Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 20


__ADS_3

Setelah acara kejar-kejaran dengan Ardan.


Aku dan kembali menemui Bang iyan dan yang lainnya.


Sesampainya di bawah Bang Iyan menatap ku dengan tatapan mengintimidasi.


" Dari mana Aja ? " tanyanya cuek


" Dar---i "


" Dari nyari bunga bang, tadi Alisyha minta ditemenin " Ucap Ardan cepat


" Kenapa nggak ngajak yang lain ? "


" Yang lain ribut mulu si bang "


" Ehh lo bedua tuh ya ! Tau gak sih kalian tu kita cariin !" ucap Karin


" Iya lo tuh ya , gara-gara nyari lo bedua sunrise yang seharusnya indah jadi nggak ada indah-indahnya " ucap Dani kesal


" kita pulang ! " ajak Bang Iyan. Sepertinya ia masih tak percaya alasan Ardan mengenai kepergian kami. Bang Iyan berjalan lebih dulu, aku dan yang lainnya mengikuti dari belakang.


Baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba " Ehh Kak Raga mana ? " tanya Karin


" iya kak Raga teh kemana ! "


" Tadi dia bilang mau nyari kalian, tapi kok kalian udah balik dia malah gantian ngilang." ucap Dani sembari menepuk jidat nya


Saat aku hendak menoleh tiba-tiba Kak Raga berada tepat di belakang ku " Astagfirullah" ucap ku terkejut. Kak Raga hanya menunduk dari tatapannya ku lihat ia tak seperti biasa nya.


" Raga udah ada sekarang kita pulang ke Vila ! " ajak Bang Iyan


Sesampainya di Vila semua tampak lebih diam. Ada apa ?


Pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kamar.


***


" Syha Ayo sholat berjamaah " ajak Elma


" iya sebentar Ma " aku berjalan mengambil mukena yang ada di lemari.


" Ayo ! "


" Tungguin gue dong " teriak Karin saat kami sudah keluar pintu


" Kirain nggak mau ikut kamu teh "


Karin mencebikan bibirnya " Seudzhon deh "


Selepas sholat berjamaah aku dan yang lainnya makan malam bersama.


Setelah itu tidak ada kegiatan lagi, kami kembali ke kamar untuk pulang besok.


" Males banget tau nggak sih harus balik, udah terlanjur nyaman di sini gue " ucap Karin


" Iya nyaman geratisan ya nyaman " balas ku


" Hehe iya lah, untung punya temen kek Dani "


" Kalo mau di sini selamanya kamu nikah aja atuh Rin sama Dani " ucap Elma


" Sembarangan kalo ngomong Ma , amit-amit gue nikah sama tu anak.


Gak kebayang gue " ucap Karin

__ADS_1


" Jangan bilang gitu lo Rin. Jodoh beneran sama Dani ****** lo " ucap Ku meledek


" Sama aja lo Syha kek Elma !! Sebel gue ! "


" Baju gue udah beres mau tidur gue capek ! " ucap Karin lagi sembari berjalan menuju ranjang.


" Aku juga Syha ". Aku ikut berbaring di samping Elma. Namun, aku tak bisa tidur sampai jam larut malam.


Kluntingg ...!!


Terdengar notif dari ponsel ku, saat ku lirik jam telah menunjukan pukul 23:30.


Aku membuka ponsel ku dan ternyata notif dari Ardan.


Ardan Al Malik


Kamu belum tidur Syha ?


Me


Belum


Ardan Al Malik


Aku juga.


Aku nggak bisa tidur nih.


Ketaman yuk ?


Me


Inikan udah mlm, nanti kalo Bang Iyan marah gmn ?


Ardan Al Malik


Awalnya aku ragu , tapi aku tak bisa memejamkan mata ku akhirnya aku menyetujui ajakan Ardan.


Me


Ok. Otw ke sana


Aku keluar dan berjalan ke taman samping Vila, aku melihat Ardan sudah duduk di bangku taman itu.


Aku berjalan menghampirinya.


" Udah lama ? " tanya ku. Ardan menoleh


" Belum kok baru aja waktu kamu bilang otw "


Aku berdiri di samping kursi yang di duduki Ardan " Dani udah tidur ? "


" Udah, Kak Raga sama Abang kamu juga kayaknya udah tidur. Aku lihat tadi pas mau jalan kesini udah gelap kamarnya " ucap Ardan sembari menatapku yang masih berdiri di samping kursi


" Yakin mau berdiri terus ?.


Sini duduk nanti kamu capek " ucap Ardan sembari menepuk kursi memberi isyarat agar aku duduk di sampingnya. Akhirnya aku duduk di samping Ardan


" Syha lihat ke atas deh bintangnya banyak banget." ucap Ardan sembari menatap ke langit. Benar Bintang bertaburan tak terhitung jumlahnya. Bulan juga bersinar terang benderang


" Syha lihat bintang yang paling ujung deh " Pinta Ardan sembari menunjuk bintang yang berada sendirian di langit. Aku lun ikut menatap bintang itu


" kenapa ? "


" Aku nggak bisa bayangin kalo aku yang jadi bintang itu Syha " ucap Ardan sambil menoleh ke arah ku sebentar.

__ADS_1


" Coba lihat deh Bulan berada di antara banyak bintang yang bertaburan mengelilinginya, sedangkan bintang itu sendirian jauh dari Bulan dan yang lainnya. " lanjutnya


" terus hubungannya sama kamu apa ? "


" Coba bayangin kalo kamu yang jadi bulannya dan aku yang jadi bintang di ujung itu.


Aku nggak sanggup Syha kalo harus jauh dari kamu.


Sedangkan di sekeliling kamu banyak bintang-bintang yang jauh lebih bercahaya dari pada aku.


" Kali ini Ardan tampak serius terlihat jelas dari raut wajahnya


" Syha kamu sayang sama aku ? " tanyanya tiba-tiba


Aku terkejut dengan ucapan Ardan yang tiba-tiba bertanya sepertu itu " Kenapa kamu tanya kayak gitu Ar ? "


" Jawab aja Syha. JUJUR ! "


" emmm "


" Emmm apa Syha ? "


" Jujur aku udah mulai ada perasaan sama kamu Ar "


Mata Ardan berbinar " Beneran ? "


Aku mengangguk " tapi aku takut Ar "


" Takut kenapa ? "


" aku takut kalo orang tua kita tau, mereka bakalan marah Ar. Kamu tahukan kalo orang tua ku juga orang tua mu ngelarang kita buat pacaran ? "


" Aku tau Syha. Tapi aku nggak bisa Syha, aku nggak bisa kalo harus ninggalin kamu Syha.


Aku janji Syha apapun resikonya kita jalanin ini semua bersama.


Kamu maukan Syha." ucap Ardan penuh keyakinan. Aku pun mengangguk


" Aku cuma minta satu hal sama kamu Syha apapun yang bakalan terjadi kedepannya kamu harus tetep nunggu aku Syha.


Aku bakalan perjuangin cinta kita Syha."


" Insyaa Allah Ar "


" Oh iya Syha. Kamu mau mahar apa kalo misalnya someday kita nikah ?"


Tanya Ardan


" Emm aku mau mahar Surah Ar Rahman Ar "


Ardan menatap rerumputan " keinginan kamu berat Syha. Kamu tahukan aku susah banget hafalan.


Kalo kamu minta mahar itu sama Kak Raga jelas aja dia bisa langsung kabulin keinginan kamu.


Tapi kamu tenang aja Syha aku bakalan usahain kok demi kamu, demi mewujudkan keinginan kamu."


Ucap Ardan optimis


" Kadang aku iri Syha sama Kak Raga. Kak Raga tu udah cerdas, agamanya bagus, gantengnya maksimal. Dia tu perfect banget, nggak kaya aku. Makannya itu kenapa dia jadi anak kesayangan keluarga. Papa selalu aja banding-bandingin aku sama dia.


Dulu papa nyuruh aku buat masuk Ponpes tapi aku nolak.


Beda sama kak Raga yang waktu di suruh masuk Ponpes dia langsung nurut.


Kadang aku capek Syha. Aku selalu kalah dari kak Raga dalam hal apapun." ucap Ardan panjang lebar aku hanya menjadi pendengarnya.

__ADS_1


Saat Ardan hendak melanjutkan ceritanya tiba-tiba


" ALISYHA AISYAH AZ ZAHRA !! " panggil seseorang dari belakang. Dari suaranya aku tahu itu suara Bang Iyan, Dari suaranya yang tegas dapat ku ketahui bahwa ia sedang marah.


__ADS_2