tanya ku balik


" would you be my girlfriend ? " ucapnya kepada ku. " hah Ardan menembaku " pikir ku


aku sempat berfikir .Terlebih aku belum pernah berpacaran sebelumnya, karena Bang iyan selalu melarang ku. Saat aku tengah berpikir tanpa sadar aku menganggukan kepala ku. Yang mungkin Ardan pikir aku menerimanya.


" Beneran Syha ?" tanya nya.


Aku bingung harus mengatakan apa?  jika ku katakan tidak tadi kepala ku sempat mengangguk 'ahh bodohnya aku' pikir ku. Aku hanya diam tanpa menjawab dan berlalu meninggalkan Ardan. Aku tak tau harus menjawab apa ?.


" mungkin dia masih malu " pkir Ardan. Setelah itu ia menyusul Alisyha


Sesampainya di rumah ku dengan Ardan yang berjalan di belakang ku. Teman-teman ku tengah duduk di teras rumahku. Sambil menikmati jus jeruk dan kue jahe buatan Bunda." Lama banget sih lo berdua !. jalan udah kayak keong aja." Ucap Dani


" suka-suka gue dong" ucap Ardan sembari tersenyum.Tampak raut bahagia di wajahnya. apa mungkin ia bahagia karna ia kira aku mengiyakan ucapannya tadi ?


Setelah Ardan dan Dani berpamitan pulang. Aku menceritakan kejadian tadi padi pada kedua sahabat ku.


" JADI LO PACARAN SAMA ARDAN ?" ucap Karin dengan suara toanya itu, membuat ku sontak menyumpal mulutnya dengan kue jahe.


" bisa pelan-pelan nggak ngomongnya " kesal ku. Aku takut Bunda tau . Apalagi jika Bang Iyan yang tau, Bisa di marahi habis-habisan aku .Karna hari ini Hari minggu Bang iyan tengah berenang di kolam renang tak jauh dari tempat kami bertiga duduk. kami tengah duduk di gazebo belakang rumah ku. untung saja Bang Iyan tengah asyik dengan kegiatan berenangnya, jadi ia tak mendengar ucapan Karin barusan.


" sorry. Gue kan kaget " ucap Karin sembari menelan kue jahe.


" jadi kamu teh pacaran sama Ardan, Syha ? " tanya Elma


Aku mengangguk " tadi tu aku nggak mau bilang iya Ma. Tapi,tanpa aku sadari kepala ku malah ngangguk dengan sendirinya . Aku gak tega klo mau ngomong nggak yaudah aku langsung jalan aja ninggalin dia. Tapi, kalian lihatkan Ardan bahagia banget jadi makin nggak tega " ucap ku. Ya. Aku memang selalu memakai aku kamu ketika berbicara dengan orang yang juga bicara aku-kamu. Menggunakan lo-gue ketika berbicara dengan orang yang juga memakai itu.Bisa di bilang tergantung yang mengajak bicara saja.


" kalo saran gue sih jalanin aja dulu Syha siapa tau nyaman "ucap Karin


" jangan Syha ! " cegah Elma. " Pacaran kan dilarang Syha !" ucap Elma


Ahh mereka membuat ku makin bimbang. Di satu sisi mendukung di sisi lainyya melarang !. aku harus ikuti saran siapa ? " Tapi kasihan Ardan Ma. dikira nanti aku cuma mainin perasaannya aja "ucap ku


" yaudah gini aja. Gue punya ide lo jalanin aja dulu sama Ardan sampe sebulan lah paling nggak ?" ucap Karin mencoba memberi solusi. Karena disini ia yang sudah berpengalaman dalam hal berpacaran. Sedikit cerita Karin yang super jutek dan judeh itu pernah menjalin hubungan dengan Kakak kelas kami lulusan tahun kemarin.Seorang Ketos yang berhasil membuat Karin jatuh cinta. Namun, jika ditanya hubungannya dengan si Ketos itu Karin selalu menjawab sudah putus. Lain dengan Elma ia tak pernah berpacaran.Ia mengingkan suatu hari ada seorang Akhy tampan yang langsung mengkhitbahnya atau paling tidak mengajak ta'arufan.Katanya.


" gue bingung Rin " ucap ku


" yaudah kayaknya kamu boleh pakai saran Karin deh Syha. Kasihan juga Ardan . Nanti di kira kamu PHP in dia lagi. Tapi ingat Syha jaga batasan ! " ucap Elma memperingati. Akhirnya aku memilih mengikuti saran Karin.Putus ku.

__ADS_1


__ADS_2